Spirit Tahun Baru Islam dan Melepaskan Diri dari Musibah Corona

Kamis 20 Agustus 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 330 2264918 spirit-tahun-baru-islam-dan-melepaskan-diri-dari-musibah-corona-42IH5uaUyG.JPG Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto. (Foto: Muhammadiyah.or.id)

HARI ini tepat seluruh Muslim dunia menyambut kedatangan tahun baru Islam. Dalam penanggalan hijriah, 1 Muharram sudah memasuki tahun baru Islam yang 1442.

Tahun baru hijriah merupakan salah satu momentum bagi seluruh umat Islam di dunia untuk kemudian lebih mendekatkan diri dan menjemput ridho Allah Azza wa jalla.

Memang dalam perayaan tahun baru Islam di Indonesia berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun tetap menggelar pawai obor saat dilarang, cara merayakan dan memeriahkannya pun tidak sama dengan biasanya. Gegap gempita pawai dan lomba-lomba nyaris tak ada dan semeriah tahun-tahun lalu.

Baca juga: Sejarah Muharram: Termasuk Bulan Suci hingga Larangan Berperang 

Pandemi coronavirus disease (covid-19) telah mengubah banyak hal. Virus asal Wuhan, China, ini memberi hikmah kepada seluruh manusia di muka bumi untuk benar-benar memetik sisi kebaikan dari setiap musibah yang dihadapi.

Tibanya 1 muharram merupakan penanggalan hjiriah pertama. Tentunya kebaruan tahun Islam ini sudah semestinya menghadirkan semangat bari seluruh umat Islam, termasuk di Indonesia.

Apalagi jika kita merujuk pada perjalanan Nabi dan Rasul Allah. Ada banyak peristiwa penting yang dialami oleh para kekasih Allah Subhanahu wa ta'ala itu. Sebagai Muslim beriman tentu nilai perjalanan sejarah para Rasul Allah tersebut harus menjadi spirit bagi kita semua.

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Penerimaan pertobatan Nabi Adam Alaihissalam kepada Allah Subhanahu wa ta'ala di bulan Muharram juga harus menjadi ruang pertobatan bagi seluruh umat di dunia. Memohon ampunan dengan peneguhan tauhid kepada-NYA dan menjalani segala perintah-NYA. Peristiwa selamatnya Nabi Nuh di bukit Zuhdi saat dilanda banjir besar harusnya menjadi pelecut bagi kita agar selamat dan lepas dari krisis multidimensi imbas pandemi covid-19.

Memperingati tahun baru Islam juga bisa kita petik hikmah kesembuhan Nabi Ayyub Alaihissalam dari penyakit yang dideritanya. Tidak berlebihan jika peristiwa kesembuhan Nabi Ayyub juga menjadi kekuatan moral bagi seluruh pasien terjangkit yang kasusnya menyentuh 144.945 orang dan mengakibatkan 6.346 kematian.

Baca juga: Keistimewaan Muharram, Bulannya Allah dan Pembuka Tahun Hijriah 

Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah yang menjadi tanda penanggalan hijriah harus menjadi ruang hijrah kita agar keluar dari krisis virus corona. Pemerintah pusat dengan lembaga negaranya harus berjuang total menelurkan kebijakan yang bertanggung jawab, transparan, dan menyentuh akar persoalan.

Berbagai masalah yang harus dihadapi pemerintah itu seperti bidang kesehatan, ekonomi dan sosial. masyarakat Indonesia pun tanpa terkecuali harus menghayati tahun baru Islam dengan memanfaatkan kesempatan umur yang dianugerahkan Allah untuk bersama-sama berhasil lepas dari pandemi. Pola hidup bersih dan sehat, membiasakan penggunaan masker, dan juga mematuhi seluruh protokol kesehatan covid-19.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Takdir Allah Subhanahu wa ta'ala, umat Islam di dunia melalui tahun baru Islam di situasi yang serba-berbeda tentu menjadi hikmah bagi seluruh umat Islam agar menjalani hidup lebih bermanfaat, senantiasa mengingat Tuhan dan bersemangat dalam menghadapi krisis global imbas corona.

Hikmah pandemi corona di tahun baru ini akan menjadi spirit seluruh umat untuk bersama-sama memerdekaan diri dari keterbelakangan, mencintai, dan mengangkat derajat pada dhuafa serta yatim piatu.

Semangat 1 Muharram 1442 Hijriah menjadi komitmen para pemangku kepentingan mulai kepala negara hingga pemimpin sosial di unit terkecil seperti ketua RT untuk bersama-sama berjuang menghadapi bencana nonalam yang telah meluluhlantahkan seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara.

Baca juga: 1 Muharram 1442H, Yuk Simak Dalil-Dalil Keutamaannya 

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Bagaimanapun seluruh umat yang beriman harus insaf bahwa kesempatan usia yang diberikan Allah dimanfaatkan untuk berbuat manfaat kepada seluruh umat. Seperti yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Fatir Ayat 37 yang berbunyi:

"Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?"

Ayat tersebut memberi pelajaran kepada kita bahwa setiap orang yang diberi umur panjang hendaknya mau berpikir mengenai apa yang telah diperbuatnya di masa lalu; senantiasa mengoreksi sikap perilaku kita yang lalu, serta mempelajari ulang semua keputusan yang telah diambil.

Perlu kita perhatikan bahwa kesadaran dan pemahaman akan hikmah yang terkandung dalam momen 1 Muharram 1442 Hijriah seharusnya lebih besar dibandingkan peringatannya itu sendiri. Semoga di hari mendatang kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat. Amin.

Wallahu a'lam bishowab.

Baca juga: Yuk Amalkan, Ini Kesunahan Berpahala Besar di Bulan Muharram 

Oleh:

Sunanto

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya