Menag: Sampai saat Ini Belum Ada Negara yang Mendapat Kuota Haji

Hantoro, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 614 2419612 menag-sampai-saat-ini-belum-ada-negara-yang-mendapat-kuota-haji-5zEGZXeksJ.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Kemenag RI)

INDONESIA resmi membatalkan pemberangkatan calon jamaah haji tahun ini. Hal itu sebagaimana diumumkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Alasan keselamatan jiwa calon jamaah haji Indonesia menjadi pertimbangan utama pemerintah memutuskan pembatalan pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci Makkah. Pasalnya sampai saat ini, wabah covid-19 masih menyerang banyak negara, termasuk Arab Saudi.

Baca juga: Menag: MUI dan Ormas Islam Memahami Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji 

Di sisi lain, Menag Yaqut mengatakan Pemerintah Arab Saudi sampai hari ini yang bertepatan dengan 22 Syawal 1442 Hijriah belum juga mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M.

"Ini bahkan tidak hanya Indonesia, tapi semua negara. Jadi sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota, karena penandatanganan nota kesepahaman memang belum dilakukan," tegas Gus Yaqut –sapaan akrabnya– dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Ia melanjutkan, kondisi ini berdampak pada persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, berbagai persiapan yang sudah dilakukan, tapi belum dapat difinalisasi.

Untuk layanan dalam negeri, misalnya kontrak penerbangan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih), penyiapan dokumen perjalanan, penyiapan petugas, dan pelaksanaan bimbingan manasik. Semuanya baru bisa diselesaikan apabila besaran kuota haji sudah diterima dari Arab Saudi.

Baca juga: Jamaah Haji Batal Berangkat, DPR: Jangan Salahkan Pemerintah 

Demikian pula penyiapan layanan di Arab Saudi, baik akomodasi, konsumsi, maupun transportasi, belum bisa difinalisasi karena belum ada kepastian besaran kuota, termasuk skema penerapan protokol kesehatan haji, dan lainnya.

"Itu semua biasanya diatur dan disepakati dalam MoU antara negara pengirim jamaah dengan Saudi. Nah, MoU tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M itu hingga hari ini belum juga dilakukan," ungkapnya.

"Padahal dengan kuota 5 persen dari kuota normal saja, waktu penyiapan yang dibutuhkan tidak kurang dari 45 hari," lanjut Menag Yaqut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah dampak dari penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan secara ketat oleh Arab Saudi karena situasi pandemi covid-19. Pembatasan itu bahkan termasuk pelaksanaan ibadah.

Berkaca pada penyelenggaraan umrah awal tahun ini, pembatasan tersebut antara lain larangan sholat di Hijir Ismail dan berdoa di sekitar Multazam. Saf saat mendirikan sholat juga diatur berjarak. Ada juga pembatasan untuk sholat jamaah, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

"Pembatasan masa tinggal juga akan berdampak, utamanya pada penyelenggaraan Arbain. Karena masa tinggal di Madinah hanya 3 hari, maka dipastikan jemaah tidak bisa menjalani ibadah Arbain," terangnya.

Baca juga: Jamaah Haji Batal Berangkat, Menag: Agama Ajarkan Menjaga Jiwa Harus Diutamakan 

Ia menambahkan, pembatalan pemberangkatan jamaah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI), baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya. Jamaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (bipih) 1441H/2020M akan menjadi jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022M.

"Setoran pelunasan bipih dapat diminta kembali oleh jamaah haji yang bersangkutan. Jadi uang jamaah aman. Dana haji aman. Indonesia juga tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji. Info soal tagihan yang belum dibayar itu hoaks," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Tidak Berangkatkan Jamaah Haji, Menag: Sudah Melalui Kajian Mendalam 

Menag Yaqut menyampaikan simpati kepada seluruh jamaah haji yang terdampak pandemi covid-19 tahun ini. Untuk memudahkan akses informasi masyarakat, selain Siskohat, Kemenag juga telah menyiapkan posko komunikasi di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Kemenag juga tengah menyiapkan WA Center yang akan dirilis dalam waktu dekat.

"Keputusan ini pahit, tapi inilah yang terbaik. Semoga ujian covid-19 ini segera usai," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya