INILAH 5 amalan Nisfu Syaban bagi wanita haid yang harus Anda ketahui. Bagi umat Islam, malam Nisfu Syaban dipercaya sebagai salah satu malam yang istimewa.
Lalu bagaimana dengan 5 amalan malam Nisfu Syaban bagi wanita haid? Seperti diketahui bahwa dalam agama Islam seorang wanita yang tengah haid atau datang bulan tidak diperbolehkan untuk menjalankan ibadah.
Berikut 5 amalan malam Nisfu Syaban yang bisa dilakukan oleh wanita yang sedang haid, sebagaimana telah Okezone himpun:
1. Perbanyak istighfar
Di malam Nisfu Syaban, umat Islam disarankan memperbanyak istighfar. Sayyid Muhammad bin Alwi dalam kitab Ithmi’nânul Qulub sebagaimana dikutip dari NU Online menjelaskan jika istighfar merupakan amalan yang dapat mempermudah rezeki, diampuni dosanya, memudahkan kesulitan, dan menghilangkan kesedihan.
2. Perbanyak syahadat
Memperbanyak bacaan syahadat juga dianjurkan saat malam Nisfu Syaban. Sebagaimana penjelasan Sayid Muhammad bin Alwi berikut ini:
وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه،
بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله
"Seyogianya seorang Muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Syaban dan malam pertengahannya."
3. Perbanyak doa
Selanjutnya amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Syaban adalah dengan memperbanyak doa. Allah akan mengampuni dosa-dosa semua hamba-Nya yang istikamah dalam memohon doa.
4. Membaca Surat Yasin
Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali menjadi salah satu alaman yang kerap dilakukan umat muslim di malam Nisfu Syaban. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah wanita yang sedang haid diperbolehkan membaca Surat Yasin.
Jumhur ulama yakni Madzhab Syafii, Hanafi, dan Hambali melarang wanita haid membaca Surat Yasin. Namun, Mazhab Maliki memperbolehkannya.
5. Membaca doa Syekh Abdul Qadir al-Jailani
Menutup rangkaian amalan di malam Nisfu Syaban, Anda bisa melanjutkannya dengan membaca doa Syekh Abdul Qadir al-Jailani berikut ini:
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات
"Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan.
Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.” (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 249)
Demikian pembahasan mengenai 5 amalan malam Nisfu Syaban bagi wanita haid. Wallahu a'lam bisshawab.
(RIN)
(Rani Hardjanti)