Share

Kisah Gadis Cantik Gratis Kuliah Kedokteran Berkat Hafal 30 Juz Alquran, Masya Allah!

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 30 September 2022 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 30 621 2677890 kisah-gadis-cantik-gratis-kuliah-kedokteran-berkat-hafal-30-juz-alquran-masya-allah-UfJLhNfLAg.jpg Ilustrasi kisah gadis cantik gratis kuliah kedokteran berkat hafiz Quran. (Foto: Shutterstock)

GADIS cantik bernama Salimah Syahidah ini mendapat beasiswa kuliah gratis di fakultas kedokteran berkat hafal 30 juz Alquran. Ya, dia kini resmi diterima mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII).

Mahasiswi asal Provinsi Banten ini berhak mendapat beasiswa kuliah secara penuh selama empat tahun di UII. Impian ini Salimah raih setelah berhasil menjadi hafiz Quran.

Setiap tahunnya, UII memang membuka program beasiswa bagi para hafiz Quran. Tahun ini Salimah adalah salah satu penerimanya.

Ia mengungkapkan bahwa janji Allah Subhanahu wa ta'ala yang akan memuliakan para penghafal Alquran. Tidak hanya di dunia, namun juga hingga akhirat kelak.

BACA JUGA:Jumat Berkah Sunnah Baca Surat Al Kahfi, Lengkap di Alquran Digital Okezone: Arab, Latin, Artinyaย 

Salimah mengakui bahwa keberhasilannya ini tidak lepas dari peran orangtuanya yang sudah menanamkan rasa cinta terhadap Alquran sejak dini.

Sedari kecil Salimah sudah dibiasakan mendengarkan dan membaca Alquran. Kebiasaan itulah yang membuat dirinya ingin menjadi hafizah sejak kecil.ย 

Kisah gadis cantik Salimah Syahidah gratis kuliah kedokteran berkat hafal 30 juz Alquran. (Foto: Istimewa/uii.ac.id)

"Pertama kali menghafal saat sekolah menengah pertama," tutur Salimah, sebagaimana dikutip dari uii.ac.id.

Selepas lulus sekolah menengah pertama (SMP), Salimah berhasil menghafal sebanyak 18 juz Alquran. Melalui proses yang tidak mudah di antara kesibukan akademik, ia terus menambah hafalan setiap harinya.

BACA JUGA:Surat Ar-Rum Ayat 1-60 Bacaan Arab, Latin, Arti, Tafsirnya di Alquran Digital Okezoneย 

Seperti halnya seorang siswi pada umumnya, tentu Salimah mempunyai keinginan meluangkan waktu bermain bersama teman-temannya. Tapi, keinginan itu tidak selalu bisa diturutinya karena kesibukan menghafal Alquran yang membutuhkan komitmen tinggi.

"Jadi saat teman-teman asyik bermain, saya terus mengaji Alquran," cerita Salimah.

Dia pun sedikit berbagi tips cara mengatasi rasa jenuh saat menghafal Alquran. Solusi untuk mengatasinya cukup unik, yakni rehat sejenak dan mengobrol hal-hal menarik dengan teman-temannya.

Selain itu, Salimah juga mencari lingkungan pertemanan yang sehat. Baginya lingkaran pertemanan sangat berpengaruh terhadap apa yang dilakukan.ย 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Semua Diniatkan karena Allah Ta'alaย 

Ketika memasuki kelas XII SMA, ia memiliki tantangan baru dalam hidup untuk mempersiapkan ujian masuk kuliah. Di sinilah ketekunan dan kesabaran Salimah benar-benar diuji oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ujian masuk kuliah kedokteran bukanlah hal mudah, sehingga ia butuh banyak latihan soal dan membaca materi. Di waktu yang sama, Salimah juga berkutat mempersiapkan ujian hafalannya sebagai seorang hafizah.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Hari Ini Jumat Berkah 30 September 2022M/4 Rabiul Awal 1444Hย 

"Niatkan semua untuk Allah Subhanahu wa ta'ala," adalah kalimat yang selalu Salimah ingat dan pegang setiap harinya.

Dirinya terus meningkatkan kualitas hafalan Alquran dengan minimal sehari murojaah (mengulang hafalan) 5 juz. Ketekunan ini pada akhirnya membuahkan hasil, namun hal tersebut tidak membuatnya sombong.

"Semua yang terjadi dalam hidup saya adalah karena Allah Subhanahu wa ta'ala," ungkapnya dengan rendah hati.

BACA JUGA:Kisah Ahli Ibadah Selamat dari Serangan Hewan Buas Berkat Sholatย 

Selain itu, bagi Salimah keberhasilannya tidak lepas dari doa dan ridho orangtua. Diketahui bahwa Salimah merupakan calon dokter dan penghafal Alquran pertama di keluarganya, tentu hal tersebut menjadi kebanggan dan rasa syukur tersendiri.

Salimah juga menceritakan perjuangan orangtuanya untuk membantu ujian beasiswa hafiz UII. "Sebelum ujian, umi dan abi mengajak saya ke Puncak (Bogor, red) untuk menyiapkan ujian," tuturnya.

Selama di sana, kedua orangtuanya membantu menyimak hafalan Salimah. Sampai saat ini dirinya setiap hari rutin menyetorkan hafalan Alquran ke ibundanya.

Allahu a'lam bissawab.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini