Share

Biografi Imam Muslim: Perawi Hadis yang Tidak Perlu Diragukan Lagi Kesahihannya

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 614 2537912 biografi-imam-muslim-perawi-hadis-yang-tidak-perlu-diragukan-lagi-kesahihannya-IaR1ymiAtG.jpg Ilustrasi biografi Imam Muslim. (Foto: Istimewa)

BIOGRAFI Imam Muslim sangat baik untuk diketahui umat Islam. Beliau merupakan salah satu perawi hadis sahih Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Imam Muslim terkenal dengan kitab hadisnya yaitu Shahih Muslim.

Dikutip dari Muslim.or.id, Rabu (26/1/2022), Ustadz Yulian Purnama mengungkapkan bahwa kitab Shahih Muslim dikatakan oleh Imam An-Nawawi sebagai salah satu kitab yang paling shahih (setelah Alquran).

Sampai-sampai ketika seseorang menulis hadis yang ada di dalam kitab tersebut, atau dengan tanda pada akhir hadis berupa perkataan "Hadis riwayat Muslim", orang yang membaca merasa tidak perlu mengecek kembali atau meragukan kesahihan hadis tersebut.

Baca juga: Biografi Imam Bukhari: Perawi Hadis Sahih yang Sembuh dari Buta Berkat Doa Ibunya 

Nasab dan Kelahiran

Nama lengkap Imam Muslim adalah Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi. Al Qusyairi di sini merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) dan An Naisaburi merupakan nisbah terhadap tempat kelahiran beliau yaitu Naisabur, bagian dari Persia yang sekarang menjadi bagian dari negara Rusia.

Tentang Al Qusyairi, seorang pakar sejarah ‘Izzuddin Ibnu Atsir dalam kitab Al Lubab Fi Tahzibil Ansab (37/3) berkata: "Al Qusyairi adalah nisbah terhadap keturunan Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah yang merupakan sebuah kabilah besar. Banyak para ulama yang menisbatkan diri padanya."

Baca juga: Ada Maling Kabur ke Barat, Abu Nawas Kok Malah Cegatnya di Timur? 

Para ahli sejarah Islam berbeda pendapat mengenai waktu lahir dan wafat Imam Muslim. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Taqribut Tahdzib (529), Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah (35-34/11), Al Khazraji dalam Khulashoh Tahdzibul Kamal mengatakan Imam Muslim dilahirkan pada tahun 204 Hijriah dan wafat pada tahun 261 Hijriah.

Namun pendapat yang paling kuat adalah Imam Muslim dilahirkan pada tahun 206H dan wafat pada 261H di Naisabur, sehingga usia beliau ketika wafat adalah 55 tahun. Hal ini sebagaimana dikatakan Abu Abdillah Al Hakim An Naisaburi dalam kitab Ulama Al Amshar, juga disetujui An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (123/1).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Perjalanan Belajar Hadis

Imam Muslim tumbuh sebagai remaja yang giat belajar agama. Bahkan saat usianya masih sangat muda, beliau sudah menekuni ilmu hadits.

Dalam kitab Siyar ‘Alamin Nubala (558/12), pakar hadis dan sejarah Adz Dzahabi menuturkan bahwa Imam Muslim mulai belajar hadis sejak tahun 218H. Berarti usia beliau ketika itu 12 tahun.

Imam Muslim melanglang buana ke beberapa negara dalam rangka menuntut ilmu hadis. Mulai Irak, Hijaz, Syam, Mesir, dan negara lainnya. Dalam kitab Tahdzibut Tahdzib diceritakan bahwa Imam Muslim paling banyak mendapat ilmu tentang hadis dari 10 guru yaitu:

Baca juga: Rasulullah Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang, Ternyata Ini Manfaatnya 

1. Abu Bakar bin Abi Syaibah, beliau belajar 1.540 hadis.

2. Abu Khaitsamah Zuhair bin Harab, beliau belajar 1.281 hadis.

3. Muhammad Ibnul Mutsanna yang dijuluki Az Zaman, beliau belajar 772 hadis.

4. Qutaibah bin Sa'id, beliau belajar 668 hadis.

5. Muhammad bin Abdillah bin Numair, beliau belajar 573 hadis.

6. Abu Kuraib Muhammad Ibnul 'Ila, beliau belajar 556 hadis.

7. Muhammad bin Basyar Al Muqallab yang dijuluki Bundaar, beliau belajar 460 hadis.

8. Muhammad bin Raafi’ An Naisaburi, beliau belajar 362 hadis.

9. Muhammad bin Hatim Al Muqallab yang dijuluki As Samin, beliau belajar 300 hadis.

10. 'Ali bin Hajar As Sa'di, beliau belajar 188 hadis.

Baca juga: Terungkap! Ini Zikir yang Ampuh Atasi Komplikasi Jiwa, Yuk Banyak-Banyak Dibaca 

Sembilan dari sepuluh nama guru Imam Muslim tersebut, juga merupakan guru Imam Bukhari dalam mengambil hadis, karena Muhammad bin Hatim tidak termasuk. Perlu diketahui, Imam Muslim pun sempat berguru ilmu hadis kepada Imam Bukhari.

Ibnu Shalah dalam kitab Ulumul Hadits berkata: "Imam Muslim memang belajar pada Imam Bukhari dan banyak mendapatkan faedah ilmu darinya. Namun banyak guru dari Imam Muslim yang juga merupakan guru dari Imam Bukhari." Hal inilah yang menjadi salah satu sebab Imam Muslim tidak meriwayatkan hadis dari Imam Al Bukhari.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini