Niat Puasa Senin Kamis Penting Lho, Ini Penjelasannya

Hantoro, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 614 2266303 niat-puasa-senin-kamis-penting-lho-ini-penjelasannya-zcnXAws0tI.jpg Ilustrasi puasa Senin Kamis. (Foto: Shutterstock)

NIAT merupakan hal dasar sebelum melaksanakan sebuah amal ibadah. Tanpa niat yang jelas dan kuat bisa menyebabkan hal-hal yang dilakukan menjadi kurang berarti. Ini pula yang bisa terjadi ketika melaksanakan ibadah puasa sunah Senin Kamis.

Niat puasa Senin Kamis yang dimaksudkan adalah berkeinginan kuat menjalankan ibadah puasa. Niat puasa Senin Kamis pada dasarnya sama dengan puasa lainnya, baik wajib maupun sunah.

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Islami Berawalan Huruf A, Bermakna Saleh dan Salehah 

Sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id, Senin (24/8/2020), niat puasa Senin Kamis cukup di dalam hati, sebab niat itu memang letaknya di hati. Jadi jika di hati sudah berkehendak ingin menjalankan puasa keesokan harinya, maka sudah disebut berniat.

Hal ini sebagaimana dijelaskan Muhammad Al Hishni. Ia mengatakan:

لا يصح الصوم إلا بالنية للخبر، ومحلها القلب، ولا يشترط النطق بها بلا خلاف

Artinya: "Puasa tidaklah sah kecuali dengan niat karena ada hadis yang mengharuskan hal ini. Letak niat adalah di dalam hati dan tidak disyaratkan dilafazkan." (Kifayatul Akhyar halaman 248)

Lalu Muhammad Al Khotib juga menerangkan hal yang sama. Beliau berkata:

إنما الأعمال بالنيات ومحلها القلب ولا تكفي باللسان قطعا ولا يشترط التلفظ بها قطعا كما قاله في الروضة

Artinya: "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Namun niat letaknya di hati. Niat tidak cukup di lisan. Bahkan tidak disyaratkan melafazkan niat. Sebagaimana telah ditegaskan dalam Ar Roudhoh." (Al Iqna’, 1: 404)

Dalil wajibnya berniat adalah sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Artinya: "Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya." (Muttafaqun alaih)

Adapun keutamaan menunaikan ibadah puasa Senin Kamis yakni mengikuti sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Amalan tersebut bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat. Lalu dua hari ini, Senin dan Kamis, menjadi waktu amalan diangkat dan dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam riwayat Usamah bin Zaid. Ia berkata:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »

Artinya: "Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: 'Wahai Rasulullah, Engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira Engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang Engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.' Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bertanya: 'Apa dua hari tersebut?' Usamah menjawab: 'Senin dan Kamis.' Lalu Beliau bersabda: 'Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb Semesta Alam (kepada Allah Subhanahu wa ta'ala). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa'." (HR An-Nasai nomor 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan)

Baca juga: Asma binti Abu Bakar Shiddiq, Wanita Hebat Perisai Rasulullah saat Hijrah 

Lalu diterangkan pula dalam riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi nomor 747. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih lighoirihi yaitu sahih dilihat dari jalur lainnya)

Selanjutnya dalam riwayat Abu Qotadah Al Anshori Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, beliau pun menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya: "Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR Muslim nomor 1162)

Selain itu, hari Senin dan Kamis secara umum memiliki keutamaan besar. Dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Artinya: "Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan kepada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai." (HR Muslim nomor 2565)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Baca Doa Ini untuk Menghalau Serangan Ilmu Hitam 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini