Hati-Hati Gunakan Medsos, Jangan Sampai Menimbulkan Dosa Jariyah

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 330 2270199 hati-hati-gunakan-medsos-jangan-sampai-menimbulkan-dosa-jariyah-8dfXQg5ig3.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEIRING dengan perkembangan zaman, teknologipun kian canggih dan hadirlah media sosial sebagai sarana untuk menjalin komunikasi. Namun, kebanyakan orang menyalah gunakan teknologi ini.

Sebagian orang memanfaatkan media sosialnya sebagai tempat keburukan, seperti megumbar aib orang lain, menjatuhkan mental dengan kata–kata, mengolok dan lainnya. Padahal saling mengejek, membenci, mencaci bahkan merendahkan sangat ditentang dalam Islam.

Baca juga:  10 Fakta Pertempuran Karbala yang Harus Diketahui

Allah menjelaskan dalam Alqur’an Surah Al-Hujarat Ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Banyak orang tak menyadari bahwa mengumbar keburukan dan kemaksiatan di media sosial bisa menimbulkan dosa jariyah atau dosa terus menerus bagi pelakunya, karena di media sosial banyak orang bisa membaca atau melihatnya. Sang pelaku akan mendapatkan dosa dari setiap orang yang membaca atau melihat postingan bernilai keburukan atau maksiatnya. 

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Dan barangsiapa yang membuat (mempelopori) perbuatan yang buruk dalam Islam, maka baginya dosa dan (ditambah dengan) dosa orang-orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun” (HR Muslim no. 1017).

 

“Penting saya ingatkan kembali, ayo dalam menyampaikan informasi apapun prinsipnya jangan membahayakan diri saya dan jangan membahayakan orang lain,” kata penceramah KH. Misbahul Munir dalam program Kiswah seperti dikutip dari kanal Youtube iNews Relegi, Senin (31/8/2020).

Allah subhana wa ta’ala juga melarang hamba-Nya mengolok atau mencela saudara sesama muslim maupun non muslim.

Allah berfirman :

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya : “(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka adzab yang pedih.” (QS. At-Taubah : 79)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini