Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuota Haji Indonesia 221.000 Jamaah pada 2024, Ini Jadwal Lengkapnya

Maruf El Rumi , Jurnalis-Senin, 03 Juli 2023 |10:26 WIB
Kuota Haji Indonesia 221.000 Jamaah pada 2024, Ini Jadwal Lengkapnya
Kuota Haji Indonesia 221.000 Jamaah pada 2024 (Foto: MCH 2023)
A
A
A

MAKKAH - Calon jamaah haji Indonesia tahun 2024 atau 1445 H harus sudah mulai bersiap-siap. Menteri Agama (Menang) Yahya Cholil Qoumas mengatakan gelombang pertama haji Indonesia 2024 akan berangkat April tahun depan.

Dijelaskan Menag, dalam pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah ada beberapa hal yang akan dilakukan untuk perbaikan haji tahun depan. Mulai dari fasilitas, sampai sistem pembagian maktab untuk jamaah haji.

Hadir juga mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Irjen Kemenag Faisal AH, Staf Khusus Menag Ishfah Abidal Aziz, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam

"Rencana keberangkatan jamaah gelombang pertama tahun depan akan dimulai April. Harapannya proses administrasi dan pembayaran sudah selesai Maret tahun depan. Termasuk proses kontrak segala macam selesai Maret tahun depan, dengan kuota reguler tetap seperti tahun ini 221 ribu," kata Menag kepada Media Center Haji (MCH) pada Minggu (2/7) malam waktu Arab Saudi.

Percepatan sangat penting karena pemerintah Arab Saudi melalui kementrian haji menyampaikan tahun depan, penempatan maktab didasarkan pada siapa yang menyelesaikan proses administrasi lebih dulu. Berbeda dengan sebelumnya ketika selama ini penempatan maktab lebih terkesan berdasar geografis negara.

Misal, negara teluk ada kesan di depan sedangkan, Asia Tenggara di belakang. "Nah ini jadi challenge bagi Kemenag karena mereka menghitung siklus haji dengan kalender hijriah sementara siklus keuangan kita menggunakan kalender masehi," ujar menteri yang biasa disapa Gus Men.

Menag berharap ada titik temu dari dua sistem tersebut sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik. Karena siapa bisa menyelesaikan lebih awal dia punya hak memilih posisi maktab terdekat.

Selain itu, perbaikan transportasi, dan fasilitas tenda juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Transportasi bus dari muzdalifah ke Mina, serta perlunya kipas besar di Muzdalifah. "Banyak catatan yang kita berikan ke kementrian haji dan insya Allah direspons dengan baik. Kita tunggu beberapa bulan ke depan seprti apa perbaikannya," pungkas Gus Men.

Bersamaan itu, lanjut Menag, Pemerintah Arab Saudi juga mengumumkan tahapan penyelenggaraan haji 1445 H/2024 M. Hal itu meliputi beberapa tahapan berikut:

1. 30 Juni 2023: Penyerahan dokumen pekerjaan dan pengumuman kuota haji 1445 H

2. 16 September 2023: Rapat persiapan, pembukaan e-hajj untuk input data, pengumuman daftar perusahaan yang mendapat izin, pembukaan kontrak penerbangan, aktivasi rekening di e-hajj

3. 4 November 2023: Penyelesaian rapat-rapat persiapan dan paket pelayanan

4. 8 Januari 2024: Simposium dan pameran pelayanan haji dan umrah

5. 24 Februari 2024: penyelesaian semua kontrak akomodasi dan layanan Masyair.

6. 1 Maret 2024: Awal proses penerbitan visa

7. 29 April 2024: Penutupan e Hajj dan penerbitan visa

8. 9 Mei 2024: Awal kedatangan jamaah haji

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement