Alquran dan Sains Buktikan Semut Sangat Kompak serta Ajarkan Toleransi Tinggi

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 614 2267116 alquran-dan-sains-buktikan-semut-sangat-kompak-serta-ajarkan-toleransi-tinggi-mkyzoXqpPy.jpg Ilustrasi semut. (Foto: Unsplash)

SEBAGAIMANA diketahui bahwa semut adalah jenis serangga yang hidup berkelompok dan keberadaannya bisa ditemui di mana saja. Tapi tahukah kamu, semut ternyata jadi salah satu hewan yang disebutkan di dalam kitab suci Alquran.

Penyebutan semut ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

ىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hatta iza atau 'ala wadin-namli qalat namlatuy ya ayyuhan-namludkhulu masakinakum, la yahtimannakum sulaimanu wa junuduhu wa hum la yasy'urun

Artinya: "Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: 'Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari'." (QS An-Naml: 18)

Baca juga: Sains dan Alquran Membuktikan Khasiat Bawang Merah yang Luar Biasa 

Dikutip dari buku 'Buku Pintar Sains dalam Alquran' karya Dr Nadiah Thayyarah, Selasa (25/8/2020), di dunia ini ada lebih dari 6.000 spesies semut. Sebagian semut hidup secara menetap di rumah-rumah yang permanen, sebagian lagi hidup secara berpindah-pindah, persis seperti orang badui. Sebagian di antara mereka mencari makan dengan tekun dan serius, sebagian yang lain mencari makan dengan cara berkelahi dan merampas.

Jika terpisah dari kelompoknya, semut akan mati maskipun diberi makanan yang enak dan tempat yang nyaman. Sama seperti manusia belaka. Jika manusia diasingkan di suatu tempat yang jauh dari cahaya, suara jam, waktu, malam, dan siang selama 20 hari, ia akan kehilangan keseimbangannya.

Semut juga mengajarkan toleransi yang tinggi. Apabila ada anggotanya yang kelaparan, maka semut lainnya akan memnerikan sari-sari makanan. Dalam hal ini semut didukung dengan sistem pencernaan yang mempunyai perangkat yang bisa memberikan makanan kepada semut yang lain.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda: "Tidak boleh seorang mukmin menyimpan sesuatu yang mengenyangkan, sementara tetangga di sampingnya kelaparan." (HR Ath-Thabrani dan Al Hakim dari Ibnu Abbas)

Baca juga: Alquran dan Sains: Jaring Laba-Laba Rapuh tapi Melindungi Rasulullah 

Semut. (Foto: Unsplash)

Dalam kerajaan atau komunitas semut terdapat seekor ratu yang memiliki tubuh besar. Tugasnya bertelur dan memberikan pengarahan-pengarahan. Ia mendapat fasilitas yang sangat nyaman di perumahan semut, serta senantiasa berinteraksi dengan segenap anggota kerajaan semut. Semut-semut betina adalah semut pekerja.

Kemudian tugas semut lainnya bermacam-macam, seperti mendidik bayi bayi semut, membersihkan perumahan dan jalanan, hingga menyingkirkan semut mati yang ada di rumah dan menguburkannya. Ada pula yang bertugas mendatangkan makanan dari luar kerajaan, menanam tumbuh-tumbuhan, dan merawat serangga-serangga yang akan dijadikan sumber makanan. Selain semut pekerja, di kerajaan semut juga terdapat semacam tentara.

Tubuh semut tentara ini Iebih besar dan kepala mereka keras seperti memakai helm baja. Mereka bertugas menjaga kelangsungan kerajaan, menjaga keamanan, dan menghalau musuh. Semut bisa membangun perkotaan, membuat jalan raya, menggali terowongan, dan menyimpan persediaan makanan di rumahrumah mereka. Sebagian semut bahkan mampu membuat kebun dan membudidayakan tanaman. Sebagian Iagi ada yang gemar berperang melawan semut dari kelompok Iain, lalu menawan pihak yang kaIah.

Baca juga: Sains dan Alquran Buktikan Tidur Menyamping ke Kanan Sehat untuk Jantung 

Semut. (Foto: Unsplash)

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Wa ma min dabbatin fil-ardi wa la ta'iriy yatiru bijanahaihi illa umamun amsalukum, ma farratna fil-kitabi min syai'in summa ila rabbihim yuhsyarun

Artinya: "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Alkitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (QS Al Anam: 38)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Sains dan Alquran Buktikan Delima Buah Kaya Manfaat 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini