"Mudah-mudahan dari seluruh bahasa daerah yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini bisa kita terjemahkan," harapnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Validasi Penerjemahan Alquran ke Bahasa Tolaki, di Kendari, Selasa 22 Agustus 2023.
Ia melanjutkan, nantinya dikembangkan lagi terjemahan Alquran ke bahasa daerah lainnya. Tujuannya agar tidak kehilangan kearifan lokal.
"Kita ini orang Indonesia harus paham Indonesia. Kita ini orang Islam, harus paham ajaran Islam," ujarnya, seperti dikutip dari Kemenag.go.id, Kamis (24/8/2023).
Lebih lanjut Isom mengungkapkan bahwa warga bangsa juga harus menghormati serta melestarikan kearifan lokal di masing-masing daerah.
Bangsa Indonesia tidak sekadar beragama Islam secara KTP, tetapi perlu juga memahami agamanya, mengembangkan budayanya, dan memajukan peradaban-peradaban Islam.
"Tugas kita bersama untuk penerjemahan bahasa Tolaki. Mudah-mudahan bisa bernilai ibadah dan menjadi legasi bagi kita semuanya," pungkasnya.
(Hantoro)