Aa Gym Ungkap 5 Konsep Keuntungan Bisnis Menurut Islam

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 21:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 330 2451986 aa-gym-ungkap-5-konsep-keuntungan-bisnis-menurut-islam-PaZOpvxw7G.jpg KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. (Foto: YouTube Aa Gym Daily Vlog)

KIAI Haji Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym mengatakan bahwa dalam berbisnis tidak hanya soal mencari keuntungan materi, tapi ada juga hal lain, seperti nama baik dan relasi. Ini tercermin dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang merupakan pedagang sukses.

Bisnis Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak hanya menguntungkan secara finansial, tapi juga menjadi fondasi dalam dakwah. Untuk itu, menurut Aa Gym, ada lima konsep keuntungan berbisnis dalam ajaran agama Islam.

Baca juga: Aa Gym Ungkap 2 Penyebab Orang Sulit Tobat dan Berubah 

1. Bertambah ilmu

Saat membuka usaha, keuntungan tidak selalu identik dengan materi. Untung yang pertama jika selama usaha ilmu, pengalaman, dan wawasan bertambah itu sudah disebut untung. Bahkan saat tertipu pun menurut Aa Gym juga sebuah keuntungan.

"Karena kita jadi dapat ilmu bagaimana kelalaian bisa membuat kita tertipu, bagaimana kelalaian dapat membuat rugi. Walaupun kita enggak dapat untung uang tapi kalau ilmu bertambah, wawasan bertambah, pengalaman bertambah itu adalah keuntungan," kata Aa Gym, dikutip dari video di kanal YouTube-nya Daily Vlog Aa Gym, Jumat (6/8/2021).

2. Membangun kredibilitas

Disebut untung kalau bisnis bisa membangun nama baik dan kredibilitas diri. Ada kalanya kita memang tidak mendapat untung uang, tapi jika orang bisa mengenal kita sebagai pribadi yang jujur dan usaha yang profesional itu juga penting karena nama baik adalah bagian dari keuntungan. Jangan coba-coba mencari keuntungan dengan mengabaikan kredibilitias, mengambaikan nama baik.

"Apalagi sebagai seorang Muslim, tidak ada licik, tidak ada timbangan yang dikurangin tidak ada sumpah palsu, tidak ada melebih-lebihkan, tidak ada mencampur yang bagus dengan yang jelek, tidak ada tidak menepati janji," ujar Aa Gym.

Seorang pedagang yang beruntung adalah yang dengan usahanya nama makin dikenal sebagai orang yang jujur, terpercaya kredibilitas makin meningkat, dan ini adalah aset yang sangat mahal.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendapat gelar Al Amin karena beliau adalah seorang pribadi yang sangat jujur dan terpercaya.

Oleh karena itulah, lihat bagaimana orang menitipkan modal. Kalau belanja orang suka beli dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Kalau berdagang orang berlomba-lomba membeli di Rasulullah.

Mengapa? Karena pribadi Rasulullah itu jaminan mutu garansi. Bicara pasti benar berjanji seperti ditepati. Diberi amanah, tidak pernah khianat. Bisnis adalah membangun kredibilitas.

Baca juga: Aa Gym Ungkap 2 Sifat Paling Berbahaya bagi Seorang Muslim 

3. Bisa menambah saudara

Arti menambah saudara di sini adalah membangun jaringan. Usaha yang baik adalah yang setiap hari dapat membuat bertambah teman. Mungkin tidak untung uang, atau bahkan keluar uang. Tapi ada hati yang tersambung, ada hati yang terpaut. Jangan gadaikan silahturahim. Jangan sampai putus silahrutahmi hanya karena uang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Niat menguntungkan orang lain

Bisnis yang baik adalah diniatkan menguntungkan orang lain. Jadi jangan serakah, jangan egois hanya diri sendiri yang dapat untung uang.

"Karena konsep dari Islam, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain," kata Aa Gym mengutip Hadis Riwayat Tabrani.

Jadi, jangan berat menguntungkan orang lain. Allah Subhanahu wa ta'ala telah membagi rezeki, maka itu tidak perlu licik, serakah, dengki. Bahkan, keperluannya adalah menguntungkan orang lain sebanyak mungkin.

Baca juga: Aa Gym: Lihat Orang Lain Dapat Rezeki, Doakan yang Baik-Baik 

5. Harus jadi amal salih

Bisnis yang untung dipastikan adalah bisnis yang jadi amal salih. Niatkan tulus berbisnis karena Allah Subhanahu wa ta'ala. Haqqul yaqin manusia diciptakan sudah lengkap dengan rezeki masing-masing.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)." (QS Hud: 6)

"Kita diciptakan sudah lengkap dengan rezeki, jadi ikhtiar yang dilakukan bukan untuk mencari rezeki, akan tetapi ikhtiar menjemput rejeki. Sebab yang dicari adalah keberkahannya," kata Aa Gym.

"Maka dalam bisnis pastikan niat, "Ya Allah saya niat menjemput rezeki-Mu hanya karena Engkau. Saya niatkan Lillahi ta'ala. Kemudian bekerjalah dengan benar, lurus, karena rezeki tidak tertukar," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya