Waktu Pelaksanaan Sholat Istisqa
Dinukil dari laman Konsultasisyariah, dalam Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah dinyatakan:
وتُصلّى في أي وقت خلا وقت الكراهة
"Shalat istisqa dilakukan di waktu kapan pun, selain waktu terlarang (untuk sholat)." (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Muyasarah, 2:177)
Tempat Pelaksanaan Sholat Istisqa
Sholat istisqa dilakukan di tanah lapang, sebagaimana sholat id, kecuali di Makkah, dilakukan di Masjidil Haram. Abdullah bin Zaid radhiallahu ‘anhu mengatakan:
أنَّ النّبيّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خرج إِلى المصلّى فاستسقى، فاستقبل القبلة وقلب رداءه
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam keluar menuju tanah lapang kemudian sholat istisqa, beliau menghadap kiblat dan membalik kain pakaian atasan beliau." (HR Bukhari Nomor 1012 dan Muslim 894)
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengatakan:
خرج رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – للاستسقاء متذلّلاً متواضعاً متخشعاً متضرّعاً
"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam keluar menuju sholat istisqa dengan tunduk, tawadhu, khusyuk, dan penuh perendahan diri (kepada Allah)." (HR Abu Daud 1032, Turmudzi 459, Nasai 1416, dan dishahikan Al-Albani)
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)