Share

Tak Sekaligus, Berapa Lama Al Quran Diturunkan Hingga Menjadi Seperti Sekarang?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 30 Maret 2023 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2023 03 30 614 2789871 tak-sekaligus-berapa-lama-al-quran-diturunkan-hingga-menjadi-seperti-sekarang-f2HYz9V16k.jpg Al Quran diturunkan secara bertahap. (foto: Okezone)

MEMASUKI bulan Ramadhan, umat islam menjalani ibadah puasa dan sholat tarawih. Selain itu, pada 17 Ramadhan, diperingati sebagai awal turunnya Al Quran dari Baitul Izzah ke bumi. Peristiwa tersebut dinamakan dengan Nuzulul Quran, di mana kitab suci umat Islam ini merupakan wahyu dari Allah SWT yang diturunkannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari berbagai sumber, Al Quran diturunkan kepada Nabi melalui perantara Malaikat Jibril di Gua Hira pada Tahun ke-41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, beliau menerima wahyu lima ayat dari Surat Al-'Alaq.

 BACA JUGA:

Diturunkannya Al Quran ini dilakukan secara berangsur-angsur dan tidak semerta-merta diturunkan sekaligus. Melainkan memakan waktu selama 23 tahun. Menurut Manna Al-Qaththan, terdapat pendapat sejumlah mazhab mengenai proses turunnya Al-Quran.

Menurut Ibnu Abbas, turunnya Al Quran terjadi secara sekaligus ke Baitul Izzah di langit untuk menunjukkan kepada para malaikat betapa besarnya malam ini.

 Al Quran

Kemudian pendapat lainnya dari Al-Syabi menyebutkan, bahwa awal turunnya Al Quran dimulai pada malam lailatul qadar di bulan Ramadan.

Lalu setelah itu, turun secara bertahap sesuai dengan peristiwa yang mengiringinya selama 23 tahun. Al Quran diturunkan secara bertahap sesuai dengan peristiwa di masa Nabi Muhammad. Hal ini bukan tanpa sebab, tapi dengan tuku untuk memantapkan dan memperteguh dakwah Rasulullah SAW.

 BACA JUGA:

Turunnya Al Quran yang disampaikan kepada Rasulullah, tertulis dalam surat Al Baqarah ayat 185, Allah SWT berfirman:

شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ

Shahru Ramadaanallaziii unzila fiihil Qur'aanu hudal linnaasi wa baiyinaatim minal hudaa wal furqoon; faman shahida minkumush shahra falyasumhu wa man kaana mariidan aw 'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; yuriidul laahu bikumul yusra wa laa yurii

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, bahwa Al Quran diturunkan sebagai kitab suci yang tidak pernah bosan dibaca setiap harinya. Khususnya saat melaksanakan sholat, surat Al Fatihah akan menjadi surat yang wajib dibaca.

"Terus dibaca. Mana ada orang yang bosan baca Al Fatihah," ujarnya dikutip dari channel YouTube Adi Hidayat Official.

Tak hanya itu saja, Ustadz Adi bilang terdapat keistimewaan lainnya yaitu Alquran diturunkan sebagai obat dari segala obat. Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat ke 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏

Wa nunazzilu minal quraani maa huwa shifaaa'unw wa rahmatul lilmu;miniina wa laa yaziiduz zaalimiina illaa khasaaraa

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian."

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini