Share

Mau Makin Dicintai Allah Ta'ala? Yuk Kerjakan 3 Amal Salih Ini

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 17 Januari 2022 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 330 2533425 mau-makin-dicintai-allah-ta-ala-yuk-kerjakan-3-amal-salih-ini-WtDnLerXQT.jpg Ilustrasi amal salih paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. (Foto: Freepik)

MAKIN dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala adalah impian setiap Muslim. Mereka pun berlomba-lomba mengerjakan amal salih supaya meraih berlimpah cinta dan kasih sayang dari Allah Ta'ala.

Terungkap, ada tiga amal salih yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis sahih.

Apa saja amalan salih yang sangat dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala? Simak ulasannya berikut ini, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Insan Surga, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Terungkap Sosok Guru Ngaji yang Jenazahnya Utuh dan Harum meski 17 Tahun Dikubur 

Baca juga: Mengenal Imam Mazhab: Abu Hanifah sang Ulama Besar yang Berasal dari Pasar 

1. Sholat tepat waktu

Amalan pertama yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala adalah sholat tepat waktu. Sholat merupakan Rukun Islam kedua yang diwajibkan bagi umat Islam. Selain itu, sholat juga dijadikan sebagai tiang agama dalam Islam.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: "Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya yang merupakan sholat." (HR Tirmidzi Nomor 2616 dan Ibnu Majah Nomor 3973)

Mengerjakan sholat tepat waktu yang dimaksud adalah ketika mendengar suara azan, seorang Muslim segera mengambil air wudhu dan berangkat ke masjid untuk menunaikan sholat berjamaah.

Namun jika memang Muslimin tersebut dalam kondisi yang tidak memungkinkan, misalnya bekerja, maka boleh mengulur sedikit waktunya hingga menunggu jam istirahat dari kantor.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Berjihad di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala

Amal salih kedua yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala adalah berjihad di jalan-Nya. Jihad yang dimaksud bukan hanya berperang melawan musuh atau kaum yang tidak beriman, melainkan bersungguh-sungguh dalam menegakkan agama Allah Ta'ala, seperti halnya menuntut ilmu dan membantu orang-orang kurang mampu.

Berbakti kepada orangtua juga memiliki nilai yang sama dengan jihad. Sebagaimana telah dijelaskan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam hadisnya:

"Ada seseorang yang mendatangi Nabi Shallallahu alaihi wassallam, dia ingin meminta izin untuk berjihad. Nabi Shallallahu alaihi wassallam lantas bertanya, 'Apakah kedua orangtuamu masih hidup?' Ia jawab, 'Iya masih.' Nabi Shallallahu alaihi wassallam pun bersabda, 'Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya'." (HR Muslim)

Baca juga: Aneh! Abu Nawas Dapat Banyak Uang dari Balsam yang Digosok ke Gajah 

Baca juga: Ustadz dr Zaidul Akbar Ungkap Islam Agama Paling Lengkap Detoksifikasi, Ini Buktinya 

3. Berbakti kepada kedua orangtua

Amal salih ketiga yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala adalah berbakti kepada orangtua. Ini adalah bentuk kewajiban yang harus dilakukan seorang anak untuk membalas segala jasa-jasa orangtua. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam ayat suci Alquran:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS Al Luqman: 14)

Ketiga amalan tersebut telah dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata:

"Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, 'Apakah amal perbuatan yang paling utama?' Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjawab, 'Melaksanakan sholat pada waktunya.' Kemudian aku bertanya, 'Lalu apa lagi?' Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjawab, 'Berjihad di jalan Allah.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian apa?' Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menjawab, 'Berbakti kepada kedua orangtua.' Ia berkata, 'Demikianlah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menyebutkannya kepadaku, andai aku menambah pertanyaan, niscaya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menambahkannya'." (HR Imam Bukhari dan Muslim)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini