Itikaf Bukan di Masjid Apakah Bisa Dapatkan Malam Lailatul Qadar

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 330 2406078 itikaf-bukan-di-masjid-apakah-bisa-dapatkan-malam-lailatul-qadar-SdWRDZX8fJ.jpg Meraih lailatul qadar dengan itikaf. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Itikaf bukan di masjid apakah bisa dapatkan malam Lailatul Qadar pada 10 malam terakhir Ramadhan karena terkendala tugas dan pekerjaan? Tentu semua muslim telah tahu keutamaan malam lailatul qadar yang luar biasa. Hanya satu malam tetapi sama nilainya dengan beribadah 1.000 bulan jika dikonversi ke tahun sekitar 83 tahun.

Umur manusia saja belum tentu sampai 83 tahun, maka sungguh sangat beruntung mereka yang mendapatkan malam lailatul qadar dan diisi penuh dengan ibadah.

Sebagian kaum muslimin mungkin bertanya-tanya, apakah ia bisa mendapatkan malam lailatul qadar sedangkan dia tidak itikaf di masjid. Tidak semua manusia bisa itikaf di masjid pada malam hari. Bisa jadi  mendapatkan udzur semisal harus bekerja menjaga rumah sakit yang 24 jam atau petugas keamanan yang berjaga 24 jam.

Baca Juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan, Nabi Muhammad SAW Bangunkan Fatimah dan Ali bin Abi Thalib

"Bisa juga orang tersebut memang sedang butuh dengan safar di jalan atau wanita yang sedang haid atau para istri yang sibuk mengurus anak dan bayi di rumah," ujar Ustaz dr Raenul Bahraen.

Jawabannya adalah mereka bisa mendapatkan malam lailtul qadar, karena itikaf di masjid bukanlah syarat untuk mendapatkan malam lailatul qadar dengan keutamaannya. Lailatul qadar terkait dengan waktu, bukan dengan tempat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak mendapati malam tersebut, maka ia akan diharamkan mendapatkan kebaikan.” (HR. An-Nasai no. 2106, shahih)

Baca Juga: Doa Malam Lailatul Qadar, Begini yang Diajarkan Rasulullah SAW

Mereka yang tidak itikaf seperti musafir, wanita nifas dan haid serta orang yang udzur, bisa mendapatkan malam lailatul qadar jika mereka mengisi dengan beribadah kepada Allah dengan ikhlas pada malam tersebut.

Juwaibir berkata kepada Ad-Dhahaak, 

أرأيت النفساء و الحائض و المسافر و النائم لهم في ليلة القدر نصيب ؟ قال : نعم كل من تقبل الله عمله سيعطيه نصيبه من ليلة القدر

“Bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang nifas dan haid, musafir dan orang yang tidur, apakah mereka bisa mendapatkan malam lailatul qadar?”

Ad-Dhahaak menjawab: “Iya, semua orang yang Allah terima amal mereka akan mendapatkan bagian lailatul qadar.” (Al-Lathaif Al-Ma’arif hal. 341)

Semoag kita termasuk orang yang bisa mendapatkan keberuntungan dengan malam lailatul qadar dan mengisinya dengan ibadah yang diterima oleh Allah dan diampuni dosa-dosa kita.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya