Perhatikan Adab-Adab Saat Hari Raya Idul Fitri

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 330 2409322 perhatikan-adab-adab-saat-hari-raya-idul-fitri-KrhE1QQhPY.jpg Adab-Adab saat Hari Raya Idul Fitri. (Foto: Freepik)

11. Mengambil Jalan Lain Ketika Berangkat dan pulang. Diantara hikmahnya adalah untuk menampakkan syiar Islam di hari raya.

12. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat.

13. Tidak disunnahkan sholat sunnah apa pun sebelum dan sesudah sholat ‘Ied, kecuali apabila sholat ‘Ied dilaksanakan di masjid maka disunnahkan sholat tahiyyatul masjid apabila sholat ‘Ied belum dimulai.

14. Bagi yang tertinggal shalat ‘Id bersama jama’ah, maka hendaknya dia mengqadha’ (mengganti)nya, dengan tata cara yang sama sebanyak dua rakaat.

15. Mengucapkan selamat hari raya :

“taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum".

16. Menjawab ucapan selamat idul fitri, dengan ucapan yang sama :

“Taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum".

Ucapan selamat di hari Idul Fithri itu bebas selama maknanya tidak salah. Contoh ucapannya:

- Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalan kami dan kalian. (ada riwayat dari Jubair bin Nufair)

- ‘Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.

- Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.

- Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.

- Selamat Idul Fithri 1440 H.

17. Bersenang-senang dan bergembira dengan mengadakan pesta atau permainan yang halal/mubah di hari raya dan diizinkan bagi anak kecil perempuan yang belum baligh untuk menyanyi dengan menggunakan satu-satunya alat musik yang dibolehkan dalam syari’at, yaitu rebana.

18. Menjauhkan diri dari bermain petasan atau kembang api atau hal sia-sia yang lainnya.

19. Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar'i berdasarkan sabdanya: 

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”.( HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226 )

20. Tetap menjaga shalat lima waktu.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita , memberikan kemudahan untuk senantiasa beramal shalih, dan mempertemukan kita dengan ramadhan tahun berikutnya. Aamiin.

11. Mengambil Jalan Lain Ketika Berangkat dan pulang. Diantara hikmahnya adalah untuk menampakkan syiar Islam di hari raya.

12. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat.

13. Tidak disunnahkan sholat sunnah apa pun sebelum dan sesudah sholat ‘Ied, kecuali apabila sholat ‘Ied dilaksanakan di masjid maka disunnahkan sholat tahiyyatul masjid apabila sholat ‘Ied belum dimulai.

14. Bagi yang tertinggal shalat ‘Id bersama jama’ah, maka hendaknya dia mengqadha’ (mengganti)nya, dengan tata cara yang sama sebanyak dua rakaat.

15. Mengucapkan selamat hari raya :

“taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum".

16. Menjawab ucapan selamat idul fitri, dengan ucapan yang sama :

“Taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum".

Ucapan selamat di hari Idul Fithri itu bebas selama maknanya tidak salah. Contoh ucapannya:

- Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalan kami dan kalian. (ada riwayat dari Jubair bin Nufair)

- ‘Ied mubarak, semoga menjadi ‘ied yang penuh berkah.

- Minal ‘aidin wal faizin, semoga kembali dan meraih kemenangan.

- Kullu ‘aamin wa antum bi khair, moga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan.

- Selamat Idul Fithri 1440 H.

17. Bersenang-senang dan bergembira dengan mengadakan pesta atau permainan yang halal/mubah di hari raya dan diizinkan bagi anak kecil perempuan yang belum baligh untuk menyanyi dengan menggunakan satu-satunya alat musik yang dibolehkan dalam syari’at, yaitu rebana.

18. Menjauhkan diri dari bermain petasan atau kembang api atau hal sia-sia yang lainnya.

19. Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar'i berdasarkan sabdanya: 

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”.( HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226 )

20. Tetap menjaga shalat lima waktu.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita , memberikan kemudahan untuk senantiasa beramal shalih, dan mempertemukan kita dengan ramadhan tahun berikutnya. Aamiin.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya