Share

Kisah Nabi Ilyas Terus Berdakwah meski Didustakan Kaum Penyembah Berhala

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 614 2547637 kisah-nabi-ilyas-terus-berdakwah-meski-didustakan-kaum-penyembah-berhala-9jBqrTnzAZ.jpg Ilustrasi kisah Nabi Ilyas Alaihissallam. (Foto: Unsplash)

KISAH Nabi Ilyas Alaihissallam sangat penting diketahui dan menjadi panutan kaum Muslimin. Nama Nabi Ilyas disebut dua kali dalam kitab suci Alquran. Pertama pada Surat Al An'am Ayat 85; dan kedua di Surat Ash-Shaffat Ayat 123. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَزَكَرِيَّا وَيَحۡيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلۡيَاسَۖ كُلّٞ مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ٨٥

"Dan Zakaria, Yahya, ‘Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang salih." (QS Al An’am: 85)

وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣

"Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul." (QS Ash-Shaffat: 123)

Baca juga: Kisah Nabi Zakaria Dikaruniai Putra, padahal Istrinya Divonis Mandul, Ini Sebabnya 

Disebut satu kali dalam lafal Il yasiin pada Surat Ash-Shaffat Ayat 130. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٢٩ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ ١٣٠

"Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): 'Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyasin'." (QS Ash-Shaffat: 129–130)

Menurut Ibn Ishaq, seperti dikutip oleh Muhammad Washfi dalam Tarikh al-Anbiya’ wa ar-Rusul (halaman 249), Ilyas adalah putra Yusa ibn Fanhash ibn al-‘Izar ibn Harun saudaranya Musa. Menurut Ibn Qutaibah, Ilyas bukan keturunan Harun tapi Yusya’ ibn Nun. Sedangkan menurut Ibn Sa’ad, Ilyas adalah putra Tasybin ibn al-‘Izar ibn Harun ibn ‘Imran ibn Qahits ibn Lawi ibn Ya’qub (Ibid, halaman 250).

Tiga versi yang berbeda itu ketemu pada Ya’qub. Kalau nasab versi Ibn Ishaq diteruskan sampai Ya’qub maka lengkapnya nasab Ilyas adalah Ilyas ibn Yusa ibn Fanhash ibn al-‘Izar ibn Harun ibn ‘Imran ibn Qahits ibn Lawi ibn Ya’qub.

Baca juga: Kisah Nabi Ismail Sabar Luar Biasa saat Pisau Kurban Sudah Menempel di Lehernya 

Dikutip dari Suara Muhammadiyah, Nabi Ilyas Alaihissallam diutus kepada kaum Baa’lbak atau Ba’albek di Lebanon. Penduduk Baa’lbak ini menyembah berhala yang disebut Ba'al. (Athlas Al-Qur’an hal. 86).

Menurut Muhammad Washfi (halaman 254), Ba’al yang mereka sembah itu pada mulanya terdiri dari tiga oknum yaitu Anu, Enky, dan Enlil. Anu dalam keyakinan mereka adalah tuhan langit yang mereka sebut sebagai raja tuhan-tuhan. Anu menurut mereka kawin dengan Antu. Anu dan Antu inilah yang menyelamatkan Ishtar.

Sedangkan oknum yang kedua yaitu Enky, adalah tuhan bumi yang dari dalam perutnya keluar air. Setelah runtuhnya kerajaan Babilonia (539 SM) dua oknum Ba’al yaitu Anu da Enky ikut lenyap dan tersisa Enlil, aslinya adalah tuhan angin atau udara yang kemudian mereka sebut juga dengan bukit yang agung. Dalam keyakinan mereka, Ba’al punya banyak istri, yang paling tua bernama Nen-Lil yang mereka sebut sebagai Ibu yang agung.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (XXIII:157), Ba'al adalah nama salah satu berhala dari orang Phunicia. Phunicia ini adalah bangsa pelayar yang hidup di pantai Arabia Utara. Sampai sekarang di Ba’albak, masuk wilayah Lebanon, masih terdapat sebuah bangunan yang dikenal dengan nama Heliopolis, tempat menyembah Ba’al.

Ba’al itu dalam bahasa Arab bisa berarti suami, tanah ketinggian, dan juga berarti tuhan. Berhala yang mereka sembah itu dianggap seperti seorang suami yang melindungi anak istrinya, dianggap sebagai yang tertinggi, oleh sebab itu dianggap sebagai Tuhan sehingga mereka memujanya. Untuk meluruskan itulah Nabi Ilyas Alaihissallam diutus kepada mereka.

Baca juga: 5 Kaum yang Diazab dan Dimusnahkan Allah, Ada yang Ditimpa Awan Panas Hitam 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٢٣ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ ١٢٤ أَتَدۡعُونَ بَعۡلٗا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٢٥ ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ ١٢٦

"Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul. (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: 'Mengapa kamu tidak bertaqwa? Patutkah kamu menyembah Ba'al dan kamu tinggalkan Sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?" (QS Ash-Shaffat: 123–126)

Demikianlah Nabi Ilyas Alaihissallam, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya selalu mengajak kepada Tauhid, mengesakan Allah Subhanahu wa ta'ala. Sudah silih berganti nabi-nabi diutus untuk meluruskan penyimpangan keyakinan yang terjadi, tetapi penyimpangan itu kembali terjadi. Kalau diingatkan, mereka sering berdalih hanya meneruskan tradisi nenek moyang, padahal aslinya nenek moyang meeka bukanlah penyembah berhala tapi penyembah Allah Subhanahu wa ta'ala semata.

Dalam rangkaian ayat-ayat tersebut, Nabi Ilyas Alaihissallam mengingatkan kaumnya, kenapa mereka meninggalkan Allah Subhanahu wa ta'ala, sebaik-baik Pencipta, dan menggantinya dengan berhala yang dibuat sendiri. Padahal, nenek moyang mereka terdahulu hanya menyembah Allah Ta'ala.

Baca juga: Kisah Nabi Saleh dan Tobatnya Tukang Tato Berkat Sedekah 

Mereka tidak menerima peringatan Nabi Ilyas Alaihissallam, bahkan mereka mendustakannya. Kelak di Hari Akhir mereka akan mempertanggungjawabkan penyimpangan yang telah dilakukan itu. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ ١٢٧ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ١٢٨ وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ١٢٩

"Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian." (QS Ash-Shaffat: 127–129)

Kata Al-Muhdharun dalam ayat berarti akan disiksa dalam neraka sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam ayat lain:

وَيَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَئِذٖ يَتَفَرَّقُونَ ١٤ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةٖ يُحۡبَرُونَ ١٥ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بَِٔايَٰتِنَا وَلِقَآيِٕ ٱلۡأٓخِرَةِ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ ١٦

"Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Alquran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka)." (QS Ar-Rum: 14–16)

Baca juga: Kisah Nabi Daud Pimpin Kerajaan Bani Israil Usai Menang Duel dengan Raja Jalut 

Baca juga: Kisah Nabi Luth dan Azab Hujan Batu Menghancurkan Kaum Sodom 

Dalam ayat 129 disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa Nabi Ilyas Alaihissallam akan dikenang dan disebut-sebut oleh generasi yang datang kemudian atas perjuangan dan jasa-jasanya mengingatkan kaumnya untuk tidak menyembah berhala yang bernama Ba'al.

Dalam ayat-ayat selanjutnya dari Surat Ash-Shaffat, Allah Subhanahu wa ta'ala mengucapkan salam sejahtera untuk Nabi Ilyas yang disebut juga dengan nama lain Il yasin. Allah Ta'ala berfirman:

سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ ١٣٠ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ١٣١ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٣٢

"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman." (QS Ash-Shaffat: 130–132)

Demikianlah kisah Nabi Ilyas Alaihissallam. Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini