Sungguh Dahsyat, Ini Pahala bagi Orang Berpuasa Tasua dan Asyura

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 614 2268808 sungguh-dahsyat-ini-pahala-bagi-orang-berpuasa-tasua-dan-asyura-BT1Pw4XSFr.jpg ilustrasi (stutterstock)

SALAH satu amalan yang dianjurkan di bulan Muharram adalah puasa Tasua. Puasa sunah tersebut memiliki banyak sekali keistimewaan, di mana umat Islam akan memperoleh pahala dan keberkahan bagi yang mengamalkannya.

“Bulan Muharram adalah bulan mulia dan istimewa, Semakin banyak shaum sunnah yang dilakukan, termasuk puasa sunnah Tasua,” kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Besok Puasa Sunah Tasua, Begini Niatnya

Lebih lanjut, bahkan Imam Asy-Syafi’I dalam Kitab Al-Umm, menyebutkan disunahkan shaum atau puasa, bukan hanya tasua dan asyura, namun tiga hari berturut-turut yaitu pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram dengan dua alasan, yaitu:

Pertama, sebagai bentuk kehati-hatian terkait perbedaan penentuan masuknya awal bulan Muharam.

“Kedua, memperoleh pahala niat diri, untuk melaksanakan puasa sunah tiga hari dalam sebulan. Sesuai kesunnahan hadits,” terangnya.

Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA berkata, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ ، صَوْمُ الشَّهْرِ كُلِّه

Artinya: “(Pahala) Shaum sunah tiga hari setiap bulan adalah bagaikan (pahala) shaum satu tahun penuh.” (HR. Bukhari Muslim)

Selain itu, dilaksanakannya puasa tasua dijadikan sebagai pembeda umat Islam dengan umat yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam salah satu riwayat hadist, Nabi Muhammad Shalallahu alaihim bersabda:

حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ ” قَالَ : فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Ketika Rasulullah SAW melakukan shaum ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk mengerjakan shaum ‘Asyura, para sahabat berkata: ‘Wahai Rasulullah, hari ‘Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.'” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Jika tahun datang tiba, Insya Allah, kita juga akan melakukan shaum pada tanggal Sembilan Muharram.” namun Tahun mendatang belum tiba, ternyata Rasulullah SAW telah wafat.”(HR. Muslim.

“Tasua adalah sunnah hammiyah (puasa sunah yang dicita-citakan Nabi) namun belum terlaksana sebab beliau meninggal, puasa tasua juga merupakan puasa yang didambakan Nabi sebagai ibadah sunnah sekaligus identitas pembeda umat Islam dengan umat yang lainya, bukti bahwa Umat Islam juga bersyukur pada Allah,” terangnya.

Kemudian, menjalankan puasa tasua meneladani para sahabat-sahabat Nabi, para Salafus Sholih yang menjalankan Sunnah Tasu'a sebagai bukti kecintaan mereka pada Sunnah-sunnah Nabi muhammad SAW dalam mencapai keridhoan Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Bulan Muharram adalah bulan mulia dan istimewa, Semakin banyak shaum sunnah yang dilakukan, termasuk puasa sunnah Tasua dan Asyura maka keutamaannya juga semakin besar. Terlebih didalam bulan tersebut bisa menjalankan puasa sunnah yang lainya, seperti Senin-Kamis dan Ayyamul bidh,” pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini