Share

Kisah Mualaf Ganteng Elvandio: Berasal dari Keluarga Beragam Agama, Dapat Hidayah saat Masih SD

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Senin 14 November 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 621 2706873 kisah-mualaf-ganteng-elvandio-berasal-dari-keluarga-beragam-agama-dapat-hidayah-saat-masih-sd-p6WDnQWLFA.jpg Kisah mualaf ganteng Elvandio. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)

INILAH kisah mualaf ganteng Elvandio. Sebelumnya ia tumbuh di keluarga beragam agama. Tidak hanya ada satu agama di dalam rumahnya, tapi beberapa. Hal itulah yang dialami Elvandio. Pria yang akrab disapa Elvan ini memiliki ayah dan ibu berbeda agama.

Namun, Elvandio justru memilih Islam sejak SD. Keyakinannya dengan Islam sangatlah teguh, bahkan di usia yang masih kecil dia sudah ingin menjadi mualaf.

BACA JUGA:Jadwal Sholat Awal Pekan Ini Senin 14 November 2022M/19 Rabiul Akhir 1444H 

Elvan mulai belajar perbandingan agama saat SMP. Ia lantas menceritakan awal mula resmi menjadi mualaf ketika berusia 14 tahun.

Dia bercerita, perkenalannya dengan agama Islam bermula saat tidak bisa mengikuti mata pelajaran agama yang ada di sekolahnya. Terlebih lagi Elvan bersekolah di sekolah negeri yang memang rata-rata memiliki mata pelajaran agama Islam. 

Kisah mualaf ganteng Elvandio. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)

"Jadi di keluarga itu enggak pernah dididik soal agama sama sekali. Jadi enggak pernah disuruh gini, disuruh gitu, jadi bebas aja. Karena semuanya itu sibuk sama urusan masing-masing," ungkap Elvan dalam kanal YouTube Rukun Indonesia.

"Terus saya masuk sekolah SD itu dengan identitas agama non-Muslim. Nah, karena agamanya non-Muslim, dan saya masuk sekolahnya negeri, itu kan enggak ada guru agama selain Islam ya," imbuhnya.

"Jadi ketika ulangan, itu kan enggak ikut ulangan agama gitu. Itu diminta surat dari rumah ibadah, dan sedangkan saya waktu itu enggak pernah ke rumah ibadah, enggak pernah diajak. Jadi minta surat itu namanya anak kecil ya malu lah. Dari kelas 2 tuh kayak gitu terus, diminta surat. Akhirnya rapor saya itu kosong nilai agama," lanjutnya.

BACA JUGA:Sembuhkan Penyakit Temannya, Abu Nawas Malah Ajak Makan-Makan 

Menariknya, suatu hari sang guru agama Islam di sekolahnya memberi tantangan kepada para murid di kelas. Siapa yang bisa menghafal salah satu surat pendek di Alquran maka boleh pulang cepat.

Namun tidak disangka-sangka, dari sekian banyak murid Muslim di kelasnya, Elvan-lah yang justru menjadi murid pertama yang berhasil bisa menghapal Surat An-Nasr.

"Cerita menarik saat kelas 3 SD. Bu guru bilang siapa bisa hafal Surat An-Nasr boleh pulang duluan. Akhirnya saya pinjam buku ke teman dan mulai menghafalnya. Saya orang pertama yang bisa menghafal Surat An-Nasr di kelas," tuturnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Hari-hari berlalu, sampai pada suatu saat Elvandio harus pindah sekolah saat kelas 4 SD. Dengan bantuan sang nenek yang merupakan seorang Muslim, ia lantas memilih menggunakan identitas sebagai seorang murid Muslim saat mendaftar di sekolah barunya itu.

Bukan sekadar identitas, Elvan bahkan sempat mempelajari buku panduan sholat di rumah dan ikut Sholat Jumat dengan teman-teman di sekolah barunya itu. Hal itu terus dia lakoni sampai beranjak kelas 2 SMP. Di titik itulah ia akhirnya mulai merasakan kenyamanan dari sebuah agama.

"Saat kelas 6 SD bertepatan menjelang UN, saya mencari ketenangan dan merasakan kenyamanan dengn cara sholat berjamaah lima waktu di mushola bersama kakek dan teman-teman. Kelas 1 SMP sampai kelas 2 SMP, saya mulai serius untuk mendalami agama Islam, dengan cara menonton perbandingan agama Dr Zakir Naik," ungkapnya.

Meski pernah bersyahadat sendiri tanpa disaksikan orang lain agar bisa memeluk agama Islam, Elvan akhirnya benar-benar resmi menjadi mualaf saat duduk di kelas 2 SMP, tepatnya ketika salah satu keluarga dekatnya juga ingin melakukan hal yang sama.

Usai memeluk Islam, banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan Elvan sehari-hari. Dari yang aktif dalam kegiatan keagamaan hingga aktif menjadi pembimbingnya. Meski begitu, layaknya manusia biasa, Elvan mengaku bahwa keimanannya pernah naik turun.

"Hal yang paling berkesan dengan agama Islam adalah mengenai fakta ilmiah yaitu bertemunya dua lautan tawar dan asin saat menonton Dr Zakir naik yang dijelaskan di dalam Alquran. Saat iman terasa turun, biasanya kumpul dengan teman-teman yang salih yang selalu mengingat kan untuk berbuat kebaikan," ungkapnya.

Elvan pun memberi saran bagi siapa pun yang ingin berhijrah agar bisa memilih teman atau lingkungan yang baik. Selain itu, membentengi diri dengan terus memperdalam ilmu-ilmu agama di sekitar.

"Saran untuk teman yang sedang hijrah harus dapat memilih teman yang baik, follow akun-akun yang baik di sosmed untuk mendapatkan input dan output yang baik dan sering-sering beristighfar untuk minta ampunan dosa agar tidak terhalangi untuk beribadah," katanya.

"Tips untuk teman yang ingin mencari kebenaran dan berniat untuk mendapatkan hidayah agama Islam, carilah referensi yang benar dari sumber agama Islam, bukan dari sumber agama lain, lawan keraguan dalam diri dan selalu melakukan observasi," imbaunya.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini