Niat Puasa Syawal Apakah Harus Dilakukan Malam Hari?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 330 2411803 niat-puasa-syawal-apakah-harus-dilakukan-malam-hari-oRZCAiOS9p.jpg Niat puasa Syawal. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Niat puasa Syawal bagaimanakah caranya? Apakah harus dilakukan pada malam hari atau saat makan sahur? Seperti diketahui puasa Syawal selama 6 hari berturut-turut atau diperbolehkan di selang-seling adalah amalan sunah. 

Untuk hal niat puasa Syawal, Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama menyatakan bahwa tidak wajib berniat di malam hari untuk puasa sunah, baik puasa sunah mutlak maupun terkait hari tertentu.

Baca Juga: Bagaimana Islam Memandang Pria Menikahi Perempuan Hamil Akibat Zina?

Pendapat ini berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Rasulullah menemuiku pada suatu pagi, kemudian beliau bertanya, ‘Apakah kalian memiliki suatu makanan?’ Aisyah mengatakan, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, 

فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ

‘Jika demikian, aku puasa.’

Di kesempatan hari yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami (Aisyah). Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, kami diberi hadiah hais (adonan kurma).’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta, 

أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا

‘Tunjukkan kepadaku, karena tadi pagi aku berniat puasa.’” (HR. Muslim, no. 1154)

Baca Juga: Masih Banyak Tamu Datang, Puasa Syawal Diizinkan Bisa Ditunda Dulu

Dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “jika demikian, saya puasa” bisa dipahami bahwa beliau belum berniat untuk puasa di malam hari.

Sebagian ulama berpendapat, seperti: Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah, bahwa diwajibkan untuk berniat di malam hari untuk puasa “tertentu”  seperti: puasa enam hari bulan Syawal, hari Arafah, Asyura, atau puasa “tertentu” lainnya. Jika ada orang yang melakukan puasa setengah hari (karena dia baru berniat di siang hari), dia tidak dianggap telah melaksanakan puasa satu hari penuh di hari itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikutip dari laman Konsultasisyariah pada Selasa (18/5/2021) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan pahala untuk puasa enam hari di bulan Syawal, bagi mereka yang puasa penuh sehari. Karena itu, niat puasa Syawal harus dilakukan sejak sebelum subuh.

Di samping itu, dijelaskan oleh beberapa ulama bahwa pahala puasa dicatat sejak mulai berniat. Dengan demikian, jika niat puasanya dimulai tidak dari awal hari –yaitu sejak terbit fajar– maka pahalanya kurang, sehingga dia tidak mendapatkan pahala yang dijanjikan untuk puasa enam hari ini.

Setelah memberi pemaparan di atas, Dr. Khalid al-Musyaiqih mengatakan, 

وعلى هذا إذا بدأ الصائم صومه من النهار فلا يصح صيامه على أنه نفل معين، وإنما يكون نفلاً مطلقاً، يعني له أجر صيام النفل المطلق، وهذا الذي يظهر لي؛ والله تعالى أعلم

Oleh karena itu, jika ada orang yang mengawali puasa sunah Syawal di siang hari maka puasanya tidak bisa dinilai sebagai puasa sunah Syawal. Namun, hanya puasa sunah mutlak.  Artinya, dia hanya mendapat pahala puasa sunah mutlak. Inilah pendapat yang menurutku lebih kuat.

Allahu a’lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya