Diskusi dengan Pemuka Agama Lain, Wanita Cantik Ini Malah Yakin Jadi Mualaf

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 01:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 621 2503464 diskusi-dengan-pemuka-agama-lain-wanita-cantik-ini-malah-yakin-jadi-mualaf-1jfeoylnvG.jpg Kisah mualaf cantik asal Kanada Jenny Meolendyk Divleli. (Foto: YouTube Ape Astronaut)

SEORANG wanita cantik asal Kanada bernama Jenny Meolendyk Divleli resmi menjadi mualaf usai berdiskusi dengan pastor di gereja universitasnya. Padahal, Jenny memiliki prasangka buruk terhadap umat Islam sebelumnya.

Dikutip dari kanal YouTube Ape Astronaut, Kamis (18/11/2021), Jenny terlahir dan dibesarkan di British Columbia bagian barat. Ayah Jenny adalah perwira Royal Canadian Mounted Police (RCMP), sementara sang ibu adalah seorang perawat. Jenny sendiri memiliki cita-cita menjadi penerjemah bahasa isyarat untuk para tunarungu.

Baca juga: Dilantik Jadi Panglima TNI, Ini Perjalanan Spiritual Jenderal Andika Perkasa hingga Jadi Mualaf 

Usai lulus dari Universitas Winnipeg, Jenny sempat menjadi seorang penerjemah. Ia bahkan sudah mendapat sertifikat legal sebagai pengajar. Kini ia telah menjadi seorang guru bahasa Inggris.

Sebelum menjadi seorang Muslimah, Jenny benar-benar tidak tahu tentang Islam. Ia hanya ingat pernah memiliki satu teman Muslim saat SMA. Namun ketika itu Jenny masih belum tahu bahwa temannya tersebut seorang Muslim.

Kisah mualaf cantik asal Kanada Jenny Meolendyk Divleli. (Foto: YouTube Ape Astronaut)

"Sebelum saya menjadi seorang Muslimah, bisa dikatakan saya hanya tahu sedikit tentang Islam. Seingat saya, Muslim pertama yang saya kenal adalah rekan saya saat masih SMA. Saya tidak tahu dia seorang Muslimah dan baru mengetahuinya bertahun-tahun kemudian setelah saya masuk menjadi Islam," kata Jenny dalam video tersebut.

Ia mengetahui informasi tentang Islam hanya melalui media, terutama saat peristiwa 9 November di mana beberapa Muslim bertanggung jawab atas segala serangan teror yang terjadi. Jenny berpikir bahwa para wanita akan selalu tertindas dalam Islam.

Baca juga: Momen Indah Pangeran Ghana Mualaf Dihadiahi Jubah oleh Imam Masjidil Haram, Netizen: Akhlak Mulia 

Hingga akhirnya dirinya berkenalan dengan seorang Muslim. Setelah bercengkerama cukup lama, ia mengaku terkejut saat mengetahui fakta sebenarnya. Pasalnya, penjelasan temannya itu sangat berbeda dengan citra Islam yang beredar di media.

Tidak hanya itu, Jenny kembali dikejutkan dengan fakta bahwa nabi dalam Islam dan Kristen adalah sama. Menemukan banyak persamaan antara Islam dan Kristen, Jenny pun mulai belajar dan melakukan penelitian lebih dalam tentang agama Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Saat bekerja, Jenny bertemu dengan satu keluarga Muslim Suriah yang begitu ramah kepadanya. Mereka membawakan sebuah buku dan membimbing Jenny dengan tulus untuk mempelajari agama Islam. Bahkan, Jenny juga diajak pergi ke masjid bersama. Melihat niat baik itu, dia pun sangat senang dan antusias untuk belajar agama Islam.

Saat ke masjid, Jenny bertemu beberapa perempuan Muslim yang seusia dengannya. Seiring berjalannya waktu, Jenny merasakan hal yang berbeda dalam hidupnya. Ia merasa menjadi pribadi yang lebih baik dan tenang dalam menjalani kehidupan.

Baca juga: Kisah Mualaf Angel Lelga, Tahu Tujuan Hidup Semenjak Jadi Muslimah 

"Saya mulai bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan serius seperti, 'Apakah ini sesuatu yang benar-benar saya yakini?'," ujar Jenny.

Suatu malam, Jenny berdoa kepada Tuhan untuk meminta keyakinan akan suatu hal yang benar. Entah Tuhan dalam Islam maupun Kristen, Jenny hanya memohon untuk diberikan petunjuk yang jelas. Setelah malam itu, Jenny merasa bahwa Islam adalah jawabannya.

Pasalnya, Jenny sempat berdiskusi dengan seorang pastor komunitas Kristen di kampus universitasnya. Ia bertanya banyak tentang keraguannya selama ini, namun tidak mendapat jawaban yang jelas. Sang pastor hanya menegaskan bahwa hal yang terpenting dalam kepercayaan adalah iman.

"Jadi saya duduk dengan pendeta, mengajukan pertanyaan ini dan dia tak bisa memberikan jawaban apa pun kepada saya. Dia berkata, 'Pada akhirnya Anda hanya perlu percaya. Itulah iman, Anda harus percaya'," ucapnya.

Baca juga: Kisah Mualaf Bella Saphira, Terungkap Cobaan Berat yang Dihadapi 

Pada akhir pekan yang sama, Jenny mengikuti konferensi yang diadakan oleh Asosiasi Mahasiswa Muslim setempat. Mereka mengundang seorang pembicara yang populer dari Inggris. Mendapat kesempatan untuk berbincang dengannya, Jenny pun mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang diajukan kepada pastor.

Berbeda dengan sang pastor, pembicara asal Inggris itu dengan jelas menjawab semua pertanyaan Jenny. Bukan hanya dari perspektif Islam, pembicara Muslim itu memberikan penjelasan dari berbagai sudut pandang.

Jenny mengatakan, "Ini bagian yang sangat unik. Saya mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang saya ajukan kepada pastor. Saya menanyakan tentang Bible dan saudara dari Inggris ini memberi saya sejarah bukan dari perspektif Muslim. Dia adalah seorang sarjana perbandingan agama. Dia memberi saya perspektif dari agama Kristen, gereja, serta buku-buku sejarah Kristen."

"Saya ingin kebenaran, sesuatu yang konkret. Itulah tujuan mengapa saya pergi ke pastor dan pada saat itu saya merasa sangat lega sehingga saya berpikir, 'Itu dia! Itu faktanya'," sambungnya.

Baca juga: Dulu Tak Percaya Tuhan, Pria Inggris Ini Jadi Mualaf Setelah Lihat Perilaku Muslim Suriah 

Setelah perbincangan itu, Jenny merenung dan menemukan jawaban yang mantap untuk masuk Islam. Keesokan harinya, Jenny pun langsung memakai hijab dan menghindari segala larangan yang diajarkan dalam agama Islam, seperti minum alkohol, makan daging babi, dan lainnya.

Meski demikian, ia masih ragu untuk mengucapkan syahadat. Ia merasa masih membutuhkan waktu satu pekan lagi untuk yakin akan keputusannya ini.

Hingga akhirnya pada tanggal 14 Mei 2021, Jenny pun resmi menjadi mualaf dengan bersyahadat di hadapan semua orang di konferensi tersebut. Namun, perpindahan agamanya ini sempat ditentang oleh keluarga dan para sahabatnya. Banyak yang merasa takut dan langsung menjauh dari Jenny. Sebab, kini gaya hidupnya jauh berbeda dengan yang dulu.

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Asal Australia, Mantap Pakai Hijab Setelah Alami Kejadian Mengejutkan 

Meski demikian, Jenny tidak goyah. Ia tetap teguh menjadi seorang Muslimah yang taat dan kerap menyebarkan ajaran agama Islam. Menurutnya, Islam adalah agama yang sempurna.

"Yang paling saya sukai tentang Islam adalah saya mendapatkankeseimbangan secara iman, spiritual, dan intelektual. Itu adalah keseimbangan yang sempurna. Semua memiliki bukti dan juga fakta bahwa Alquran memang terpelihara. Semua hal yang diperintahkan sangat masuk akal bagi saya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya