Wamenag: UIN Syarif Hidayatullah Berjasa Lahirkan Tokoh Pembaharu Islam

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 614 2263996 wamenag-uin-syarif-hidayatullah-berjasa-lahirkan-tokoh-pembaharu-islam-1HHcfskT7f.JPG Wamenag RI, KH Zainut Tauhid Sa'adi (Foto: Kemenag)

WAKIL Menteri Agama RI (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, telah melahirkan tokoh-tokoh besar pembaruan Islam di Indonesia. Di mana mereka kebanyakan berlatar belakang pesantren, sehingga pengetahuan tentang Islam sangat luas.

“Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dikenal sebagai 'Kampus Pembaharuan Pemikiran Islam' dengan tokoh-tokoh besar pembaruan Islam,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Selasa (18/8/2020).

Tokoh-tokoh Islam yang dimaksud antara lain, seperti Prof Harun Nasution, Prof Nurcholish Madjid (Cak Nur), Prof Quraish Shihab, Prof Azyumardi Azra, dan sebagainya yang pada umumnya berasal dari latar belakang kaum santri yang berakar kuat pada tradisi pesantren dan menguasai khazanah keilmuan Islam klasik yang sangat kaya dan memukau.

Lebih lanjut Wamenag mengatakan, merawat tradisi dan integrasi di UIN adalah bagian dari merawat kebhinekaan dan kebangsaan Indonesia, karena kampus ini adalah miniatur Indonesia, dan UIN dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama.

UIN menurutnya telah konsisten berkomitmen pada nilai-nilai Islam yang moderat, wasathiyah yang berlandaskan pada ke-Islaman, keilmuan, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Komitmen pada nilai-nilai ini telah memberikan kontribusi besar dalam upaya bersama merawat dan merajut kebhinekaan Indonesia.

“Penguatan nilai-nilai ini bahkan menjadi semakin relevan di tengah merebaknya tren fanatisme, radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” tuturnya.

Zainut menambahkan, institusi pendidikan tinggi Islam konvensional mesti menjawab menjamurnya lembaga pendidikan tinggi, maupun lembaga pendidikan Islam yang menerapkan pembelajaran secara daring (online) di era seperti saat ini. Terutama dalam menyikapi masa pandemi Covid-19.

“Kelas-kelas internasional secara online telah dibuka oleh kampus-kampus besar dunia. Di tengah perjuangan kita merawat kebhinnekaan Indonesia dari ancaman hoaks dan misinformasi di dunia maya yang kerap mengatasnamakan agama,” katanya.

Selain itu, untuk menjawab tantangan zaman itu, Kementerian Agama (Kemenag) kata dia, akan terus memerhatikan dan mendukung upaya UIN Syahida Jakarta agar dapat segera mencapai universitas generasi ketiga, yakni universitas yang bertujuan mengembangkan pendidikan dan riset, plus tahu bagaimana memanfaatkan ilmu pengetahuan melalui knowledge management.

“Berperan menciptakan nilai, tenaga ahli profesional atau ilmuwan plus wirausahawan, sigap merespons persaingan pasar internasional, serta memiliki kemandirian dan jati diri sebagai pengawal kebhinekaan dan keberagaman dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini