Kisah Jurnalis Cantik Australia Mantap Jadi Mualaf Usai Wawancarai Tokoh Muslimah

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Sabtu 27 November 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 621 2508187 kisah-jurnalis-cantik-australia-mantap-jadi-mualaf-usai-wawancarai-tokoh-muslimah-UhQwU3VTUS.jpg Kisah jurnalis Australia Sarah Price mantap jadi mualaf usai mewawancarai tokoh Muslimah. (Foto: YouTube Penduduk Langit)

SARAH Price tidak pernah menyangka akan menjadi seorang mualaf. Ia meraih hidayah Islam dari Allah Subhanahu wa ta'ala usai terkesima dengan lantunan azan pemanggil sholat berjamaah di masjid. Ditambah, dia terkesan dengan tokoh Muslimah yang pernah saja diwawancarainya.

Dikutip dari YouTube Penduduk Langit, Sabtu (27/11/2021), gadis cantik yang berprofesi sebagai jurnalis ini menceritakan, sebelum mantap menjadi mualaf, dirinya kerap mendengar kosakata-kosakata seperti Islamis, jihadis, larangan mengemudi untuk perempuan di Arab Saudi, burqa, peristiwa 11 September, hingga ISIS.

Baca juga: Berniat Pesta Pora, Gadis Cantik Ini Malah Yakin Jadi Mualaf 

Sarah mengatakan bahwa untuk sebuah kata yang berarti penyerahan damai kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, Islam adalah agama yang kerap terhubung pada beberapa konotasi negatif dan sering menjadi pihak yang disalahkan di media massa.

Kisah mualaf Sarah Price jurnalis Australia. (Foto: YouTube Penduduk Langit)

Dirinya mengungkapkan banyak orang sering bingung ketika berjumpa dengannya. Bahkan beberapa orang Australia sendiri bertanya, dari negara mana dia berasal? Lantas, mereka terkejut ketika mendengar kata Australia. Pasalnya, Australia dan Muslimah merupakan kombinasi yang tidak terpikirkan bagi sebagian orang.

Baca juga: Kisah Mualaf Junior Liem, Mantap Memperdalam Islam Usai Menikah dengan Putri Titian 

Hijrahnya Sarah menjadi Muslimah tidak mudah. Dia berulang kali diselidiki, ditolak, dipecat dari pekerjaan, kehilangan teman-teman, dan mendapat tantangan berat dari keluarga. Mereka sulit menerima perubahan Sarah.

Sarah mendapat banyak komentar yang keras dan kasar tentang perpindahan agamanya. Beberapa orang menganggap bahwa dia rela menjadi mualaf demi seorang pria.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebelumnya Sarah merupakan pemeluk Kristen yang taat. Ia mengatakan bahwa pengalamannya sebagai seorang Kristen adalah titik tolak perjalanan keimanannya.

Semua berawal dari perjalanan Sarah ke Malaysia saat mengikuti pertukaran mahasiswa. Dia mengakui bahwa tidak pernah membayangkan akan mengalami petualangan yang mengubah hidupnya. Bahkan, mengubah keteguhan imannya sebagai pemeluk Kristen yang taat.

Baca juga: Kisah Mualaf Soraya Larasati, Dapat Hidayah Islam Usai sang Ayah Sholat Tahajud 

Negeri Jiran itu berhasil membuka mata Sarah tentang Islam. Sebelum ke Malaysia, Sarah mengatakan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang Islam. Seingatnya, dia belum pernah bertemu seorang Muslim sebelum ke Malaysia. Selama ini yang ada di dalam benaknya, Muslim begitu jauh dari peradaban.

Gambaran itu berubah ketika Sarah pergi ke Malaysia. Di sana, dia bertemu dengan banyak perempuan Islam berpendidikan. Mereka semua tampak mencintai agamanya yakni Islam. Sejak saat itulah Sarah ingin mengetahui lebih banyak tentang agama Islam.

Baca juga: Mengkaji Kitab-Kitab Lain, Pemuka Agama Ini Malah Yakin Masuk Islam 

Saat pertama Sarah melangkahkan kaki ke sebuah masjid di Malaysia, dalam sekejap dia merasa tenang dan damai. Kumandang azan yang keras namun bersahaja berhasil menyentuh relung jiwanya. Kumandang azan meluapkan perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Selain kumandang azan, Sarah mengatakan ketika pertama kali menundukkan kepala ke arah Kakbah, dia seolah menemukan rumah di dalam hatinya.

Sarah memang tidak masuk Islam di Malaysia. Dia baru bersyahadat dan resmi memeluk agama Islam setahun kemudian. Namun, pengalamannya di Malaysia telah membuat Sarah mengenal Islam dengan cara yang indah.

Setelah kembali ke Australia, Sarah merasa ada sesuatu yang hilang. Lantas, dia pun mulai meneliti konsep-konsep kunci dalam agama Kristen. Bahkan, Sarah juga meneliti berbagai kontradiksi dalam Alkitab.

Baca juga: Kisah Mualaf Renata Kusmanto, Belajar Mengaji dari Ibunda sang Suami Fachri Albar 

Perempuan Australia itu menyatakan bahwa ada kesamaan antara Alquran dan Alkitab. Yesus adalah tokoh penting dalam kedua agama. Dalam Islam juga banyak menceritakan kisah Yesus atau Nabi Isa Alaihissallam dalam Alquran.

Meski telah menemukan jawaban tersebut, Sarah tetap belum berpaling dari agamanya saat itu. Pasalnya, dia masih ingin meyakinkan diri.

Baca juga: Cerita Remaja 15 Tahun Mantap Jadi Mualaf: Saya Berserah Diri pada Allah Ta'ala 

Momentum besar ketertarikan Sarah terhadap Islam adalah ketika dia berkesempatan mewawancarai Marina Mahathir. Dia merupakan putri mantan perdana menteri Malaysia kala itu Tun Mahathir Mohamad. Marina menyabet gelar UN Person of the Year 2010, dan tokoh SIS (Sisters in Islam), penulis, sekaligus pendukung hak-hak perempuan.

Pertemuan Sarah dengan Marina inilah yang memengaruhi pandangannya tentang Muslimah dan Islam secara umum. Sikap Marina yang tampak tenang namun tegas membuat Sarah terkesan.

Wawancaranya tersebut berlangsung lancar. Marina menjawab begitu banyak pertanyaan yang dia simpan sejak tiba di Malaysia sebelumnya.

Sarah mengatakan bahwa dia merasa mendapat pemahaman baru yang jauh lebih besar daripada yang pernah dia pikirkan. Hal itu membuat keyakinannya pada Islam makin mantap.

Baca juga: Kisah Stephanie Jadi Mualaf Usai Jatuh Cinta Lihat Hijab: Islam Menuntun Jadi Lebih Baik 

Sarah sepenuhnya menyadari bahwa menuju jalan yang benar tidak selalu mudah. Namun, terlepas dari betapa sulitnya masa-masa itu, Islam membawa rasa damai yang luar biasa dalam hidupnya. Rasa damai itu berhasil membuat Sarah Price bahagia.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Mualaf Tere, Berawal Mimpi Ditanya Siapa Tuhanmu dan Nabimu? 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya