Apa Itu Hujan Meteor? Alquran Sudah Menjelaskan di Surah As-Shaffat

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 330 2327954 apa-itu-hujan-meteor-alquran-sudah-menjelaskan-di-surah-as-shaffat-BWy0NH4OEN.jpg Jatuhnya benda langit seperti meteor menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah SWT (Foto: Mashable)

JAKARTA – Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteorid ke atmosfer bumi, yang lazim disebut bintang jatuh. Namun, dalam Islam, jatuhnya meteor memiliki makna tersendiri.

Sebagaimana Allah berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an, Surah As-Shaffat ayat 6 sampai 10:

“Sesungguhnya Aku telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal, Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang terang.”

Baca Juga: Karya Syaikh Ali Thantawi Soal Kematian yang Menggetarkan Hati

Beberapa ayat di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa jatuhnya meteor sebagai fenomena langit ialah benda langit yang digunakan untuk melempar setan yang mecoba mencuri hak-hak dari langit.

Penjelasan ini juga diperkuat oleh salah satu penulis, yakni Abdul Syukur Al-Azizi, dalam bukunya “Islam itu Ilmiah”, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Bisikkan Ini Sungguh Dahsyat, Membuat Jiwa Menjadi Tenang

Beliau menuliskan rangkumannya tentang hujan meteor dalam bab “Sabuk Van Allen” bahwa berdasarkan penelitian para ahli astronomi abad modern, dari beberapa planet yang berada dalam sistem tata surya kita,mulai dari Merkurius hingga Pluto, tidak satu pun bisa dihuni oleh makhluk hidup, kecuali planet Bumi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal ini disebabkan karena sistem dan kondisi planet tersebut tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Selain karena suhu yang sangat ekstrem (sangat panas hingga beberapa ratus derajat atau terlalu dingin sampai jauh di bawah titik nol), planet-planet tersebut juga tidak henti-hentinya dibombardir ribuan meteor dan benda langit lainnya.

Selain itu, permukaan planet-planet tersebut juga dipenuhi oleh gas beracun yang tidak memungkinkan makhluk hidup di permukaannya.

Maha benar Allah SWT dengan segala firman-Nya. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang baik dan layak bagi manusia, sebagaimana firman-Nya berikut: Dan, Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara..." (QS. al-Anbiyaa' (21): 32).

Baca Juga: Ciri-Ciri Teman dan Sahabat yang Membawa Kebaikan Dunia Akhirat

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT. Menciptakan langit sebagai atap yang melindungi manusia di bumi. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, langit merupakan atmosfer yang melindungi bumi dari hujan meteor. Atmosfer juga berfungsi menyaring sinar-sinar yang berbahaya bagi kehidupan di bumi, seperti sinar ultraviolet.

Selain itu, di dalam atmosfer bumi juga terdapat lapisan pelindung yang disebabkan oleh gaya magnetic bumi. Lapisan tersebut adalah Sabuk Van Allen dari hasil pengamatan dan penelitian para ahli astronomi, diketahui bahwa inti bumi berisi unsur-unsur berat yang bersifat magnetik, seperti besi dan nikel.

Inti bumi ini tersusun atas dua lapisan yang berbeda, yaitu bagian dalam berwujud padat, sedangkan inti bagian luar berwujud cair. Lapisan luar yang cair tersebut mengapung dan bergerak di atas lapisan terdalam sehingga memunculkan pengaruh magnetis pada logam-logam sehingga memunculkan pengaruh magnetis pada logam-logam berat yang menyusun bumi, yang pada akhirnya membentuk suatu medan magnet.

Medan magnet tersebut membentang hingga jauh di atas atmosfer dan membentuk sebuah perisai yang melindungi bumi dari bahaya yang setiap saat datang dari luar angkasa. Perpanjangan zona magnet yang mencapai lapisan luar atmosfer inilah yang disebut Sabuk Van Allen atau Radiasi Van Allen.

Besarnya energi listrik yang diperlukan untuk menjaga keberadaan medan magnet seperti ini hampir mencapai satu miliar ampere. Ini setara dengan jumlah energi listrik yang pernah dibangkitkan umat manusia sepanjang sejarah Sabuk Van Allen dapat eksis di lapisan atmosfer bumi karena terdapat blind spot di medan magnet bumi yang disebabkan oleh kompresi dan peregangan dari angin matahari.

Medan magnet bumi berfungsi sebagai cermin magnetik yang memantulkan partikel bermuatan bolak-balik sepanjang garis gaya yang merentang antara Kutub Magnetik Utara dan Kutub Magnetik Selatan. Sabuk Van Allen melindungi bumi dari beragam radiasi yang sangat mematikan, hasil dari pancaran matahari dan bintang bintang lainnya.

Sebagaimana diketahui, energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada matahari, yang terjadi setiap 11 tahun sekali yaitu solar flares, sangatlah dahsyat. Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 miliar bom atom yang pernah dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang, saat meletusnya Perang Dunia II.Matahari menyemburkan badai ke arah bumi yang terdiri atas proton dan elektron yang bergerak dengan kecepatan sekitar 1,5 km/detik.

Saat menghujani medan magnet bumi, badai matahari yang berupa hujan partikel akan memudar, lalu dibelokkan mengelilingi medan magnet. Seandainya tidak ada Sabuk Van Allen maka semburan atau jilatan api dari matahari tersebut, yang terjadi berkali-berkali, dapat menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Demikianlah perisai bumi yang diciptakan Allah Swt. Untuk melindungi hamba-Nya di bumi. Sebuah sistem perlindungan yang sangat sempurna, tak tertandingi, dan tak dapat ditiru. Para ilmuwan baru mengetahuinya pada beberapa abad belakangan.

Sementara, berabad-abad sebelumnya, miliaran makhluk hidup, termasuk manusia, hanya bisa merasakan nikmatnya kehidupan di bumi, tanpa pernah merasa takut dan khawatir terhadap bahaya dari beragam fenomena yang terjadi di luar angkasa, dan tanpa pernah tahu keberadaan Sabuk Van Allen. Inilah bukti pengetahuan dan kekuasaan Allah SWT, yang tak terbatas.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya