Share

Kisah Nabi Ayub Dijahati Iblis hingga Sakit Parah tapi Tetap Beriman kepada Allah Ta'ala

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 15 614 2547715 kisah-nabi-ayub-dijahati-iblis-hingga-sakit-parah-tapi-tetap-beriman-kepada-allah-ta-ala-0qy6hCcJmX.jpg Ilustrasi kisah Nabi Ayub Alaihissallam. (Foto: Pexels)

KISAH Nabi Ayub Alaihissallam ada beberapa yang cukup diketahui kaum Muslimin. Salah satunya ketika mendapat pujian dari malaikat, tapi justru dijahati iblis.

Nabi Ayub Alaihissallam merupakan cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim Alaihissallam. Seluruh umat manusia mengenal beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang memiliki tingkat kesabaran paling tinggi dalam menghadapi cobaan.

Kekurangan harta benda, menderita sakit berkepanjangan, bahkan kehilangan nyawa anak-anaknya; tidak meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub Alaihissallam. Justru sebaliknya, semua itu makin menambahkan cinta dan ketaatannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Beliau senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin.

Baca juga: Kisah Nabi Ilyas Terus Berdakwah meski Didustakan Kaum Penyembah Berhala 

Di negeri tempatnya berpijak, Nabi Ayub Alaihissallam beserta keluarga dikenal sebagai orang yang kaya raya dan dermawan. Harta yang melimpah ruah, rumah dan gedung-gedung indah dimilikinya, perhiasan emas dan perak, serta tanaman dan hasil bumi yang dihasilkannya, tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh.

Justru Nabi Ayub Alaihissallam dan keluarga (istri dan anak-anaknya) selalu membantu orang-orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun dari penduduk setempat yang meminta bantuan kepada keluarga Nabi Ayub Alaihissallam pulang dengan tangan hampa. Tidak heran, apabila seluruh orang memuji atas kebaikkan dan kedermawanan beliau.

Sanjungan tersebut tidak hanya datang dari golongan manusia, bahkan para malaikat pun turut memuji amal salih yang dilakukan oleh Nabi Ayub Alaihissallam. Beliau dikenal sebagai nabi yang sangat kuat keimananya. Iblis merasa cemburu dan sakit hati mendengar pujian malaikat terhadap kekuatan iman Nabi Ayub.

Baca juga: Kisah Nabi Zakaria Dikaruniai Putra, padahal Istrinya Divonis Mandul, Ini Sebabnya 

Iblis berusaha merayu Nabi Ayub Alaihissallam agar meninggalkan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun, hal itu tidak berhasil. Iblis menemui Allah dan berkata, "Ya Allah, Ayub itu sebenarnya tidak ikhlas sujud kepada-Mu. Dia hanya menginginkan nikmat kekayaan dan anak sebagai pewarisnya."

Allah Subhanahu wa ta'ala ingin membuktikan bahwa Nabi Ayyub Alaihissallam memang seorang yang beriman, sabar, dan tabah dalam menghadapi segala ujian. Kemudian, Allah Ta'ala memberikan izin kepada iblis untuk menghasut Nabi Ayub agar lalai beribadah.

Iblis memusnahkan seluruh harta benda Nabi Ayub Alaihissallam. Beliau pun menjadi bangkrut. Kemudian iblis merobohkan rumah Nabi Ayub. Seluruh anak-anak Nabi Ayub yang berada di dalam rumah meninggal. Lalu iblis menyamar sebagai seorang lelaki.

Iblis itu berkata kepada Nabi Ayub Alaihissallam, "Tiada berguna engkau rajin beribadah karena Allah Yang Maha Kuasa itu pun tidak mau menyelamatkanmu." Nabi Ayub menjawab, "Wahai iblis, semua yang aku miliki selama ini adalah pinjaman dari Allah saja. Kini sudah tiba saatnya Allah mengambilnya. Hanya Allah yang berkuasa atas segalanya."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Iblis sangat marah, dia menemui Allah Subhanahu wa ta'ala lagi dan menyatakan kekecewaannya. Untuk ketiga kalinya, Allah Ta'ala memberikan izin kepada iblis untuk mengganggu kesehatan Nabi Ayub Alaihissallam. Iblis memasukkan sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya ke dalam tubuh Nabi Ayub.

Nabi Ayub Alaihissallam menahan rasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, segala rasa sakit tidak menghalangi ibadahnya. Penyakit Nabi Ayyub makin lama makin parah. Sekalipun demikian, ia tetap tabah dan menerimanya sebagai cobaan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Kisah Nabi Ismail Sabar Luar Biasa saat Pisau Kurban Sudah Menempel di Lehernya 

Keimanannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala tidak berkurang sedikit pun, justru makin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Iblis sangat kecewa dan tidak puas dengan ketabahan Nabi Ayub Alaihissallam. Dengan demikin usaha iblis menjadi sia-sia.

Penyakit Nabi Ayub Alaihissallam sangat parah sehingga ia hanya dapat berbaring. Makin lama kondisinya semakin buruk. Penyakit ini sudah di derita selama 18 tahun.

Masyarakat di sekitarnya melupakan kedermawanan Nabi Ayub Alaihissallam. Selama beliau sakit, seluruh penduduk sekitar mengasingkan dirinya. Hanya istrinya yang mengurus segala keperluan Nabi Ayub.

Namun, iblis selalu menghasut istri Nabi Ayub Alaihissallam yang bernama Rahmah. Iblis membisikkan kebencian ke hati istri Nabi Ayub. Pada suatu hari, istri Nabi Ayub mengatakan hal-hal yang menyakiti Nabi Ayub hingga beliau pun sangat sedih.

Baca juga: 5 Kaum yang Diazab dan Dimusnahkan Allah, Ada yang Ditimpa Awan Panas Hitam 

Ia bersumpah apabila sembuh kelak akan memukul istrinya sebanyak 100 kali. Pada saat kondisi Nabi Ayub Alaihissallam makin lemah, Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu kepadanya, "Entakkanlah kakimu sehingga muncul air yang sejuk untuk mandi dan minum."

Nabi Ayub Alaihissallam mengentakkan kakinya ke tanah sehingga air keluar. Air tersebut digunakan untuk mandi dan minum Nabi Ayyub. Tidak lama kemudian, tubuh Nabi Ayub kembali sehat. Bahkan, ia lebih sehat dan kuat dibanding sebelumnya.

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub Alaihissallam kembali kepada suaminya. Nabi Ayub teringat dengan sumpahnya. Namun, ia tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia tidak dapat memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub melaksanakan sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput yang diikat.

Kisah Nabi Ayub ini telah diceritakan dalam Alquran Surat Shaad Ayat 41–44 yang artinya, "Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika dia menyeru Tuhannya, 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana'."

Baca juga: Kisah Nabi Saleh dan Tobatnya Tukang Tato Berkat Sedekah 

"(Allah berfirman), 'Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum'."

"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan Kami lipatgandakan jumlah mereka, sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat."

"Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah)."

Baca juga: Kisah Nabi Daud Pimpin Kerajaan Bani Israil Usai Menang Duel dengan Raja Jalut 

Kesabaran Nabi Ayub Alaihissallam dapat dijadikan contoh bagi umat manusia. Sebaiknya tidak cepat mengeluh ketika menghadapi kesusahan dan hidup. Meskipun berbagai musibah terus menimpa, Nabi Ayub tetap tabah dalam menghadapinya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini