Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Nabi Ayub Dijahati Iblis hingga Sakit Parah tapi Tetap Beriman kepada Allah Ta'ala

Intan Afika Nuur Aziizah , Jurnalis-Selasa, 15 Februari 2022 |21:21 WIB
Kisah Nabi Ayub Dijahati Iblis hingga Sakit Parah tapi Tetap Beriman kepada Allah Ta'ala
Ilustrasi kisah Nabi Ayub Alaihissallam. (Foto: Pexels)
A
A
A

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub Alaihissallam kembali kepada suaminya. Nabi Ayub teringat dengan sumpahnya. Namun, ia tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia tidak dapat memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub melaksanakan sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput yang diikat.

Kisah Nabi Ayub ini telah diceritakan dalam Alquran Surat Shaad Ayat 41–44 yang artinya, "Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika dia menyeru Tuhannya, 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana'."

Baca juga: Kisah Nabi Saleh dan Tobatnya Tukang Tato Berkat Sedekah 

"(Allah berfirman), 'Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum'."

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat."

"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."

Baca juga: Kisah Nabi Daud Pimpin Kerajaan Bani Israil Usai Menang Duel dengan Raja Jalut 

Kesabaran Nabi Ayub Alaihissallam dapat dijadikan contoh bagi umat manusia. Sebaiknya tidak cepat mengeluh ketika menghadapi kesusahan dan hidup. Meskipun berbagai musibah terus menimpa, Nabi Ayub tetap tabah dalam menghadapinya.

Wallahu a'lam bishawab.

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement