Share

Kisah Jin Bela Rasulullah yang Dihina Kafir Quraisy: Dialah Nabi Allah dan Sebaik-baiknya Makhluk

Rusman H Siregar , Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 614 2529825 kisah-jin-bela-rasulullah-yang-dihina-kafir-quraisy-dialah-nabi-allah-dan-sebaik-baiknya-makhluk-SI3fhhphGC.jpg Ilustrasi kisah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dibela jin Islam. (Foto: Shutterstock)

JIN merupakan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala, selain manusia. Jin memiliki banyak golongan, mulai jin Muslim, kafir, hingga laki-laki atau perempuan. Jin juga memiliki berbagai sifat, ada yang baik dan ada yang buruk.

Jin tidak dapat dilihat mata manusia biasa, tapi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bisa mengetahui keberadaannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat hadis. Beliau bersabda: "Sungguh, aku melihat setan-setan jin dan manusia lari dari Umar." (HR At-Tirmidzi)

Baca juga: 5 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Kaya Raya dan Dermawan, Patut Ditiru 

Dalam sebuah kisah, ada jin yang membela Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika diejek kaum kafir Quraisy. Jin tersebut disebutkan bernama Muhbar bin Abhar yang tinggal di Bukit Tursina.

Jin Muhbar merupakan cucu bangsa jin yang masuk Islam pada masa Nabi Sulaiman Alaihissallam. Riwayat lain menyebut jin ini masuk Islam di masa Nabi Nuh Alaihissallam. Demikian dijelaskan dalam kitab 'Al-Mawaidzul Ushfuriyah' karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar al Ushfury.

Ketika tokoh-tokoh kafir Quraisy sedang berkumpul. Mereka membicarakan sosok Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Nama-nama terkenal seperti Syaibah bin Rabiah, Al Walid ibn Haris, Shafwan ibnu Umayyah, Aswad bin Abi Yaghuts, Kinanah bin Rabbi, dan lain sebagainya berkumpul. Salah seorang di antara mereka kemudian berkata: "Muhammad mengajak kita menyembah Tuhan yang tidak kita kenal. Tetapi ia tidak mencela tuhan kita."

Baca juga: Kisah Rasulullah Dakwah Sembunyi hingga Terang-terangan, Ini Cobaan Berat yang Dihadapi 

"Muhammad sebenarnya menghendaki harta," ucap lainnya.

Namun, pembicaraan kemudian berubah ketika seseorang di antara mereka berkata, "Muhammad sebenarnya penyihir dan pembohong."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian di antara mereka bertanya kepada Walid ibn Haris: "Apa pendapatmu wahai Walid?"

"Aku tidak bisa menjawab," katanya singkat.

Baca juga: Allah Ta'ala Pertama Kali Tumbuhkan Uban di Kepala Nabi Ibrahim, Ini Tujuannya 

Mendengar jawaban itu, mereka menuduh Walid sudah terkena ajakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Walid pun berang dan berkata dengan nada marah, "Beri aku tiga hari untuk menjawabnya."

Maka bubarlah perkumpulan itu. Kemudian Walid pulang ke rumahnya. Disebutkan bahwa Walid mempunyai dua berhala yang terbuat dari manikam dan emas. Berhala itu diletakkan di atas kursi dan diberi pakaian yang mahal.

Walid kemudian sembahyang. Ia tidak makan dan minum. Pada malam ketiga dia berkata kepada dua berhalanya, "Demi penyembahanku tiga hari berturut-turut katakan kepadaku tentang Muhammad."

Setelah itu tiba-tiba ada yang berkata dari dalam berhala tersebut, "Muhammad itu bukan Nabi, jangan percaya dia."

Baca juga: Dengar Kisah Nabi di Radio, Bule Ini Tidak Lagi Benci Islam dan Mantap Jadi Mualaf 

Mendengar hal itu, Walid girang. Ia tidak tahu kalau ada jin yang telah masuk ke salah satu berhala. Walid kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada semua teman-temannya yang kafir. "Sudah saatnya kita katakan ini kepada Muhammad," katanya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang mendengar peristiwa tersebut ikut bersedih. Lalu Malaikat Jibril datang dan berkata: "Celakalah yang membuat kata-kata itu wahai Muhammad."

Kemudian kaum kafir meletakkan patung Hubal di suatu tempat. Mereka lalu menyembahnya.

Malam harinya mereka mengundang Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk datang. Beliau pun datang ditemani Abdullah bin Mas’ud.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman Raja Semua Makhluk, Punya Kursi Deteksi Kebohongan Buatan Setan 

Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam duduk di tengah mereka. Maka masuklah jin yang bernama Musfir ke dalam tubuh Hubal. Ia kemudian mencaci maki Rasulullah.

Mendengar hal itu, Abdullah bin Mas’ud menjadi bingung dan bertanya, "Berbicara apa orang itu, wahai Rasulullah?"

"Wahai Abdullah, jangan takut, ini setan," jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pulang ke rumah. Tapi di tengah perjalanan bertemu dengan seorang penunggang kuda berbaju hijau. Orang itu kemudian turun dan memberi salam. "Siapa Anda, alangkah indahnya salam Anda kepadaku," ucap Rasulullah.

Baca juga: Kisah Penobatan Kenabian Rasulullah, Dipeluk Keras Malaikat Jibril Seakan Ruhnya Keluar 

"Saya adalah cucu bangsa jin yang telah masuk Islam pada masa Nabi Sulaiman Alaihissalam. Telah lama saya meninggalkan kampung saya. Bertepatan saat saya kembali, saya mendengar anak istri saya menangis. Lalu saya tanya mengapa menangis. Istriku pun menjawab bahwa Musfir telah memperbohongkan Muhammad."

Jin itu kemudian berkata lagi, "Mendengar hal itu, saya kejar dia dan kutemukan di antara Shafa dan Marwah, dan aku menikamnya. Darahnya masih ada di pedangku," ucapnya.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam berdoa untuknya. Beliau pun bertanya, "Siapa namamu?"

"Nama saya Muhbar bin Abhar. Saya tinggal di Bukit Tursina. Adakah Paduka memerintahkan saya, wahai Rasulullah, untuk mengejek mereka dalam berhala seperti Musfir mengejek Paduka?"

Baca juga: Kisah Menyentuh Rasulullah yang Berakhlak Mulia Mengenakan Pakaian Lusuh 

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kemudian menjawab, "Boleh saja."

Lalu jin itu pergi ke tempat berhala. Di sana kaum kafir Quraisy sedang sembahyang. Mereka berkata, "Wahai Hubal, gembirakanlah kami dengan ejekan kepada Muhammad."

Jin yang telah masuk pada tubuh Hubal itu kemudian berkata, "Wahai penduduk Makkah, orang ini adalah Nabi yang benar. Muhammad mengajakmu pada kebenaran tetapi kalian menganggapnya kebatilan. Jika kalian tidak beriman kepadanya dan tidak membenarkan ajaran yang dibawanya, tentunya kalian akan berada di neraka jahanam selama-lamanya. Ikutilah Muhammad! Yakinilah kebenarannya! Dialah Nabi Allah dan sebaik-baiknya makhluk."

Lalu Abu Jahal berdiri dan memungut arca itu, kemudian membantingnya. Arca tersebut pecah, lalu dibakar. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam kemudian pulang dengan hati gembira dan mengubah nama jin Islam dari Bukit Tursina itu dengan Abdullah ibnu Abhar.

Baca juga: Cerita Tukang Sihir Firaun Takut dengan Ular Nabi Musa, Langsung Sujud dan Beriman kepada Allah Ta'ala 

Sebagai bentuk pembelaannya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, jin tersebut melantunkan syair:

أنا عبد الله بن عبهر # انّي قتلت ذا الفجور مسفرا

"Aku adalah Abdullah bin Abhar. Sesungguhnya aku telah membunuh setan yang durhaka yaitu Musfir."

Wallahu a'lam bishawab.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini