Share

7 Fakta Menarik Siswi Madrasah Teliti Sayap Lalat sebagai Antikanker, Terinspirasi Hadis Nabi

Hantoro, Jurnalis · Selasa 18 Oktober 2022 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 18 614 2689197 7-fakta-menarik-siswi-madrasah-teliti-sayap-lalat-sebagai-antikanker-terinspirasi-hadis-nabi-todM61AQ4j.jpg Fakta-fakta menarik di balik Nabilah Husniyyah siswi MAN 2 Tasikmalaya meneliti sayap lalat sebagai antikanker. (Foto: Kemenag.go.id)

NABILAH Husniyyah, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya, Jawa Barat, memberikan prestasi luar biasa gemilang. Pelajar cerdas ini mampu meneliti sayap lalat sebagai antikanker.

Ternyata ada fakta-fakta menarik di balik penelitian Nabilah Husniyyah ini. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya, sebagaimana telah Okezone himpun.

Baca juga: Karim Benzema, Pesepakbola Muslim Peraih Ballon d'Or 2022 yang Rutin Pengobatan Nabi  

Siswi MAN 2 Tasikmalaya Nabilah Husniyah menunjukkan penelitian lalat sebagai antikanker kepada Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: Kemenag.go.id)

1. Menemukan manfaat sayap lalat

Siswi genius ini mampu meneliti sayap lalat menjadi antikanker. Nabilah meneliti manfaat sayap lalat dalam riset berjudul 'Profiliing dan Docking Senyawa Kandidat Antikanker dari Sayap Kanan Lalat melalui Karakteristik GC-MS'.

Hasil riset ini meraih Juara II Madrasah Young Reasercher Supercamp (Myres) 2022 untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) Bidang Matematika Sains dan Pengembangan Teknologi.

Baca juga: Cara Unik Abu Nawas Hibur Kawannya yang Murung, Langsung Tertawa Terpingkal-pingkal 

2. Terinspirasi hadis Nabi

Nabilah menerangkan, penelitian sayap lalat ini terinspirasi dari salah satu hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tentang lalat.

Pesan dalam hadis itu, "Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut kemudian membuangnya karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya." (HR Bukhari)

"Awalnya saya terinspirasi hadis tersebut. Karena penasaran, saya melakukan penelitian ini," kata Nabilah di ajang Myres 2022 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu 12 Oktober 2022, dikutip dari Kemenag.go.id.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

3. Penelitian sejak 2021

Nabilah menjelaskan, penelitian ini menelusuri lebih jauh mengenai potensi senyawa aktif pada sayap kanan Musca domestica (lalat) melalui profiling senyawa bioaktif dengan metode GC-MS dan in silico dengan melalui molecular docking.

"Saya lakukan penelitian ini dari tahun 2021. Pastinya banyak sekali kendala dan rintangan. Namun, saya optimis bisa menyelesaikannya. Alhamdulillah, saya bisa sampai di tingkat nasional," paparnya.

4. Kesulitan penelitian

Nabilah juga membeberkan bahwa awal kesulitan dalam penelitian ini adalah penangkapan lalatnya. "Dari alat perangkap sudah saya pakai, namun hasilnya kurang maksimal, apalagi yang saya teliti adalah sayapnya, jadi harus sangat hati-hati," ucapnya.

5. Tujuan penelitian

Nabilah mengungkapkan, tujuan penelitian ini agar dapat mengetahui identifikasi potensi senyawa aktif pada ekstrak kasar dari sayap kanan Musca domeesttica (lalat) melalui metode GC-MS.

Selanjutnya, penelitian ini bertujuan menganalisais profiling dan docking potensi senyawa aktif sebagai kandidat antikanker berdasarkan nilai peak dari karakterisasi menggunakan metode GC-MS.

6. Manfaat penelitian

Manfaat penelitian sayap lalat ini, lanjut Nabilah, memberikan pengetahuan mengenai keberlanjutan penelusuran potensi penggunaan dari morfologi sayap kanan Musca domestica (lalat) sebagai bahan dalam komposisi antikanker.

Dirinya berharap riset ini dapat terus dikembangkan secara keberlanjutan sebagai sumbangsih di dalam biomedis.

"Tentunya manfaat yang bisa saya rasakan sendiri adalah pengalaman. Dengan adanya penelitian ini yang penuh dengan perjuangan membuahkan pengetahuan yang luar biasa," ujarnya.

7. Hasil penelitian masuk Myres

Pada tahun 2022 ini panitia Myres menerima 9.220 proposal penelitian. Setelah proses seleksi, diperoleh 156 proposal terbaik dalam tiga bidang penelitian, yaitu Sains dan Teknologi, Sosial dan Humaniora, serta Keagamaan.

Mereka kemudian dibekali dalam workshop selama empat hari dengan menghadirkan para narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Islam Negeri (UIN). Selanjutnya dilakukan pendampingan selama satu bulan proses penelitian.

Dari 156 riset itu, para juri Myres 2022 menetapkan 36 proposal terbaik yang masuk ke ajang grand final dan hasilnya dipamerkan di ekspo.

Allahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini