Tidak Melihat Langsung Gerhana, Wajibkah Melaksanakan Sholat?

Hantoro, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 614 2415771 tidak-melihat-langsung-gerhana-wajibkah-melaksanakan-sholat-H5t1Ghbekd.jpg Ilustrasi Sholat Gerhana. (Foto: Freepik)

HARI ini masyarakat Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total (GBT) atau Super-Blood Moon. Peristiwa sangat langka ini bakal mulai terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Gerhana bulan total atau Super-Blood Moon merupakan salah satu peristiwa terhalanginya sinar matahari oleh Planet Bumi yang menyebabkan tidak semua cahaya sampai ke bulan. Gerhana ini terjadi ketika posisi matahari-Bumi-bulan sejajar.

Baca juga: Ini Waktu Pelaksanaan dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 

Dalam peristiwa tersebut, bulan akan berwarna merah (blood moon). Fenomena gerhana bulan total atau Super-Blood Moon ini merupakan peristiwa yang sangat langka dan baru akan terjadi lagi pada 2033.

Dalam ajaran agama Islam, bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka ia wajib melaksanakan Sholat Gerhana. Demikian dijelaskan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di laman Rumaysho.

Gerhana bulan. (Foto: NASA)

Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan sholat." (HR Bukhari Nomor 1047)

Apabila di suatu daerah tidak tampak gerhana, maka tidak ada keharusan melaksanakan Sholat Gerhana. Sebab, Sholat Gerhana ini diharuskan bagi siapa saja yang melihatnya secara langsung sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Baca juga: Gerhana Bulan Total, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan Kaum Muslimin 

Adapun waktu pelaksanaan Sholat Gerhana dimulai ketika gerhana muncul sampai gerhana tersebut hilang.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Artinya: "Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdoalah kepada Allah, lalu sholatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir)." (HR Bukhari Nomor 1060 dan Muslim Nomor 904)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sholat Gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk sholat. Jadi jika gerhana muncul setelah Sholat Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk sholat, maka Sholat Gerhana tetap boleh dilaksanakan.

Baca juga: 6 Fakta Pengaruh Gerhana Bulan terhadap Kesehatan Manusia 

Dalilnya adalah:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan sholat." (HR Bukhari Nomor 1047).

Dalam hadis tersebut tidak dibatasi waktunya. Kapan saja melihat gerhana, termasuk waktu terlarang untuk sholat, maka Sholat Gerhana tetap dilaksanakan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya