Takwa dan Bakti pada Orangtua, Kunci Sukses Erdogan Memimpin Turki

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 614 2263998 takwa-dan-bakti-pada-orangtua-kunci-sukses-erdogan-memimpin-turki-m7MW8pkWQv.JPG Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: Instagram/@rterdogan)

SEBUAH kesuksesan tentunya tak luput dari segala perjuangan serta rahasia yang menjadi kunci keberhasilannya. Sama halnya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan yang berhasil membangun Turki menjadi negara maju.

Dapat dilihat bagaimana Turki yang tak hanya maju dalam bidang ekonomi, politik, sosial serta teknologinya, namun juga mampu mengontrol segala permasalahan isu yang sedang terjadi sehingga aman terkendali.

Sebagai contoh, di tengah pandemi Covid-19 ini, di saat semua negara menghadapi tantangan dan kesulitan yang sama, Turki termasuk salah satu negara yang mampu mengatasi persoalan ini.

“Kita lihat luar biasa betapa berdiri teguh Turki dengan bagaimana bisa membahagiakan masyarakatnya, dengan kemajuan ekonomi, kemajuan politik, kemakmuran sosialnya walaupun di zaman Covid-19 justru tercipta banyak pabrik-pabrik, kemajuan-kemajuan dengan adanya rumah sakit dan airport terbesar di dunia. Menunjukkan betapa keseriusan seorang pemimpin seperti Erdogan,” ucap dai kondang, Syekh Ali Jaber, dikutip dari channel YouTube resminya.

Kesuksesan yang dimiliki seorang Erdogan ini ialah dengan keimanan yang dimiliki. Terlihat dengan bagaimana seorang Erdogan selalu menyisipkan hal-hal bernilai keislaman dalam setiap perjalanan hidupnya sebagai pemimpin.

Dikisahkan salah satunya saat berkunjung ke Inggris, tepatnya di Kota London, beliau menutup kunjungan tersebut dengan meresmikan sebuah masjid. Tak hanya itu, ia juga begitu menghargai tilawah Alquran, yakni dengan memulai semua acara dengan lantunan tilawah Alquran terlebih dahulu.

Baca juga: Erdogan Ingin Kembalikan Hagia Sophia sebagai Masjid?

Mengetahui hal tersebut dilakukan oleh seorang pemimpin seperti Erdogan, bangga rasanya jika semua hal dilalui atas dasar syariat Islam dan untuk menegakkan keislaman. Sebagai orang muslim tentunya kita bangga akan hal ini, terlebih bagi warga negara Turki yang memiliki pemimpin macam Erdogan.

Hal ini yang disebut dengan kejujuran dan keseriusan yang membawa kepedulian kepada rakyatnya. Tujuan utama sebagai pemimpin ia lakoni semata-mata demi memakmurkan rakyat.

Terlebih belum lama ini ada berita tentang perubahan kembali Hagia Sophia menjadi masjid, dan ini merupakan keberanian yang luar biasa dari Erdogan sebagai pemimpin. Pengambilan kebijakan ini tentu karena bersatunya masyarakat hingga sama-sama menyetujui dikembalikannya fungsi Hagia Sophia seperti sebelumnya.

“Termasuk di antaranya Wali Kota Istanbul saat itu yang sebenarnya sangat berbeda pandangan politik serta berasal dari partai yang berbeda, namun ia pun setuju akan pengembalian Hagia Sophia. Dalam hal politik mungkin tidak sesuai, tidak bersama-sama, tetapi tentang hal yang sesuai dalam agama Islam, beliau tunduk, beliau salam hormat dan menunjukkan luar biasa kebersatuan,” kata pendakwah bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini.

“Kita boleh beda pendapat, beda pandangan tapi dalam hal kepentingan Islam, kepentingan Alquran, kepentingan umat Islam kita harus bersatu," imbuhnya.

Turki yang awalnya merupakan negara level ekonomi dan kurs mata uangnya rendah, kini secara drastis berubah setelah Erdogan memimpin negara itu.

Kepercayaan masyarakat kepadanya membuatnya menjabat sebagai Perdana Menteri, yang kemudian membuat berbagai aturan dan undang-undang untuk kesejahteraan rkayat dan kemakmuran negara. Perjuangan ini ia lanjutkan hingga kini menjadi seorang Presiden hingga saat ini.

“Berarti kalau ada niat dalam dasar takwa, jujur dan amanah, tidak akan mungkin ada yang menghalanginya walaupun itu negara Barat sendiri. Banyak negara Barat yang tidak setuju dengan perjuangan Erdogan tetapi dia tak peduli. Ia hanya mempedulikan rakyatnya, bagaimana rakyatnya bisa bahagia, sejahtera dan merasa berkecukupan. Ia terus memerjuangkan yang terbaik walaupun diganggu dengan berbagai macam hal, tetapi beliau masih kuat, sabar dan selalu meminta perlindungan Allah," tutur Syekh Ali Jaber.

Tak hanya itu, Erdogan juga begitu berbakti dengan selalu mencium tangan ibunya hingga mencium kaki ibunya seraya meminta doa restu. Hal ini telah membuktikan bahwasanya keimanan seseorang yang begitu kuat akan membuahkan keberhasilan terhadap apa yang sedang ditempuhnya.

“Inilah seorang pemimpin yang tawadhu, saya yakin suksesnya beliau karena dia begitu luar biasa berbakti baik kepada ibunya disertakan doa ibunya sehingga dia bisa maju dan makmur," pungkas dai kelahiran Madinah ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini