Alquran dan Sains Ungkap Kehidupan Hewan Mirip Manusia

Hantoro, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 614 2430056 alquran-dan-sains-ungkap-kehidupan-hewan-mirip-manusia-WIMLkCbDto.jpg Ilustrasi hewan burung. (Foto: Sid Balachandran/Unsplash)

ALQURAN dan sains kali ini mengungkap bahwa kehidupan hewan mirip manusia. Hewan juga memiliki aktivitas beragam, mulai berkelompok, bermigrasi membangun tempat tinggal, mempertahankan diri, hingga mencari sumber makanan. Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa hewan hidup membentuk komunitas yang terorganisasi lalu bekerja bersama-sama. Ini menyiratkan kemiripan dengan kehidupan manusia.

Penelitian terhadap berbagai kelompok hewan dan perilakunya telah dilakukan menggunakan beragam peralatan modern serta canggih. Tim peneliti menemukan hal-hal baru seiring kemajuan sains dan teknologi. Penemuan tersebut memperlihatkan aktivitas hewan yang berkelompok, misalnya bermigrasi hingga mencari sumber makanan.

Baca juga: Alquran dan Sains Beberkan Fungsi serta Manfaat Tumbuhan di Muka Bumi 

Mengenai hewan dan burung yang hidup membentuk komunitas seperti manusia, sebenarnya telah jauh dijelaskan dalam kitab suci Alquran. Sebagaimana diungkapkan dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan.

Hewan burung. (Foto: Devmaryna/Freepik)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surah Al-An'am Ayat 38 yang artinya:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Artinya: "Dan tidak ada seekor hewan pun yang ada di Bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dikumpulkan." (QS Al-An'am: 38)

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Bukti-Bukti Adanya Gunung Berapi di Bawah Lautan 

Dalam buku 'Tafsir Ilmi Hewan dalam Perspektif Alquran dan Sains' yang disusun Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dijelaskan juga mengenai migrasi hewan.

Guna dapat disebut sebagai migrasi dan bukan sekadar persebaran secara lokal, peristiwa pergerakan hewan harus berlangsung secara tahunan atau musiman. Burung-burung jenis tertentu terbang ke tempat yang panas ketika tempat tinggal asalnya mengalami musim dingin.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Migrasi juga bisa dipicu perubahan perilaku dalam siklus hidup hewan, seperti anak ikan salmon yang berukuran tertentu akan bermigrasi dari hulu sungai ke laut untuk menjalani hidup dewasanya.

Siklus sebuah migrasi bisa saja diselesaikan oleh individu dari satu generasi yang sama dan bisa juga dilakukan lintas generasi. Contoh klasik dari siklus yang disebut terakhir ini dapat dilihat pada kupu-kupu monarch (Danaus Plexippus) yang bermigrasi dari Kanada ke Meksiko dan kembali lagi.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Gunung Berubah Jadi Daratan Akibat Erosi 

Migrasi tidak hanya terjadi pada dunia burung dan kupu-kupu. Migrasi juga dilakukan oleh beberapa jenis binatang menyusui, serangga, ikan dan kelompok kepiting atau udang.

Terungkap juga bahwa hewan melakukan komunikasi dengan berbagai cara, misalnya dengan feromon, suatu hormon yang mengeluarkan bau dan dihasilkan oleh satu atau lebih kelenjar pada tubuhnya. Dalam ayat Alquran terungkap mengenai komunikasi yang dilakukan oleh semut.

Baca juga: Alam Semesta Terus Mengalami Perluasan? Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surah An-Naml Ayat 17–18 yang artinya:

وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Artinya: "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS An-Naml: 17–18)

Buku 'Tafsir Ilmi' mengungkapkan bahwa ayat ini menggambarkan sistem komunikasi di antara semut yang sangat mungkin menggunakan bahan bersifat kimiawi.

Bila seekor serangga, misalnya, mengeluarkan feromon, maka jenis lainnya akan menerimanya dengan cara mencium baunya atau menyentuhnya, dan bereaksi sesuai dengan maksud dikeluarkannya hormon tersebut.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Alquran dan Sains: Gunung Jadi Pasak Bumi, Membuat Kokoh dari Guncangan 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya