Pesta Diskon Amal Qadar Night; Buy One Get 30,000 Items!

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 06 Mei 2021 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 330 2406871 pesta-diskon-amal-qadar-night-buy-one-get-30-000-items-HlyUfKioUz.jpg Malam Lailatul Qadar. (Foto: Freepik)

PUASA sebentar lagi selesai, menyisakan fase 10 hari terakhir dan satu malam yang paling di cari-cari nomor kedua oleh orang yang berpuasa setelah Azan Maghrib. Jangankan kita, Nabi Muhammad SAW yang sudah maksum saja masih mencari malam itu, terus siapa kita kok kayaknya santai saja dengan malam itu.

Sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim menyebutkan setelah Surah Al-Qadr turun, Nabi mencari malam yang disebut itu pada hampir di semua malam di bulan Ramadhan. Mula mula di awal bulan, namun setelah dapat bocoran dari Malaikat Jibril, Nabi bahkan secara khusus mendirikan tenda pribadi untuk beribadah di 10 malam terakhir.

Banyak sekali ulasan dan hadist tentang ciri-ciri malam Qadar yang sangat subjektif. Misalnya, karena Tuhan adalah satu (ganjil) maka dataang di malam ganjil, bahkan ada spesifikasinya seperti malam itu tidak panas tidak dingin dan sebagainya. Bayangkan, kalau orang yang sudah punya AC bukankah otomatis ruangan jadi sejuk? Atau kalau tinggal di Gunung ya pasti tenang, kasihan amat orang yang tinggal di perkampungan padat penduduk. Intinya, malam ini begitu diburu oleh muslim baik yang taat maupun yang begajulan, sehingga apapun petunjuk yang ada akan dibaca.

Baca Juga: Keajaiban Lailatul Qadar

Redaksi surah Al-Qadr memang menggiurkan. Ibarat liflet atau spanduk harbolnas—hari belanja nasional-- di mall atau marketplace, hampir dapat dipastikan orang akan rela antri bahkan sebelum mall di buka, atau malah sebelum Ramadhan tiba. Saya bayangkan, bila amal yang ditawarkan Gusti Allah pada Qadr Night berupa barang, saya haqqul yakin antriannya akan jutaan kali lipat dari antrian keluaran I Phone terbaru.

Bahkan, kalau orang mati bisa ikutan antre, saya yakin mereka melakukannya, sebab banyak sekali ayat Quran yang bunyinya mirip - mirip begini; bila orang kafir/zalim/jahat/tak beriman bisa menebus kesalahannya di akhirat nanti dengan dunia dan seisinya (bahkan dikali dua) plus anak anaknya, maka akan mereka melakukannya. Baca Al-Baqarah; 229, Al Imran; 91, Al Maidah; 36, Al An’am;70, Yunus; 54, Ar Rad; 18, Az Zumar; 47, Al Ma’raij, 11. Sayang tidak bisa, malam diskon itu memiliki syarat pertama dan utama harus orang Islam yang bernyawa, sehingga orang mati dilarang ikutan.

Baca Juga: Cara Cerdas Rasullulah SAW Tengahi Konflik 2 Kabilah Saat Memasang Hajar Aswad

Betapa tidak menggiurkan. Diskon amal ibadah setara dikerjakan 1000 bulan hanya dengan ditebus ibadah satu di satu malam saja (Al-Qadr; 3: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan). Kalau dihitung-hitung, maka 1000 bulan dibagi 12 bulan/ satu tahun maka seorang yang mendapatkannya setara beribadah sekitar 83 tahun.

Apa ada kira kira penguasa mall atau toko online yang kasih promo gila hingga seperti itu, anggap saja belanja satu item dapat produk sebanyak 30,000 item, alias buy one get 30,000!—asumsinya satu bulan 30 hari. Wow. Tak heran, saking sibuknya ‘great sale’ malam itu Allah SWT dalam ayat berikutnya bilang (QS. Al-Qadr; 4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan). Sebuah riwayat menyebutkan jumlah malaikat yang dapat ‘surat perjalanan dinas” malam itu melampaui jumlah krikil yang ada di bumi.

Baca Juga: Peta Jalan Kemandirian Pesantren Cara Mempercepat Arus Baru Ekonomi Umat

Entah benar atau tidak soal spekulasi jumlah Malaikat yang turun, bagi saya itu tidak penting, yang saya termasuk yang diurus malaikat tersebut he..he. Ada juga berpikir demikian kan? Dari ayat Al-Qadr 4 itu sudah jelas bahwa malam tersebut sangatlah penting, sampai sampai Jibril dipanggil. Kalau di dunia bisa dibayangkan betapa pentingnya masalah kalau misalnya Presiden Jokowi mengurus seorang Mendagri Tito Karnavian untuk turun mengurusi masalah KTP di satu desa. Pasti penting sekali urusan kali itu, soalnya KTP biasanya cuma dilayani level pegawai desa, itupun kadang honorer. Dalam berbagai nash disebutkan Jibril adalah sosok penting di sisi Allah, anggap saja “ordal” kalau di urusan istana persiden.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Voucher Qadar

Dari semua gegap gempita promo amal Qadr Night ini nampaknya ada hal penting yang sering luput dari perhatian. Yaitu, keterangan kecil yang kalau di pamlfet biasanya ditulis kecil skali di bawah kanan atau kiri, inisialnya S&K atau dibaca syarat dan ketentuan berlaku. Nah, ini dia yang banyak orang lupa dan termakan iklan, termasuk saya.

Ciri-ciri orang seperti mereka ini tidak cermat, mau untung cepat, nggak mau usaha. Bayangkan, satu malam bisa setara ibadang 83 tahun, lah itukan sama saja nggak usah ibadah lagi, enak betul. Tak heran, banyak yang sudah antri dari sejak maghrib, bahkan bela-belain beli kopi, pasang jam weker sekeras mungkin, agar tak ketinggalan bangun malam untuk sholat malam. Eh tak tahunya zonk, pas di depan mahkamah perhitungan, si orang tersebut mengaku kehilangan voucher BUY GET 30,000, Qadr Night only. Kata si malaikat yang jadi jaksa, “kamu bukannya kehilangan, tapi kamu memang nggak punya voucer itu”. Jadi jangan PD dulu ya.

 S&K yang perlu dibaca untuk bisa dapat voucher amal malam Qadar adalah terkait dengan kisah dibalik penurunan surat Al-Qadr itu sendiri. Surat ini mengabarkan bahwa Quran yang mulia mulai diturunkan pada salah satu malam di bulan Suci ini. Untuk mendapatkan momen tersebut, panutan kita Rasullallah Muhammad SAW menghabiskan waktunya di Gua Hira.

Tidak diketahui pasti berapa lama beliau berkhalwat di gua sempit selebar kurang dari dua meter itu. Sebuah riwayat mengatakan tiga tahun dan secara intensif enam bulan melalui mimpi yang baik atau ru’ya ash shalihah (Fathul Bari, 1/27). Dari situ bisa diambil semacam gambaran—mudah mudahan benar—bahwa tak semua orang yang beribadah pada malam Qadar—karena pasti ada diantara malam di bulan Ramadhan—bisa mendapatkan diskon amal 1000 bulan.

Ada S&K lain selain islam, hidup, beribadah yaitu sudah siap lahir dan batin. Nah, sayangnya urusan siap tidak siap ini repot, sebab hakim penilainya adala Allah, dimana voucher malam Qadr ini akan diberikan langsung via malaikat pada malam itu bagi yang mendapatkannya. Saya sebenarnya agak kecewa juga mendapati kesimpulan ini. Lantas apa artinya, gembar-gembar bonus 1000 malam di surah Al-Qadr, toh ujungnya penilaian pemenangnya kualitatif, bukan terukur seperti sholatnya pas di malam tersebut, harus tidur dulu atau aturan fiqih lainnya. Tapi setelah saya pikir pikir, justru aturan kualitatif ini sangat rasional. Kira kira begini; Semakin besar diskon atau promonya pasti semakin ribet S&K nya. Jadi wajar dong syarat malam Qadar tak semudah itu ferguso. Jadi, kalau syaratnya mudah bisa dipastikan malam Qadar yang anda peroleh hoax bos!

Tapi, bukan Islam namanya kalau tidak bisa memberikan solusi atas berbagai kesulitan. Salah satu kabarnya bisa dicuplik dari sebuah riwayat yang menyebutkan sebab Allah memberikan malam ini kepada umat Nabi Muhammad SAW. Saya mendapatinya dari ceramah Gus Baha. Dinyatakan bahwa, Nabi kita agak protes sama Allah SWT karena rata-rata umur umatnya cuma pendek rata-rata katakanlah 60-70, bandingkan dengan moyang kita Nabi Adam yang sekitar 1000 tahun. Nah, solusi Allah ringkes saja, dengan pengalian 1000 bulan, umat Nabi Muhammad bahkan bisa mendapatkan bonus amalan melampaui umat-umat sebelumnya yang rata-rata panjang usianya. Ini baru yang namanya utopia dalam investasi; high gain low risk.

Dalam hitungan saya begini, katakanlah mendapat malam Qadar umur 30, maka yang bersangkutan sudah beribadah selama 83 tahun plus, ibadah lain sebelum di usia 30. Nah, bila dapat dua kali bisa dibayangkan, berarti yang bersangkutan beribadah setara kira-kira 166 tahun, itu sudah nyaris sama saja kita beribadah dari sejak bapak moyang kita Ibrahim AS lahir sampai meninggal di 175 tahun.

Maka itu, S&K bahwa ada syarat siap lahir dan batin untuk bisa mendapatkan malam yang mulia ini menurut saya wajar. Anggap saja begini, kalau nabi saja butuh uzlah tiga tahun untuk mendapatkan Qadr pertamanya ya anggap saja, kita yang punya kualitas iman kelas bulu sangat ringan ini perlu waktu 10 tahun. Saya agak optimis, seseorang yang bersungguh-sungguh mempersiapkan selama itu, maka voucher Malam Qadr yang diperoleh bisa lebih dari satu, dan bayangkan kalau dapat setiap Ramadhan!

Satu lagi yang bikin optimistis, sebuah hadist yang secara tersurat mengatakan tidak perlu sampai 10 tahun, cukup satu tahun saja. Anggaplah Ramadhan tahun ini skip, karena baru baca tulisan ini, seperti juga saya yang kelewatan detail S&K lailatul qadr, maka masih ada peluang besar pada tahun depan, semoga Allah memberi kesempatan pada kita. Sayangnya saya lupa dikitab mana hadist tersebut, yang saya ingat kalimat itu seharusnya ada di setiap hadist-hadist yang menyatakan malam Qadar ada di 10 hari terakhir. Banyak perawi memangkas kalimat yang kira kira bunyinya begini; beribadahlah selama satu tahun, maka akan dapat Qadr.

Sepintas logika hadist tersebut begini; kalau ibadah setiap malam setiap tahun pasti akan dapat juga, kan Allah sudah janji ada di salah satu malam. Namun, kalau maksudnya begitu bukankah seharusnya bunyinya beribadah lah setiap malam di bulan puasa, toh sudah dikasih bocoran sama Nabi pasti ada di salah satu malam di Ramadhan, khususnya 10 hari akhir. Namun, setelah direnungkan hadist itu tampaknya lebih cocok untuk diartikan begini; Persiapkanlah diri mu selama 11 bulan untuk mendapatkan satu malam istimewa di sebuah bulan yang penuh rahmat. Mengapa? Karena malam Qadr itu yang akan datang kepada Anda, bukan sebaliknya.

Oleh: Muhammad Ma’ruf,

Warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bogor, Jawa Barat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya