Ustadz Kang Najmi juga menjelaskan, selain keutamaan-keutamaan lainnya dalam 10 hari Ramadhan tersebut, terdapat 10 hari terakhir yakni malam Lailatul Qadar, dimana di malam-malam terakhir ini Rasullullah membangunkan para istri-istrinya untuk melaksanakan ibadah lebih daripada malam-malam sebelumnya.
Meski tidur orang berpuasa terhitung sebagai ibadah, Ustadz Kang Najmi menghimbau agar umat muslim lebih banyak melakukan ibadah lain untuk mendapatkan pahala berlimpah di 10 hari terakhir Ramadhan ini.
“Nah, ini juga yang menjadi dasar kenapa tidurnya orangnya berpuasa itu ibadah, karena malamnya itu diisi dengan ibadah. Sehingga di pagi harinya lelah, rehat. Kalau sekarang banyak yang mengartikan hanya sebatas pokoknya tidurnya orang puasa itu ibadah, jadi kebanyakan tidur,” paparnya.
“Tapi kembali kepada yang tadi, memang Rasulullah melakukan hal tersebut berbeda pada malam-malam sebelumnya dan itu juga diamalkan setelah Rasulullah wafat, dan para istri-istrinya yang masih hidup itu mengamalkan amalan 10 hari itu dengan cara lebih banyak dzikir, solat malam, kemudian juga banyak berdoa,” terangnya lagi.
(Vivin Lizetha)