Share

Hukum Menggabungkan Puasa Ayyamul Bidh dengan Puasa Syawal

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 330 2593667 hukum-menggabungkan-puasa-ayyamul-bidh-dengan-puasa-syawal-MBlYbMxw4e.jpg Ilustrasi hukum menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Syawal. (Foto: Freepik)

HUKUM menggabungkan puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Syawal akan dibahas dalam artikel berikut ini. Apakah boleh atau dilarang? Berikut penjelasan lengkapnya.

Dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menerangkan hukumnya boleh dan sah menggabung puasa Ayyaumul Bidh dan puasa Syawal. Alasannya, puasa Ayyamul Bidh adalah ibadah yang ghayru maqshudah bidzatiha atau tidak diperintahkan secara langsung.

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis? 

Ketika seseorang melaksanakan puasa tiga hari dalam satu bulan, kapan pun harinya dan apa pun jenis puasa yang dilakukan (yang disyariatkan) maka sudah mendapatkan keutamaan puasa Ayyamul Bidh.

Syekh Muhammad bin Shalih al Utsaimin menerangkan:

إذا صام ست أيام من شوال سقطت عنه البيض ، سواء صامها عند البيض أو قبل أو بعد لأنه يصدق عليه أنه صام ثلاثة أيام من الشهر ، وقالت عائشة رضي الله عنها : ” كان النبي صلى الله عليه وسلم يصوم ثلاثة أيام من كل شهر لا يبالي أصامها من أول الشهر أو وسطه أو آخره ” ، و هي من جنس سقوط تحية المسجد بالراتبة فلو دخل المسجد

"Jika seseorang berpuasa enam hari di bulan Syawal, gugur darinya tuntutan puasa Ayyamul Bidh. Baik ia puasa Syawal ketika al-bidh (ketika bulan purnama sempurna), sebelumnya atau setelahnya, karena ia telah berpuasa tiga hari dalam satu bulan. Aisyah Radhiyallahu anha berkata, 'Nabi Shallallahu alaihi wasallam biasa berpuasa tiga hari setiap bulan, tanpa peduli apakah itu awal bulan atau tengah bulan atau akhirnya.' Ini sejenis dengan gugurnya tuntutan sholat tahiyatul masjid dengan mengerjakan salat rawatib jika seseorang masuk masjid." (Sumber: https://islamqa.info/ar/4015)

Baca juga: Apakah Boleh Puasa Syawal pada Hari Jumat? 

Diketahui puasa Ayyaumul Bidh dikerjakan pada hari ke-13, 14, dan 15 bulan hijriah (qomariyah). Puasa ini juga bersifat sunah. Puasa Ayyamul Bidh disebut juga "hari putih" karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.

Dalam sebuah hadis, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari Nomor 1979)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriah)." (HR Tirmidzi Nomor 761 dan An-Nasa'i Nomor 2425. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadisnya hasan)

Baca juga: 16 Keutamaan Puasa Syawal, Bisa Menjauhkan dari Godaan Setan! 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) Berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) Mengerjakan Sholat Dhuha, (3) Mengerjakan Sholat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari Nomor 1178)

Sementara puasa sunah enam hari di bulan Syawal merupakan amalan yang memiliki keutamaan sangat besar. Jikalau melaksanakan puasa Syawal usai menunaikan puasa bulan Ramadan bakal memeroleh pahala berpuasa selama satu tahun penuh.

Baca juga: Kapan Batas Akhir Puasa Syawal 2022? 

Hal ini berdasarkan berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

"Barang siapa berpuasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh." (HR Muslim Nomor 1164)

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini