Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikah Harus Diniatkan karena Allah Ta'ala, Ini Keutamaannya

Laras Dwi Sasmita , Jurnalis-Sabtu, 14 Agustus 2021 |10:37 WIB
Menikah Harus Diniatkan karena Allah Ta'ala, Ini Keutamaannya
Ilustrasi pernikahan. (Foto: Okezone)
A
A
A

USTADZ Bobby Herwibowo mengatakan dalam menikah harus diniatkan karena Allah Subhanahu wa ta'ala. Pasalnya, inilah yang membuat pernikahan menjadi ibadah bernilai pahala besar. Begitupun mempertahankan sebuah pernikahan, juga harus diniatkan karena Allah Ta'ala.

"Sesungguhnya amalan apa pun tergantung dengan niatnya. Segala yang mubah bisa jadi ibadah, bisa jadi haram. Kalau ingin menikah tetapi batal dan kembali niat menikah dengan yang lain, maka pertahankan niat karena Allah," kata Ustadz Bobby Herwibowo, seperti dikutip dari program Cahaya Hati di kanal YouTube Official iNews TV, Sabtu (14/8/2021).

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Lidah Api Matahari Menjulur Cepat Setinggi 500 Ribu Km 

Ia mengungkapkan bahwa seorang istri harus bersabar dalam mengurus suami. Sebab, perempuan memiliki keistimewaan dapat masuk surga melalui pintu mana pun dengan menjalankan kewajibannya. Salah satunya adalah selalu patuh serta sabar terhadap suami di dalam biduk rumah tangga.

"Segedeg-gedegnya sama suami harus taat. Bahwa perempuan itu bisa masuk surga dari pintu mana saja. Perempuan itu kata Rasulullah kalau dia sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, dia jaga kepribadiannya dan yang keempat dia taat sama suaminya dia boleh masuk surga dari pintu mana pun," paparnya.

Baca juga: Benarkah Matahari Akan Padam? Ini Jawaban Alquran dan Sains 

Membawakan Surah Tahrim Ayat 10, Ustadz Bobby menceritakan kisah Nabi Luth Alaihissallam dan Nabi Nuh Alaihissallam yang memiliki istri kejam. Kemudian pada ayat 11-nya, diceritakan seorang istri yang bertahan terhadap sikap kejam suami. Bagi Ustadz Bobby, kisah tersebut dapat memberikan pembelajaran bahwa sebuah pernikahan adalah ibadah yang suci.

"Surah Tahrim di ayat 10 menceritakan dua nabi yang memunyai istri jahat, Nabi Nuh dan Luth. Di ayat 11, Allah cerita ada istri yang punya suami jahat. Allah buat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman istrinya Firaun. Tapi istrinya Firaun enggak pernah minta cerai, karena pernikahan itu ibadah yang luar biasa," tutur Ustadz Bobby.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement