2. Doa Kedua
Dari 'Ubadah bin ash-Shamit berkata bahwa Rasulullah SAW telah mengajari para sahabat sebuah doa menjelang bulan Ramadhan. Doa ini juga selalu dibaca oleh seorang ulama Tabi'in bernama Yahya bin Abi Katsir menjelang bulan Ramadhan.
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma sallimnii min Romadhona wa sallim Romadhona lii, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa.
Artinya: "Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat) menuju bulan Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadhan." [Hilyatul Auliya' (1/4200]
3. Doa Ketiga
Berikutnya Rasulullah SAW juga mengajarkan sebuah doa ketika melihat hilal (bulan baru) yang berbunyi
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahu Akbar, Allahumma ahillahu 'alaina bil amni wal imani, wassalamati wal Islaami, wattaufiqi limaa tuhibbu wa tardha, Rabbunaa wa Robbukillah.
Artinya: "Allah Maha Besar, Ya Allah tampakkan hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan) adalah Allah." (HR ad-Darimi 1729). Hadits serupa dengan sedikit perbedaan redaksi diriwayatkan Imam Ahmad dan at-Tirmidzi.
Itulah bacaan doa agar disampaikan ke Bulan Ramadhan. Semoga kita dapat sampai ke bulan Ramadhan berikutnya dan memetik banyak keberkahan di dalamnya, aamiin.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Rani Hardjanti)