Penanda khas dari makam tersebut adalah sebuah tugu bertuliskan nama 14 sahabat Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang tersebut. “Banyak pengunjung ke sini. Terutama jemaah haji dan umrah dari Indonesia dan Malaysia. Sekali datang bisa 10 bus,” kata Ray sopir taksi yang biasa mangkal di depan makam.
Sejarah mencatat, perang badar adalah perang besar yang pertama kali terjadi dalam sejarah Islam dimana Nabi Muhammad SAW memimpin langsung penyerangan terhadap kaum Quraisy. Peperangan itu melibatkan 313 kaum muslim, dengan 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, serta 2 ekor kuda. Jumlah ini kalah jauh dibandingkan kaum Quraisy yang mengerahkan pasukan 1.000 orang, dengan 600 persenjataan lengkap, 700 unta, serta 300 kuda.
BACA JUGA:
Kondisi yang sempat membuat kaum muslimin menjadi khawatir. Tidak sedikit yang pesimistis bisa mengalahkan pasukan Quraisy yang bersenjata lengkap. Bahkan Nabi Muhammad SAW. malam menjelang perang diliputi cemas membayangkan nasib Islam jika tidak memperoleh kemenangan dalam Perang Badar. Sebelum pertempuran, Rasulullah SAW terus-menerus berdoa memohon pertolongan kepada Allah dengan melafalkan:
"Allahumma ya Allah. Kaum Quraisy kini datang dengan segala keangkuhannya, berusaha mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, pertolongan-Mu juga yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika pasukan Islam ini binasa, tak lagi ada ibadah kepada-Mu di muka bumi." Doa tersebut terus diulang sampai pagi.
BACA JUGA:
Dan sejarah kemudian menuliskan Allah memenuhi janjinya dengan memberikan kemenangan kepada umat Islam.
Dalam perang di Lembah Badar, Allah SWT memberikan pertolongan dengan menurunkan seribuan malaikat dari langit sebagai bantuan kepada umat Islam. Sebanyak 70 tentara quraisy meninggal dan 70 menjadi tawanan. Sedangkan dari umat Islam 14 syuhada meninggal dunia.
Yang menarik, dalam perjalanan pulang, Nabi Muhammad SAW justru mengatakan ada yang jihad lebih besar dbandingkan dengan dengan perang badar. Mendengar itu, para sahabat heran. Mereka kemudian bertanya, apakah jihad yang lebih besar dari perang badar? “Jihad melawan hawa nafsu,” jawab Nabi Muhammad SAW.
(Fakhrizal Fakhri )