Share

Apa Hukum Membaca Doa Buatan Sendiri dalam Sholat?

Hantoro, Jurnalis · Rabu 12 Oktober 2022 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 12 330 2685592 apa-hukum-membaca-doa-buatan-sendiri-dalam-sholat-4aDSVVUl1s.jpg Ilustrasi hukum membaca doa buatan sendiri dalam sholat. (Foto: Shutterstock)

APA hukum membaca doa buatan sendiri dalam sholat? Diketahui berdoa untuk mendapatkan kebaikan dunia-akhirat bisa dilakukan sebelum dan sesudah sholat sunat maupun fardhu. Adapun berdoa dengan doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam di dalam sholat itu adalah sunnah.

Dikutip dari Muhammadiyah.or.id, ulama berbeda pendapat mengenai hukum berdoa menggunakan doa buatan sendiri di dalam sholat. Ada yang membolehkan, tapi ada juga yang melarangnya.

BACA JUGA:Viral Kereta Api Ketel Pertamina Lewat di Tengah Pengajian Maulid Nabi, Netizen: Doain Harga BBM Turun 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Menurut Madzhab Hanafi: Tidak boleh berdoa di dalam sholat kecuali dengan doa-doa yang ada di dalam Alquran atau seperti yang ada dalam Alquran. (Lihat kitab Al-Mabsut karya As-Sarakhsi: 1/202-204).

Dalilnya: Sabda Nabi Shallallahu alaihi wassallam: "Sesungguhnya sholat ini tidak boleh ada di dalamnya sesuatu dari perkataan manusia. Sesungguhnya ia adalah tasbih, takbir, dan bacaan Alquran." (Ditakhrijkan oleh Imam Muslim)

BACA JUGA:Viral Para Petani Baca Doa Syukuran Dipimpin Google, Netizen: Pentingnya Ngaji 

Madzhab Maliki (Lihat kitab Syarh Az-Zarqani 2/60), Madzhab Syafi'i (Lihat Fathul Bari: 2/230, 2/321), dan Madzhab Hambali (Lihat Al-Mughni karya Ibnu Qudamah 1/320-322): Boleh berdoa dengan doa buatan sendiri yang disukainya.

Berdasarkan hadis: Sabda Nabi Shallallahu alaihi wassallam dalam hadits Ibnu Mas'ud dalam masalah tasyahhud: "Kemudian hendaklah ia memilih doa yang paling ia kagumi." (Muttafaq Alaih) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Lalu dalam hadits riwayat Muslim: "Kemudian hendaklah ia memilih –setelah tasyahhud– permohonan yang dikehendakinya atau disukainya."

Kemudian dalam hadits Abu Hurairah: "Jika salah seorang di antara kamu telah tasyahhud maka hendaklah ia berlindung (kepada Allah) dari empat perkara kemudian berdoa untuk dirinya apa yang tampak (baik) baginya."

BACA JUGA:Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi 

BACA JUGA:Bacaan Doa Keluar Rumah agar Dijaga Malaikat 

Diriwayatkan dari Anas, bahwa Ummu Sulaim datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wassallam lalu berkata: Ajarkan kepadaku perkataan (doa) yang aku panjatkan dalam sholatku. Maka beliau bersabda: "Bertakbirlah sepuluh kali, bertasbihlah sepuluh kali dan bertahmidlah sepuluh kali, kemudian mintalah apa yang engkau kehendaki." (HR Tirmidzi)

Sabda Nabi Shallallahu alaihi wassallam: "Adapun sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya." (HR Ibnu Khuzaimah) 

Menurut para ulama pendukung madzhab ini, hadits-hadits tersebut dengan jelas membenarkan doa buatan sendiri di dalam sholat, karena Nabi Shallallahu alaihi wassallam tidak menentukan doa tertentu.

Oleh karena itu, tidak heranlah jika para shahabat seringkali berdoa dengan doa yang tidak mereka terima dari Nabi Shallallahu alaihi wassallam, dan beliau pun tidak mengingkarinya.

Tambahan pula hadits-hadits di atas mentakhsis (mengkhususkan) keumuman dalil Madzhab Hanafi itu, apalagi pengharaman berbicara di dalam sholat itu terjadi ketika di Makkah, sedang hadits-hadits mengenai doa di dalam sholat itu diucapkan di Madinah. (Lihat Nailul Authar: 2/365)

Dengan demikian, Majelis Tarjih cenderung kepada pendapat ini karena dalilnya lebih rajih (kuat). Namun berdoa di dalam sholat dengan redaksi buatan sendiri itu hendaknya dalam bahasa Arab, bukan dengan bahasa-bahasa lainnya untuk menjaga kesakralan sholat dan karena yang dicontohkam oleh para shahabat adalah dengan bahasa Arab.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini