Share

Viral Adzan Sebelum Subuh, Adakah Tuntunannya?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 614 2719103 viral-adzan-sebelum-subuh-adakah-tuntunannya-43FbOeuRWL.jpg Ilustrasi viral adzan sebelum subuh. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu viral unggahan adanya adzan sebelum subuh. Hal tersebut diungkapkan seorang netizen di linimasa media sosial Twitter.

"Kalian pernah dengar adzan jam 12 malam enggak? Aku sering dengar, padahal dulu-dulu enggak pernah dengar. Aneh adzan kek diulang-ulang gitu lho, pernah aku tungguin tuh adzan baru selesai sekitar 10 menit," tulis pemilik akun Twitter @tanyarlfes, seperti dilihat Okezone, Jumat (2/12/2022).

"Anehnya lagi, suaranya itu kayak sama, kadang jelas kadang enggak. Aku sampai mikir kalau itu jin Islam, kalau manusia aku agak ragu. Tapi itu adzan apa ya gaes?" lanjutnya.

BACA JUGA:6 Cara Qatar Memperkenalkan Islam Melalui Piala Dunia 2022, Ada Adzan Sangat Merdu di Stadion 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Dilansir nu.or.id, bila kita pelajari lebih jauh tentang bab adzan, di dalam khazanah fikih Islam memang disebutkan adanya adzan yang dikumandangkan sebelum masuknya waktu Sholat Subuh, bukan untuk waktu sholat lainnya.

Imam As-Syairazi di dalam kitabnya Al-Muhadzdzab menjelaskan:

ولا يَجُوزُ الْأَذَانُ لِغَيْرِ الصُّبْحِ قَبْلَ دُخُولِ الْوَقْتِ لِأَنَّهُ يُرَادُ لِلْإِعْلَامِ بِالْوَقْتِ فَلَا يَجُوزُ قَبْلَهُ واما الصبح فيجوز ان يؤذن له بَعْدَ نِصْفِ اللَّيْلِ

Artinya: "Tidak diperbolehkan untuk selain Sholat Subuh adzan sebelum masuk waktunya. Karena adzan itu dimaksudkan untuk memberi tahu masuknya waktu sholat, maka tidak boleh adzan dilakukan sebelum waktunya. Kecuali Sholat Subuh maka diperbolehkan adzan dilakukan setelah lewat tengah malam." (Abu Ishak As-Syairazi, Al-Muhadzdzab, [Beirut: Darul Fikr, 2005], juz I, halaman 78)

BACA JUGA:Kisah Pria Bule Mantap Menjadi Mualaf Usai Dengar Indahnya Lantunan Adzan 

Apa yang disampaikan As-Syairazi tersebut memberikan pemahaman bahwa untuk Sholat Dhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya adzan harus dilakukan setelah masuk waktunya, tidak bisa tidak.

Sedangkan khusus untuk Sholat Subuh, adzan dapat dilakukan sebelum masuk waktunya, namun setelah lewat tengah malam. Lantas kenapa ada perlakuan berbeda antara Sholat Subuh dengan sholat-sholat wajib lainnya?

Lebih lanjut As-Syairazi menjelaskan alasan hal tersebut bahwa ketika masuk waktu Sholat Subuh orang-orang masih dalam keadaan tidur, bahkan di antara mereka ada dalam keadaan junub dan berhadas.

Oleh karena itu, dibutuhkan adzan sebelum masuk waktunya agar ada persiapan bagi mereka untuk melakukan Sholat Subuh. Berbeda dengan sholat-sholat yang lain, di mana saat masuknya waktu sholat orang-orang dalam keadaan terjaga sehingga tidak dibutuhkan persiapan. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, menanggapi hal ini, Imam Nawawi di dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab menyampaikan pendapat para ulama di kalangan Mazhab Syafi'i bahwa sunah hukumnya melakukan dua kali adzan untuk Sholat Subuh.

Adzan yang pertama dilakukan sebelum terbitnya fajar (sebelum masuk waktu subuh). Adzan yang kedua setelah terbitnya fajar (setelah masuk waktu subuh).

Bila adzan subuh hanya dicukupkan sekali saja, maka bisa dilakukan sebelum atau setelah terbitnya fajar. Namun demikian, adzan subuh yang dilakukan setelah terbitnya fajar lebih utama dari pada yang dilakukan sebelum fajar.

Apa yang disampaikan oleh Imam As-Syairazi dan Imam Nawawi tersebut, serta tentunya juga para ulama Syafi'iyah yang lain, berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:

إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ

Artinya: "Sesungguhnya Bilal beradzan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai mendengar adzannya Ibnu Ummu Maktum." (HR Imam Muslim) 

Dari hadits ini, Imam Nawawi menarik satu kesimpulan adanya kebolehan mengumandangkan dua kali adzan untuk Sholat Subuh, di mana salah satunya dikumandangkan sebelum terbitnya fajar dan satu lagi dikumandangkan setelah terbitnya fajar, yakni pada awal terbit (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim ibn Al-Hajjaj, 2008, jilid IV, juz VII: 175)

Husain Al-Imrani di dalam kitabnya Al-Bayan (2000, II: 62) memberikan sebuah catatan yang kiranya perlu diperhatikan dalam hal adzan subuh sebelum masuk waktunya ini.

Mengutip pendapat sebagian ulama Syafi'iyah, beliau menjelaskan bahwa apabila pada suatu daerah telah berlaku suatu kebiasaan dikumandangkannya adzan subuh setelah terbitnya fajar, maka hal itu tidak memberi ruang bagi seseorang untuk mengumandangkan adzan sebelum terbitnya fajar. Ini agar masyarakat setempat tidak terkecoh oleh adzan tersebut.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini