Share

Hukum Nikah Siri dalam Islam, Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 330 2562350 hukum-nikah-siri-dalam-islam-begini-penjelasan-ustadz-abdul-somad-orjLuDAIuN.jpg Hukum Nikah Siri dalam Islam dijelaskan UAS

HUKUM nikah siri dalam Islam diungkap oleh Ustadz Abdul Somad dalam dakwahnya. Nikah siri memang kerap diartikan sebagai pernikahan secara diam-diam atau rahasia yang dihadiri oleh dua orang wali dan saksi, tanpa keterlibatan negara di dalamnya.

Meskipun begitu, nikah siri merupakan menikah yang sah menurut agama Islam, hanya saja tidak tercatat oleh negara. Namun ada beberapa rukun yang harus dipenuhi agar nikah siri itu dianggap sah, yakni adanya wali, saksi dua orang, mahar, serta ijab dan kabul. Bila semua rukun tersebut terpenuhi, maka hukum nikah siri dianggap menjadi sah.

Hukum Nikah Siri dalam Islam

(Hukum Nikah Siri dalam Islam, Foto: YouTube/Teman Ngaji)

"Ada saksi dua orang, ada wali, ada ijab, ada kabul, ada mahar, sah nikah," tutur Ustadz Abdul Somad, dikutip dari kanal YouTube Teman Ngaji pada Selasa (15/3/2022).

"Sah walaupun tak tercatat di KUA karena rukun syaratnya sudah sah," tambahnya.

BACA JUGA : Nikah Siri, Bagaimana Menurut Agama dan Negara

BACA JUGA : Heboh Artis Nikah Siri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Selama syarat akad nikah terpenuhi, maka pernikahan sah secara agama Islam dan bukan terkategori perbuatan maksiat. Namun, yang jadi persoalan adalah masa depan kedua mempelai yang tidak terjamin oleh negara karena pernikahannya tak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Melihat kondisi itu, Ustadz Abdul Somad menyarankan untuk tidak melakukan nikah siri, terutama kepada perempuan. Pasalnya, jika suaminya meninggal dunia, sang istri tidak bisa menuntut harta warisan dari suaminya. Pihak perempuan juga tidak bisa menuntut cerai karena tidak ada hitam di atas putih.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Tapi muncul masalah, ketika si laki-laki macam-macam, si perempuan sampai mati tidak bisa menuntut cerai karena tak ada hitam di atas putih. Tapi kalau dia nikah secara KUA si perempuan bisa menuntut," ujarnya.

Selain itu, pihak perempuan akan lebih rugi dalam pernikahan siri ini. Bila laki-laki yang menikahinya secara siri tiba-tiba kabur tanpa kabar, maka dia tidak bisa menikah lagi karena hak talak hanya ada pada suami. Jika memaksakan diri untuk menikah tanpa talak, maka pernikahan keduanya itu termasuk zina.

"Karena suaminya tak balik-balik, nekat dia nikah lagi. Maka nikah dia yang kedua dengan suami baru, zina zina zina. Karena dia masih ada ikatan dengan suami pertama. Hati-hati," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini