Share

Hukum Air Liur dan Ingus, Najis atau Suci?

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 330 2533304 hukum-air-liur-dan-ingus-najis-atau-suci-d7tPlZpbWT.jpg Ilustrasi hukum air liur dan ingus menurut Islam. (Foto: Jcomp/Freepik)

AIR liur merupakan cairan yang keluar dari mulut, sedangkan dari hidung ada ingus. Terkadang dua cairan ini keluar dengan sendirinya, tanpa bisa dikenalikan. Tentu kondisi tersebut cukup mengganggu, terutama ketika sedang sholat.

Lantas, bagaimana hukum air liur dan ingus tersebut, apakah najis atau tetap suci?

Baca juga: Aneh! Abu Nawas Dapat Banyak Uang dari Balsam yang Digosok ke Gajahย 

Ilustrasi hukum air liur dan ingus. (Foto: Sweetlouise/Pixabay)

Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol Masjid Istiqlal Ustadz Abu Hurairah Abdul Salam menuturkan, secara umum lendir seperti ludah dan ingus hukumnya tidak najis.

"Kecuali kalau bercampur darah atau bercampur cairan dari dalam perut maka hukumnya jadi najis," jelasnya saat dihubungi MNC Portal belum lama ini.

Baca juga: Hafizul Quran Taqy Malik Lelang Jam Tangan Rp1,1 Miliar untuk Bangun Masjid, Dimenangkan Juragan 99ย 

Senada, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Fauzan Amin mengatakan air liur dan ingus hukumnya tidak najis. Maka itu, ketika keluar saat sholat maka tidak membatalkan atau tidak perlu wudhu lagi.

"Hukumnya tidak najis," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara itu, dilansir dari nu.or.id, penjelasan tentang najis atau sucinya air liur dan ingus dijelaskan dalam beberapa kitab mazhab Syafiiyah, salah satunya 'Mughni al Muhtaj' karya Imam An-Nawawi.

ูˆุงู„ุจู„ุบู… ุงู„ุตุงุนุฏ ู…ู† ุงู„ู…ุนุฏุฉ ู†ุฌุณ ุจุฎู„ุงู ุงู„ู†ุงุฒู„ ู…ู† ุงู„ุฑุฃุณ ุฃูˆ ู…ู† ุฃู‚ุตู‰ ุงู„ุญู„ู‚ ูˆุงู„ุตุฏุฑ ูุฅู†ู‡ ุทุงู‡ุฑ ูˆุงู„ู…ุงุก ุงู„ุณุงุฆู„ ู…ู† ุงู„ู†ุงุฆู… ุฅู† ูƒุงู† ู…ู† ุงู„ู…ุนุฏุฉ ูƒุฃู† ุฎุฑุฌ ู…ู†ุชู†ุง ุจุตูุฑุฉ ูู†ุฌุณ ู„ุง ุฅู† ูƒุงู† ู…ู† ุบูŠุฑู‡ุง ุฃูˆ ุดูƒ ููŠ ุฃู†ู‡ุง ู…ู†ู‡ุง ุฃูˆ ู„ุง ูุฅู†ู‡ ุทุงู‡ุฑ

Artinya: "Ingus yang naik dari perut (red. pencernaan) dihukumi najis. Berbeda ketika ingus yang berasal dari kepala atau dari ujung tenggorokan maka ingus tersebut dihukumi suci. Sedangkan air liur yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur, ada perincian hukum soal ini. Jika berasal dari perut, seperti keluar dengan bau yang bacin dengan warna kuning maka dihukumi najis. Dan dihukumi tidak najis jika berasal dari selain perut. Sedangkan ketika ragu-ragu apakah air liur yang keluar berasal dari perut atau bukan, maka air liur tersebut dihukumi suci." (Syekh Khatib As-Syirbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, halaman 79)

Baca juga: Terungkap! Sosok Penting di Balik Hijrahnya Hercules Jadi Mualafย 

Baca juga: Terungkap Sosok Guru Ngaji yang Jenazahnya Utuh dan Harum meski 17 Tahun Dikuburย 

Namun apabila air liur dari mulut dan hidung itu terus keluar, sehingga bercampur darah hingga muntah, maka hukumnya bisa dikatakan najis. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab 'Nihayah al-Muhtaj' karya Imam al-Ramli:

ูˆู„ูˆ ุงุจุชู„ูŠ ุดุฎุต ุจุงู„ู‚ูŠุก ุนููŠ ุนู†ู‡ ู…ู†ู‡ ููŠ ุงู„ุซูˆุจ ูˆุบูŠุฑู‡ ูƒุฏู… ุงู„ุจุฑุงุบูŠุซ ู€ (ู‚ูˆู„ู‡: ุจุงู„ู‚ูŠุก ุนููŠ ุนู†ู‡) ูˆู…ุซู„ู‡ ุจุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู„ูˆ ุงุจุชู„ูŠ ุจุฏู… ุงู„ู„ุซุฉ ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ุงุจุชู„ุงุก ุจู‡ ุฃู† ูŠูƒุซุฑ ูˆุฌูˆุฏู‡ ุจุญูŠุซ ูŠู‚ู„ ุฎู„ูˆู‡ ู…ู†ู‡

Artinya: "Jika seseorang diberi cobaan berupa muntah (secara terus-menerus), maka muntahan dihukumi najis yang di-maโ€™fu ketika berada di pakaian atau benda lainnya seperti halnya ditoleransinya (ma'fu) darah nyamuk. Seperti halnya muntah dalam hal di-maโ€™fu-nya najis, hal yang sama (secara qiyas aulawi) juga berlaku ketika seseorang diberi cobaan berupa keluarnya darah gusi. Yang dimaksud dengan โ€˜diberi cobaan dengan darah gusiโ€™ adalah keluarnya darah secara terus-menerus, sekiranya jarang sekali ditemukan (air liur) yang tidak bercampur dengan darah gusi" (Syihabuddin Ar-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, juz 2, halaman 284)

Oleh karena itu, status air liur atau ingus yang keluar bukan berasal dari perut (muntah) dan campur darah hukumnya suci. Sehingga bisa dibawa sholat, namun jika keluar terus-menerus lebih baik dibersihkan lebih dulu supaya tidak mengganggu.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini