Mencari CVR Sriwijaya Air Pakai Dukun, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 330 2356624 mencari-cvr-sriwijaya-air-pakai-dukun-bagaimana-hukumnya-dalam-islam-CcdNj1UZ1c.jpg Petugas gabungan saat melakukan evakuasi dan pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh. (Foto:Okezone/Dok)

JAKARTA- Usulan memakai jasa dukun untuk mencari cockpit voice recorder (CVR) Sriwijaya Air berkode SJ-182 ditentang para ulama. Perbuatan syirik, begitu katanya.

Usulan memakai jasa dukun ini disampaikan Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Tamanuri.

"Kita tambah sajalah tambah dukun. Gampang itu. Kita menggunakan jasa perdukunan. Mudah-mudahan bisa ketemu," ujarnya dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Anggota DPR Usul Pakai Dukun Cari CVR Sriwijaya Air SJ-182

Menurut Tamanuri, pencarian menggunakan sistem manual akan sulit dilakukan. Bahkan, dengan peralatan canggih pun, memory dari CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tak kunjung ketemu.

Lalu bagaimana pandangan hukum menggunakan dukun dalam Islam? Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin pun langsung bereaksi keras dan tegas menolak upaya itu.

Dalam pesannya yang diterima Okezone pada Jumat (5/2/2021) dia mengatakan semua yang ada dimuka bumi ini adalah milik Allah Ta'ala semata, baik yang nampak fisiknya ataupun ghaib wujudnya, adalah kebesaran-Nya.

Baca Juga: Besok, Basarnas Tentukan Perpanjangan Waktu Operasi Pencarian Sriwijaya Air

Musibah jatuhnya Sriwijaya Air  menjadi musibah yang cukup menguji keimanan bagi yang tertimpa, keluarga, sanak, bahkan bangsa kita. Ujian yang sebenarnya mencoba menjadikan kita sebagai hamba yang lebih matang keimananaya.

Dia melanjutkan, musibah tidak pernah bisa diprediksi akan terjadi seperti apa bagaimana akibatnya, hanya tali iman dan takwa yang bisa mengokohkan kekuatan bahwa takdir Allah penuh hikmah-Nya.

Baca Juga: Ghibah dan Adu Domba Perkara Haram Terberat Setelah Syirik

Ustaz Ainul Yaqin pun mengungkapkan, seorang ahli hadist Al-Hafizh Ibnu Hajar Al- Asqolan mencatat Al-kahanah (perdukunan)  ialah pekerjaan mengaku-ngaku tahu tentang sesuatu yang gaib, membuka tabir tentang apa yang akan terjadi di muka bumi, alam raya, dengan bersandar kepada sebab tertentu yang berasal dari informasi jin, setan yang mencuri kabar langit dari diskusi para malaikat setelah menerima titah dari Allah, kemudian oleh para Jin ini hasilnya disampaikan ke telinga dukun.”(Al-Hafizh Ibnu Hajar Al- Asqolani)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Banyak peluang mendekati syirik jika salah niat, apalagi salah kaprah, maunya nyari bukti atau jejak malah akhirnya meninggalkan jejak dosa karena menyekutukan Allah, Naudzubillah Mindzalik," ujarnya.

Ustaz Ainul Yaqin mengatakan, meletakkan hati pada pertolongan Jin, setan, ataupun bangsa ghaib dengan maksud tertentu yakni menduakan Allah Ta'ala adalah langkah yang kurang tepat, walaupun tujuannya mulia, menolong. Bagaimanapun menolong diri sendiri agar tidak masuk kubangan syirik adalah prioritas utama bagi muslim dan mukmin.

 مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Artinya: Barangsiapa mendatangi‘arraf (dukun) lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. (HR. Muslim: 2230)

"Makna “tidak akan diterima darinya shalat 40 hari”, yaitu tidak diperoleh pahala bagi dirinya walaupun shalatnya sah di dalam menggugurkan kewajibannya, dan dia tidak harus mengulanginya," sebutnya

Mengikhtiarkan CVR Sriwijaya Air SJ 182 hendaknya dengan ikhtiar dhohir dan batin, upaya-upaya cerdas dan mencerdaskan bangsa, sebab ini persoalan tanggung jawab dunia dan akherat.

Tidak sesederhana ketika mungkin tujuannya menemukan CVR tercapai, lalu misteri terkuak sebab apa dan bagaimana pesawat tersebut mengalami kecelakaan. Harus bijak, terlebih ini adalah tanggung jawab bangsa.

Pemerintah dalam hal ini bisa melakukan kerjasama dengan negara lain terkait teknologi pencarian CVR tersebut, banyak alat alat modern yang lebih bisa dipertanggungjawabkan hasil dan prosesnya.

Hal ghaib adalah milik Allah, kata dia,  tidak ada yang mampu menguak hal tersebut kecuali atas izin Allah SWT, hanya hamba-hamba yang istimewa yang diperkenankan didalamnya, bisa sebab ridha Allah atas ibadah, istiqomah yang dilakukannya. Firman Allah Ta'ala:

 عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا

 Artinya: (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

(QS. Al-Jin:26)

إِلَّا مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا

Artinya: Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (QS. Al Jin:27)

Ikhtiar dan doa itu penting, bersandar pada Allah dzat yang maha mengetahui sesuatu yang tersembunyi, jangan malah menjauh dari Allah dengan bersekutu.

"Ataupun berdoa, bermunajah pada Allah agar diberikan petunjuknya dimana CVR tersebut berada, tentunya dengan ikhtiar syar'i yang tidak bertentangan dengan Al -Qur'an dan ajaran Rasulullah," ujar dia.

Berdoa bersama orang-orang sholeh, taat kepada Allah, mewasilahkan sedekah atau menghadap pada Allah dimalam hari, bersimpuh memohon dibukakan petunjuk dan didekatkan CVR agar segera bisa ditemukan dan diinvestigasi, insya Allah adalah langkah yang sangat tepat dan akurat. (vitri)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya