Buya Yahya: Amalan di Bulan Muharram Harus Bersandar pada Hadits Shahih

Ade Naura, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 330 2264789 buya-yahya-amalan-di-bulan-muharram-harus-bersandar-pada-hadits-shahih-hn5TsNUCce.JPG KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: Instagram)

BULAN Muharram adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Sehingga akan sangat merugi bagi umat muslim untuk melewatkannya begitu saja. Sejatinya, bulan ini diisi dengan berbagai amal ibadah termasuk puasa.

Namun, perlu juga berhati-hati melakoni ibadah karena harus benar-benar bersandar pada hadits yang derajatnya shahih.

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, banyak penyampaian informasi yang keliru bahkan melenceng mengenai keutamaan-keutamaan yang dilontarkan mengenai bulan Muharram.

Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa adanya pahala jika kita berpuasa di awal dan akhir tahun misalnya, yang sebenarnya itu tidak ada pada hadits yang shahih yang Rasulullah sampaikan.

Baca juga: Benarkah Ada Amalan Puasa 1 Muharram?

“Ini jelas bohong riwayatnya seperti itu, orang jelas awal tahun akhir tahun itu ada di zamannya Sayyidina Umar bin Khattab. Bukan pada zaman Nabi. Kalau untuk amalan bulan Muharram cukup hadits shahih. 'Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama sholat sesudah sholat fardhu, ialah sholat malam’. Ini sudah cukup, tidak perlu pakai riwayat-riwayat palsu dan aneh,” kata dia, dikutip dari channel YouTube, Al-Bahjah TV, Kamis (20/8/2020).

Diakuinya, memang banyak sekali riwayat-riwayat hadits palsu sebagai celah untuk memecah belah umat. Sedangkan dalil yang benar hanyalah satu hadits shahih Rasulullah tersebut.

"Maka untuk yang lain jangan katakan bahwa itu dari Rasulullah, itu adalah dusta. Kita perlu berwaspada terhadap hal hal seperti itu, riwayat-riwayat palsu mengenai amalan-amalan tanggal 1, 2, 3 Muharram," tuturnya.

Di antara bulan Muharram tersebut ada tanggal yang istimewa yaitu ketika melakukan puasa Asyura, dan lebih baik lagi untuk melakukan puasa di tanggal 9 nya agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi. Seperti sabda Nabi: “Jika aku hidup tahun depan akan aku tambahkan tanggal 9 agar tidak sama dengan Yahudi,”.

“Khususnya para pembimbing-pembimbing, kalau mengimbau umat harus waspada jangan sampai kita asal nukil saja. Kita harus tanggung jawab di hadapan Allah,” pungkas dai kelahiran Blitar ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini