Pakaian Warna Hitam Buat Muslimah Apakah Diatur dalam Islam?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 617 2374104 pakaian-warna-hitam-buat-muslimah-apakah-diatur-dalam-islam-GUpUUQS3ze.jpg Pakaian warna hitam Muslimah. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Pakaian warna hitam bagi kaum Muslimah apakah ada dalilnya, atas perintah Allah Ta'ala atau Rasulullah SAW?

Kaum Muslimah memang dianjurkan tidak berpakaian berwarna terang. Sejatinya, warna pakaian wanita tidak ada standar baku dalam Islam, sebenarnya tergantung dengan kebiasaan di negeri masing-masing.

Pakaian wanita muslimah tidak selamanya hitam seperti anggapan sebagian orang. Boleh saja warna pakaian dan jilbab adalah putih, sebagaimana yang masyhur di negeri kita.

Baca Juga: Yuk, Rekreasi Hati Bersama Keluarga dengan Mendatangi Majelis Ilmu

Namun jika pakaiannya berwarna-warni, ditambah aksesoris bunga, dan lain-lain ini menimbulkan godaan dan membuat lawan jenis jadi tertarik, maka jelas tidak dibolehkan.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan, tetapi, kenyataannya, tidak sedikit wanita yang hanya mau bergaya tanpa memperhatikan aturan dalam berjilbab.

Ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia dan angota Hay-ah Kibaril Ulama’ ditanya, “Apakah boleh memakai jilbab yang berwarna (selain hitam)?”

Beliau hafizhohullah menjawab,

Baca Juga: Tak Baca Doa Masuk Rumah? Begini Efek yang Terjadi

“Jika engkau maksudkan adalah memakai jilbab warna-warni yang menutupi wajah dan telapak tangan lantas menimbulkan fitnah atau godaan, maka terang saja tidak dibolehkan.

Dikutip dari laman Rumasyo pada Senin (8/3/2021) disebutkan, jika yang dimaksud adalah jilbab selain warna hitam, yaitu jilbab warna putih, hijau, merah atau selain itu dan di negeri tersebut sudah terbiasa dengan jilbab warna semacam itu, maka tidak mengapa. Karena pakaian kata para ulama dikembalikan pada ‘urf, yaitu kebiasaan masyarakat sekitar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikecualikan di sini untuk pakaian yang terdapat larangan khusus seperti pakaian yang dicelup dengan ‘ushfur, za’faron atau pakaian warna merah, semua pakaian semacam itu bagi laki-laki terlarang. Selain pakaian semacam itu, maka dikembalikan pada ‘urf (kebiasaan masyarakat). Untuk wanita, jika warna pakaian dimaksudkan untuk berhias diri, maka tidak boleh.

Karena Allah Ta’ala berfirman, 

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka.” (QS. An Nur: 31). Jika warna pakaian wanita sampai menggoda yang lain, maka seperti itu pun terlarang agar tidak membawa pada kerusakan.

Intinya, mereka silakan menimbang-nimbang maslahat. Hukum pakaian itu sekali lagi tergantung ‘urf masing-masing negeri. Bisa saja ada yang berpakaian semacam itu di suatu negeri, maka akan mengundang godaan, namun belum tentu di negeri lain.

Oleh karenanya, lihatlah keadaan di negeri masing-masing. Jika di Perancis, tidak tergoda dengan warna pakaian semacam itu, semacam jika memakai pakaian selain warna hitam, maka tidaklah terlarang. Namun jika sampai mengundang godaan, sampai-sampai orang lain terus memperhatikan karena menjadi pakaian ketenaran, maka tidak boleh memakai pakaian semacam itu. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya