Sains dan Alquran Jelaskan Pentingnya Menjaga Mulut dari Mikroba

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 614 2269097 sains-dan-alquran-jelaskan-pentingnya-menjaga-mulut-dari-mikroba-MYFqxH1yq0.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

ISLAM mengajarkan pentingnya kebersihan, salah satunya yaitu dengan menjaga kesehatan mulut. Tanpa disadari sebagian orang malah mengabaikan tentang perawatan mulut, padahal di dalamnya terdapat jutaan mikroba.

Dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Alquran karya Dr Nadiah Thayyarah, ketika kita makan maka akan menyisakan makanan. Kemudian sisa makanan itu tersedia, mereka segera hinggap di sana dengan cepat. Nah, mikroba ini langsung bekerja dan selalu memilih sisa-sisa makanan yang mengandung tepung dan gula.

Selanjutnya, saat mikroba ini mulai bekerja di sisa-sisa makanan itu, ia akan menghasilkan zat asam yang terkonsentrasi. Zat tersebut memiliki kemampuan untuk melarutkan bagian enamel (email) gigi secara bertahap dan menimbulkan pembusukan gigi.

Baca juga: Hukum Gunakan Media Sosial Menurut Pandangan Islam

Jika pembusukan terjadi, maka gigi akan menjadi sakit. Tak jarang juga yang harus berakhur dicabut, karena untuk mencegah penyebaran pembusukan kepada gigi lainnya yang masih sehat.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pun selalu menjaga kebersihan mulut dan giginya dengan menggunakan siwak. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat hadist berikut ini:

"Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb," (HR. shahih riwayat Ahmad, Irwaul Ghalil Nomor 66. Syarhul Mumti’ 1/120 dan Taisir ‘Alam 1/62).

Kemudian dalam riwayat lainnya juga disebutkan:

"Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu," (HR. Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70).

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:

وقال صلى الله عليه وسلم: {تَسَوَّكُوا فإنَّ السِّوَاك مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ}.

Artinya: "Bersiwaklah kalian, karena sungguh siwak itu mensucikan mulut dan diridhai Tuhan," (HR. Imam Ibnu Majah).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini