Sains dan Alquran, Titik Terendah Bumi Ada di Laut Mati

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270147 sains-dan-alquran-titik-terendah-bumi-ada-di-laut-mati-DAXrpZ8ngU.jpg Pemandangan Laut Mati di Palestina atau seberang Yordania (Wikipedia)

SEMUA yang ada di dalam bumi, baik di permukaan hingga ke titik terendahnya (bumi) merupakan ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana tertulis di dalam Alquran, yaitu Surah Ar Rum:

الم (١) غُلِبَتِ الرُّومُ (٢) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (٣) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (٤) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (٥)

Artinya: "Alif laam Miim (1) Bangsa Romawi telah dikalahkan (2), di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang (3), dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman (4), karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa, lagi Maha Penyayang (5)." (QS. Ar Rum: 1-5). 

Baca juga:  10 Fakta Pertempuran Karbala yang Harus Diketahui

Dikutip dari buku “Dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Alquran” karya Dr Nadiah Thayyarah, oleh sebagian ulama ayat ini banyak dijadikan dalil sebagai salah satu mukjizat Alquran yang berupa prediksi-prediksi masa depan.

Sebagaimana dijelaskan dan mengabarkan peristiwa perang yang waktu itu belum terjadi, yakni antara Romawi dan Persia, dua negara adi kuasa dunia kala itu. Apa yang disebut dalam Alquran benar. Pertama Romawi kalah dari Persia, tapi beberapa tahun kemudian giliran Persia yang takluk dari Romawi.

Kalimat utama yang mesti diperhatikan dalam ayat di atas adalah “di daerah terdekat” (adna al-ardh), tempat pasukan Romawi meraih kemenangan dalam perang melawan pasukan Persia.

Baca juga: Sains dan Alquran Jelaskan Pentingnya Menjaga Mulut dari Mikroba

Faktanya, itu memang terjadi di daerah paling rendah di muka bumi, lnilah salah satu kemukjizatan ilmiah Alquran.

Kalangan sejarawan sepakat bahwa peperangan yang dimenangj pasukan Romawi tersebut berlangsung di lembah Palestina, tepatnya di cekungan Laut Mati.

 

Lebih lanjut, dari sisi keilmuan, kata adna dalam ayat ini sangat istimewa. Sebab, dalam disiplin bahasa Arab, kata adna berarti “paling dekat” (aqrab) atau juga bisa diartikan “paling rendah” (akhfadh).

Atas dasar itu, kalangan mufasir berpendapat, maksud dari adna al-ardh adalah negeri terdekat dari Jazirah Arab.

Peperangan itu sendiri berlangsung di negeri Palestina yang merupakan negeri terdekat dari Jazirah Arab. Jadi, bagi kalangan mufasir, kata adna al-ardh berarti “negeri terdekat”.

Ilmu geologi lalu datang dan memastikan bahwa cekungan Laut Mati, tempat bangsa Romawi memenangi perang melawan Persia, merupakan titik terendah yang ada di muka bumi. Ia terletak sekitar 400 meter di bawah permukaan laut.

Apabila Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman “di atas permukaan bumi” (ala sath al-ardh) dan bukan “di daerah paling rendah” (adna al-ardh), maka maknanya mencakup semua permukaan bumi, baik berupa daratan maupun perairan.

Bila itu yang dimaksudkan, teluk Mariana menjadi bagian terdalam di bumi karena kedalamannya mencapai lebih dari 12.000 meter. Namun, dataran terendah di bumi berada di Palestina.

Ayat ini turun pada saat ilmu pengetahuan belum mampu meneliti di mana titik terendah di muka bumi berada. Cekungan Laut Mati adalah daerah yang pernah didiami kaum Nabi Luth Alaihissalam. Tak ada daerah yang lebih rendah di muka bumi ini melebihi cekungan Laut Mati.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini