Masjid Raya Ahmadsyah, Peninggalan Kesultanan Asahan dengan Arsitektur Khas Melayu

Selasa 25 Agustus 2020 23:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 614 2267457 masjid-raya-ahmadsyah-peninggalan-kesultanan-asahan-dengan-arsitektur-khas-melayu-tbDazgcA2o.jpg Masjid Raya Ahmadsyah di Kota Tanjungbalai, Sumut. (Foto: Ismanto Panjaitan/Sindonews)

Pembangunan masjid ini digagas oleh Sultan Ahmadsyah atau juga dikenal dengan gelar Marhum Maharaja Indrasakti. Tuanku Ahmadsyah merupakan Sultan Asahan IX, menggantikan ayahandanya Sultan Muhammad Husinsyah (1813–1854).

Pada pemerintahannya (1859–1888), Sultan Ahmadsyah dikenal sebagai pemimpin arif dan bijaksana. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai sultan yang tak pernah mau tunduk kepada Belanda. Sultan bahkan sempat diasingkan selama 21 tahun ke Riau, sebelum naik takhta kembali pada 25 Maret 1886 sampai 27 Juni 1888.

Baca juga: Sederet Masjid Kuno Saksi Sejarah Perkembangan Islam di Kota Jeddah 

Tidak diketahui berapa banyak biaya yang dihabiskan Sultan Ahmadsyah untuk membangun masjid beserta Kompleks Istana Asahan ini. Namun perluasan dan diversifikasi tanaman perkebunan ke daerah selatan jadi dasar perbaikan ekonomi Sultan Ahmadsyah dari Asahan.

Diperkirakan pendapatan Sultan Asahan IX pasca-pemulihan kekuasaannya dari konsesi tanah sudah lebih dari cukup untuk membangun kembali ibu kota Kesultanan Negeri Asahan.

Pengembangan kota sejak tahun 1970-an telah mengubah kedudukan Masjid Sultan Ahmadsyah dalam tata ruang Kota Tanjung Balai yang menjadikannya sebagai aset kebudayaan, di kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Asahan itu.

Baca juga: Masjid 99 Kubah Belum Rampung, Tokoh Agama Sepakat Tunda Aktivitas Ibadah 

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini