Kenali 6 Rukun Wudu Beserta Tata Cara dan Doanya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 614 2439187 kenali-6-rukun-wudu-beserta-tata-cara-dan-doanya-Gak0pJeyRb.jpg Ilustrasi wudu. (Foto: Shutterstock)

WUDU menjadi syarat sah sholat. Maka itu, wudu harus dilakukan dengan tenang dan sempurna. Cara seseorang dalam melakukan wudu akan menentukan bagaimana dia sholat. Demikian disampaikan Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi.

Ia menerangkan, ketika wudu diterapkan secara tergesa-gesa, maka dalam sholatnya bisa jadi bakal tergesa-gesa pula. Saat dalam sholat tergesa-gesa, maka tidak akan mendapat kekhusyukan dan kesempurnaan.

Baca juga: Tata Cara Sholat Sunah Wudhu Beserta Niat dan Keistimewaannya 

Terkait perintah wudu sebelum sholat, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam kitab suci Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَين

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah wajahmu, dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki." (QS. Al-Maidah: 6)

Dalam mazhab Syafii disebutkan bahwa rukun wudhu ada enam. Imam Syafii dalam Kitab al Ghayah wa at-Taqrib karya Imam Abu Syuja' (wafat 593 Hijriah) dan Kitab Safinatun Najaah karya Syekh Salim bin Sumair al Hadhrami (wafat 1271H) menjelaskan rukun-rukun wudu, yakni:

وفروض الوضوء ستة أشياء: النية عند غسل الوجه وغسل الوجه وغسل اليدين مع المرفقين ومسح بعض الرأس وغسل الرجلين إلى الكعبين والترتيب على ما ذكرناه

Fardu wudu ada enam: (1) Niat saat membasuh wajah, (2) Membasuh wajah, (3) Membasuh kedua tangan dan juga kedua siku, (4) Mengusap sebagian kepala, (5) Membasuh kedua kaki dan juga kedua mata kaki, (6) Tertib anggota wudu sebagaimana telah disebutkan.

Baca juga: Yuk Selalu Jaga Wudhu, Insya Allah Terhindar dari Covid-19 

1. Niat

Rukun pertama adalah Niat. Niat merupakan hal yang paling utama dalam beribadah. Dalam Mazhab Syafii, niat itu ada yang hukumnya wajib dan ada yang hukumnya sunah. Niat yang hukumnya wajib yaitu niat yang dihadirkan dalam hati pada saat membasuh wajah. Adapun niat yang dilafazkan sebelum berwudhu hukumnya sunah.

2. Membasuh wajah

Membasuh wajah yaitu bagian atas kening tempat tumbuhnya rambut sampai bagian dagu. Termasuk orang yang memiliki jenggot wajib meratakan air ke bagian luar dan dalamnya.

3. Membasuh kedua tangan sampai siku

Wajib diperhatikan dalam membasuh dari ujung jari, sela-sela jari, bagian belakang tangan, dan siku. Lebih aman, basuhlah dengan melebihkan sedikit di atas siku dan pastikan bagian belakang siku terkena air.

4. Mengusap kepala

Usap bagian kepala dengan menggunakan air wudu hingga mengenai semua bagian rambut.

5. Membasuh kedua kaki

Jelas dalam firman Allah di Surah Al Maidah Ayat 6 bahwa umat Islam diperintahkan membasuh kaki sampai mata kaki.

6. Tertib

Rukun terakhir adalah tertib. Tertib di sini adalah melaksanakan tata cara berwudu secara berurutan. Tidak boleh mendahulukan yang akhir dan mengakhirkan yang awal.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mari diperhatikan tata cara berwudu:

1. Niat

2. Membasuh kedua telapak tangan hingga sela jari (3x)

3. Berkumur bersamaan dengan menghirup air dengan hidung (3x)

4. Membasuh wajah (3x)

5. Membasuh kedua tangan sampai siku (3x) diawali dari kanan

6. Membasuh kepala dan rambut (3x)

7. Membasuh sisi dalam dan luar telinga (3x) boleh berbarengan

8. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki serta ruas jari kaki (3x) diawali dari kanan

9. Tertib

Baca juga: Melihat Tata Cara Wudu Nabi Muhammad 

10. Kemudian sempurnakan dengan doa setelah wudu:

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له.وأشهد أن محمد عبده ورسوله. اللهم اجعلني من التوابين، واجعلني من المتطهرين، وجعلني من عبادك الصالحين.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah. wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warasuuluh. allahummaj'alnii minattawwaabiin, waj'alnii minal mutathahhiriin waj'alnii min 'ibadikash shaalihiin.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." (HR Muslim 1/209)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya