Kandungan Surah Al Asr Ayat 1-3

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 330 2472338 kandungan-surah-al-asr-ayat-1-3-vwydqVtdMe.jpg Ilustrasi kandungan Surah Al Asr. (Foto: Shutterstock)

KANDUNGAN Surah Al Asr sangat besar. Meski hanya berisi tiga ayat, Surah Al Asr yang memiliki arti 'Waktu sore' terdapat makna mendalam di baliknya. Al Asr tergolong surah Makkiyah atau yang diturunkan di Kota Makkah, Arab Saudi. Al Asr adalah surah ke-103 dalam kitab suci Alquran.

Surah Al Asr memiliki keistimewaan karena mengandung peringatan tentang waktu dan keselamatan manusia. Berikut ini isi Surah Al Asr Ayat 1 sampai 3:

وَالۡعَصۡرِۙ

Wal' asr

Artinya: "Demi masa."

اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ

Innal insaana lafee khusr

Artinya: "Sungguh, manusia berada dalam kerugian." 

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ

Il lal lazeena aamanu wa 'amilus saali haati wa tawa saw bil haqqi wa tawa saw bis sabr

Artinya: "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."

Baca juga: Seleksi Tilawatil Quran Nasional 2021 Siap Digelar di Maluku Utara 

Ilustrasi kandungan Surah Al Asr. (Foto: Freepik)

Menurut Ustadz Muchlis Almugni, Surah Al Asr menekankan pentingnya waktu sebagaimana ayat pembukanya yang bermakna "Demi masa". Salah satu keutamaan surah ini, dulu para sahabat selalu membaca surah ini untuk mengingatkan satu dengan yang lainnya.

"Imam Syafii mengatakan, siapa yang benar-benar memahami Surah Al Asr ini cukuplah baginya menjadi petunjuk," kata Ustadz Muchlis saat mengisi kajian rutin di Masjid Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Adapun kandungan Surah Al Asr Ayat 1 sampai 3 adalah:

1. Wal-'Asr (demi masa).

Al Asr berarti waktu Ashar (sore). Bisa juga dimaknai menekan sesuatu atau memeras. Surah ini mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Betapa banyak waktu yang kita lalui tanpa ada peningkatan iman dan amal.

Surah ini mengisyaratkan bahwa waktu itu sangat berharga. Jangan sampai kita mengisi waktu dengan perkara yang konsumtif, tapi isilah dengan hal-hal yang produktif.

"Kalau kita tidak menggunakan waktu dengan baik, maka waktu akan memenggal kita. Kalau tadi artinya memeras, maka setiap orang yang keluar untuk bekerja itu hakikatnya dia sedang memeras tenaga untuk mendapatkan sesuatu. Maka manfaatkanlah waktu yang kita punya," jelas Ustadz Muchlis.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Makan-Minum Sambil Duduk Lebih Sehat, Ini Buktinya 

2.Innal-insaana lafii Khusr (sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian).

Khusrin itu bisa berarti negatif. Insan bermakna lupa dan merasa senang, atau sifatnya manusia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Illalladzina Aamanu wa 'amilus-shalihati wa tawa shau bil-haqqi wa tawashaubis-shobr (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran).

Semua manusia akan celaka kecuali mereka yang beriman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab, Rasul, hari akhir, qada dan qadar. Contohnya orang yang meninggalkan salat, tidak boleh dihukumi kafir. Tanya dulu alasannya kenapa dia tinggalkan salat. Apakah karena malas atau karena sengaja. Jika alasannya karena malas berarti ia fasik, bukan kafir.

Baca juga: Mengapa Luar Angkasa Sangat Gelap? Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Iman adalah syarat mutlak seseorang untuk masuk surga milik Allah Subhanahu wa ta'ala. Orang-orang beriman dan beramal saleh adalah manusia terbaik. Allah memuji mereka dalam Alquran. Hal yang membedakan seorang muslim dengan non muslim adalah iman.

Karakter iman manusia yaitu "Al-Imanu yazidu wa yanqush" (iman itu naik dan turun). Jadi, iman bisa naik tergantung ketaatan seseorang. Beda dengan imannya para Malaikat yang tidak bertambah dan tidak berkurang karena mereka diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Mereka tercipta tanpa nafsu.

Sedangkan iman para Nabi terus meningkat dan tidak pernah berkurang meskipun diberi ujian berat. Itulah kemuliaan para Nabi.

"Kemudian setelah beriman, manusia beruntung adalah mereka yang beramal saleh. Jadikan setiap pekerjaan kita sebagai amal saleh. Awali dengan niat untuk Allah agar amalannya diterima Allah," terang Ustadz Muchlis.

Baca juga: Otak Manusia Usia 40 Tahun Berubah Menakjubkan, Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Selanjutnya agar terhindar dari kerugian, jadilah orang yang senantiasa saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Kita tidak cukup hanya beriman dan beramal saleh, namun harus saling menasihati untuk memperjuangkan kebenaran.

Menurut para ulama, sabar itu ada tiga macam yaitu sabar dalam ketaatan (beribadah), sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar menghadapi takdir Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya