Share

Mengetahui Guru-Guru KH Ahmad Dahlan: Sang Ayah hingga Kiai Soleh Darat

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 614 2719129 mengetahui-guru-guru-kh-ahmad-dahlan-sang-ayah-hingga-kiai-soleh-darat-QDlDn7TjOc.jpg Mengetahui guru-guru KH Ahmad dahlan pendiri Muhammadiyah. (Foto: Istimewa/Muhammadiyah.or.id)

KH Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh ulama paling berpengaruh dalam dakwah Islam di Tanah Air. Pendiri Muhammadiyah ini juga menjadi pelopor banyak hal, salah satunya tentang pendidikan.

KH Ahmad Dahlan pernah menyumbang pemikiran bahwa pendidikan adalah salah satu alternatif utama untuk mengatasi keterpurukan dan keterbelakangan umat.

BACA JUGA:Kisah KH Ahmad Dahlan Mendirikan Madrasah Modern Pertama di Nusantara 

Dalam rekam hidupnya, KH Ahmad Dahlan dikenal sebagai seorang guru sejati. Hal ini dapat dilihat dari kisahnya mengajarkan Surat Al-Ma'un, aktivitasnya di Budi Utomo agar bisa menjadi guru di sekolah-sekolah milik pemerintah, hingga langkah konkretnya mendirikan Muhammadiyah dan mencetuskan sistem pendidikan Islam modern lewat madrasah Muhammadiyah.

Perhatiannya terhadap profesi guru juga dikuatkan lewat pesannya yang berbunyi, "Jadilah guru, kembalilah kepada Muhammadiyah." 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Tidak heran jika kader-kadernya banyak yang menjadi guru. Sebut saja Ir Soekarno, Ir Djuanda, Otto Iskandar Dinata, Kiai Mas Mansur, dan lain sebagainya.

Pemahaman KH Ahmad Dahlan dan komitmennya terhadap fungsi strategis pendidikan serta profesi guru tentu juga berasal dari pengaruh guru-guru yang mendidiknya.

Lantas, siapa saja guru KH Ahmad Dahlan? Berikut ini beberapa di antaranya, sebagaimana dikutip dari Muhammadiyah.or.id:

BACA JUGA:Kisah KH Ahmad Dahlan Berulang-ulang Ajarkan Tafsir Surat Al Maun, Ini Tujuannya 

Sang Ayah Kiai Abu Bakr 

Guru paling awal KH Ahmad Dahlan adalah ayahnya sendiri, Kiai Abu Bakr, seorang ulama dan pemuka agama di Keraton Yogyakarta. Ahmad Dahlan kecil juga menuntut ilmu di pondok pesantren (mondok atau nyantri).

Dalam buku "KH Ahmad Dahlan: Sang Pencerah, Pendidik, dan Pendiri Muhammadiyah (2010)", ada 15 nama yang menjadi gurunya yakni ayahnya Kiai Abu Bakr, kakak iparnya Kiai Muhammad Soleh, termasuk kepada Kiai Faqih Gresik.

Selain itu, KH Ahmad Dahlan belajar fikih kepada Kiai Muchsin, ilmu nahwu kepada Kiai Abdul Hamid, ilmu falak kepada Kiai Raden Dahlan, ilmu fikih dan hadis kepada Kiai Mahfud.

Kemudian belajar ilmu hadis dari Syekh Khayyat, Sayyid Baabusijjil dan Mufti Syafi’i, ilmu qira’atul Quran kepada Syekh Amin dan Sayyid Bakri Syata’, ilmu pengobatan Islam kepada Syekh Hasan, serta ilmu qiraah dan falak kepada Kiai Asy’ari Baceyan dan Syekh Misri Makkah. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Kiai Soleh Darat

Bersama Kiai Hasyim Asy'ari, Kiai Ahmad Dahlan juga pernah berguru kepada ulama besar asal Semarang, Kiai Soleh Darat. Sedangkan nama Kiai Kholil Bangkalan yang disebutkan sebagai guru dari Kiai Ahmad Dahlan tidak terverifikasi.

Setelah berhaji ke Makkah pada tahun 1903, di tanah Hidjaz Kiai Ahmad Dahlan kembali menimba ilmu dari ulama besar asal Nusantara yakni Syekh Ahmad Khatib, Kiai Nawawi Al-Bantani, Kiai Mas Abdullah Surabaya, dan Kiai Maskumambang.

Saat berguru kepada Syekh Ahmad Khatib, KH Ahmad Dahlan kembali satu majelis dengan Kiai Hasyim Asy'ari, demikian tulis Muhammad Nasruddin Anshoriy dalam buku "Matahari Pembaruan Rekam Jejak KH Ahmad Dahlan (2010)".

Dalam hajinya tersebut, atas bantuan Haji Baqir, Kiai Ahmad Dahlan berhasil bertemu dan berguru dengan murid dari Muhammad Abduh yakni Muhammad Rashid Ridha selama dua tahun. Demikian catat Ahmad Faizin Karimi dalam "Pemikiran dan Perilaku Politik Kiai Haji Ahmad Dahlan (2012)".

Kitab-Kitab yang Dipelajari KH Ahmad Dahlan

Terkait ilmu-ilmu keislaman yang dipelajari KH Ahmad Dahlan, periwayatan dari murid termudanya, Raden Hadjid merupakan sumber informasi penting. Selama mengikuti Kiai Ahmad Dahlan, Raden Hadjid menyaksikan banyak kitab yang dipelajari oleh gurunya tersebut.

Catatan Raden Hadjid dikumpulkan dalam dua bukunya yang kemudian disatukan dengan judul "Pelajaran KH A Dahlan: 7 Falsafah Ajaran dan 17 Kelompok Ayat al-Qur’an".

"Selama mengikuti beliau, saya sering melihat kitab yang jadi rujukan seperti Kitabu Tauhid Muhammad Abduh, Tafsir Juz Amma Muhammad Abduh, Kitab Kanzul Ulum, Dairatul Ma’arif karya Farid Wadji, kitab Fil Bid’ah karya Ibn Taimiyah termasuk kitab At Tawasul wal Wasilah, kitab Idzharul Haq Rahmatullah Al Hindi, dan kitab hadis ulama-ulama Hambali."

Meski demikian, Raden Hadjid juga menyebut bahwa Kiai Ahmad Dahlan rajin mempelajari kitab-kitab karya ulama Indonesia dan Makkah. Misalnya ilmu akidah dan kitab-kitab aliran Aswaja (Ahlu Sunnah wal Jama’ah), fikih Syafi’I, ilmu tasawuf Imam Ghazali hingga Tafsir Al-Manar Rashid Ridha dan majalah Urwatul Wutsqa Jamaludin Al-Afghani.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini